Mengenai Saya

Senin, 30 Januari 2023

KEKUASAAN ITU SEPI - ILUSI ; DIALEKTIKA

Di tengah krisis global yang melanda bumi, Ideologi-ideologi yang ada sekarang telah mengalami kontradiksi-kontradiksi sedemikian rupa, yang tidak bisa di selesaikan dan hal itu menuntut satu ideologi baru. 

Sekarang Misalnya, pertumbuhan dalam doktrin ekonomi Kapitalisme telah melahirkan dua hal, pertama Kerusakan lingkungan dan kedua Ketimpangan sosial dan ekonomi. Memang ada Kesejahteraan, tapi tidak merata dan dalam waktu yang bersamaan, ongkos kesejahteraan adalah kerusakan lingkungan. 

Sebenarnya secara global, orang sedang mencari ideologi baru. Apakah kita bisa mencapai satu tingkat keseimbangan baru, antara 3 hal ; pertama, keselamatan bumi. Sebagai rumah bersama kita. Kedua, masyarakat memiliki tingkat kebebasan sebagai Hak Asasinya yang Fundamental dan ketiga, Pada Waktu yang sama memiliki tingkat kesejahtetaan yang relatif sama.

Di seluruh dunia, ada satu upaya untuk menghasilkan ulang keadilan sosial dan hal itu yang menyebabkan kita berupaya merumuskan kembali indonesia, dan memproyeksikannya di dalam latar belakang pertentangan dan pencaharian ideologi baru dunia. 

Kita tahu bahwa satu dekade kemarin, seluruh dunia begitu terpukau dengan Pikiran Francis Fukuyama, yang menulis tentang The end Of History and The Last Man - tesis Fukuyama, mengejutkan bahwa dunia sudah selesai, sejarah sudah berakhir dengan kemenangan kapitalisme. Kira-kira hal itu riuh di bicarakan pada tahun 90-an sampai awal 2010 - an. Sekarang orang yang sama - Francis Fukuyama Menulis buku yang Justru membatalkan kesimpulannya tentang akhir sejarah dunia adalah kemenangan Kapitalisme, dengan Judul bukunya adalah Great Disruptions - Kekacauan besar - Reconsitusion the nature of the sosial order. 

Orang yang tadinya sangat Liberal atau sangat Libertarian di Amerika, mengerti bahwa tidak mungkin ideologi Kapitalisme di jadikan fondasi peradaban. Karena di Amerika saja saat ini mengalami kehancuran komunitas akibat indivialisme yang mengila-gila. Yang dalam analisis tokoh-tokoh dunia membuktikan, bahwa CEO-CEO di Amerika, justru menjadi penghalang Kapitalisme, bukan penghalang Sosialisme. Karena dia mengambil lebih banyak daripada yang di bagikan kepada karyawan. soal-soal seperti inilah yang hendak kita hindari .

Dalam satu dekade ini, dunia juga sedang bergumul dalam satu pikiran baru yang bernama Enviromental Ethics. Masalah lingkungan adalah masalah Kosa Kata Baru di dunia. Sehingga mereka atau Milineal yang tidak paham terhadap lingkungan adalah orang yang buta huruf terhadap peradaban. Artinya, kita sedang mencari jalan pikiran baru, antara ide keadilan sosial dan ide keadilan lingkungan. 

Dalam proses penemuam ideologi baru, jalan sejarah indonesia sejalan dengan Jalan sejarah dunia. Maksudnya, satu kebutuhan kepada Ideologi baru adalah satu kebutuhan kolektif kita sebagai satu masyarakat dunia. Sekarang ini kalau kita lihat, Neo Liberalisme di barat secara Umum pada dasarnya adalah antitesa atau respon terhadap menguatnya Sosialisme, khususnya di eropa setelah perang dunia kedua. Tapi, hal itu di bungkus dengan Baju Kapitalisme yang bernama Walfare State. 

Di awal tahun 60 - 70 memang ada perlawanan. Cuman, kemenangan Neolib Secara Politik baru di era Mager Teacher dan Ronald Reagen di tahun 80-an dan ujung dari kemenangan ini, sekaligus Kemenangan Amerika dalam perang dinging. Jadi, saat Fukuyama Mengatakan The End Of history and The Last Man, sesunggunya adalah Euforia besar, dan sekarang Euforia ini menjadi Boomerang, apalagi setelah Krisis finansial yang terjadi Di Amerika Tahun 2008. 

Menurut saya mundurnya Amrik dari Afganistan adalah suatu perbaikan atas kesalahan masa lalu, bahwa perang melawan teror adalah kesalahan Strategi besar, karena tidak mampu menjadikan Islam sebagai musuh bersama dan yang lebih penting, ada persoalan dalam negeri yang sedang di hadapi oleh Masyarakat amrik yaitu ketimpangan sosial. 

Sekarang, kita coba bawa persoalan ini ke indonesia. Kalau kita bisa menyatukan, antara agama, demokrasi dan Hak asasi manusia serta kesejahteraan kolektif rakyat - Kemakmuran. Ihwal diatas merupakan Tiga Komponen utama yang akan menjadikan ideologi masa depan yang kita perlukan. Sebab, Amerika cepat atau lambat akan menjadi negara sosialis dan lebih sosialis dari china, sedangkan china akan menjadi negara Kapitalis. Sekalipun, Berny Sanders tidak menjadi kandidat Partai Demokrat di pilpres Amerika, tapi ide Sosialisme tumbuh menjadi Ide besar. Ide sosialisme dalam bahasa Kulit putih di amrik adalah Trumbisme, relatif sama maknanya. Maksudnya, hal ini merupakan perlawanan orang miskin atau perlawanan orang-orang yang terlempar dari Grup kelas menengah. 

Sekarang di indonesia, ancaman tentang ketimpangan sosial adalah ancaman besar. Sebab, angka Kemiskinan naik Dua Digit selama pandemi dan dalam waktu bersamaan jumlah orang kaya bertambah. Jadi, suatu keajaiban, orang kaya bertambah, tapi orang miskin juga bertambah. Nah, kalau kita tidak punya ide baru untuk menyelesaikan masalah ini, maka kita akan mengalami stagnasi dan boleh jadi kita akan terlempar dari Grup negara-negara Kelas menengah. Karena kalau kita tidak punya ide baru, maka kita tidak akan memiliki Proposal dan Srategi untuk dunia. 

Rusia misalnya, di bawah putin secara Militer mereka sangat kuat. Ukuran ekonominya pun tidak terlalu besar. Tetapi, persoalan yang paling fundamental, mereka tidak punya satu proposal dan Strategi bagi dunia. Sama dengan China, tidak punya Tawaran Ide yang Komperhensif bagi dunia, karena itulah China tidak akan bisa menjadi model bagi dunia. Karena ada komponennya yang rusak, yaitu ongkos dari kesejahteraannya adalah kebebasan manusia. Sedangkan di amerika, kebebasan yang berlebihan dan tidak terkendali mengakibatkan ketimpangan ekonomi dan sosial. 

Nah, sekarang dunia sedang mencari ide titik temu yang baru, diantara 3 unsur tadi. Memang hal ini rumit, apalagi Menggunakan Instrumen politik. Sebab, orang-orang hari ini tidak begitu gandrung terhadap Politik Ideologi. Sebab, ideologi adalah Mata uang tidak laku di pasar politik. 

Apa yang saya uraikkan diatas adalah upaya kita untuk menemukan satu paradigma sosial yang bisa merumuskan masa depan. 

Sekarang kita sibuk bicara tentang perpanjangan kekuasaan dan pergantian kekuasaan, tanpa ada Isi Pradigma sosialnya. Kita mau isi dengan kesehatan lingkungan, berakhirnya pandemi atau Kemajemukan yang bertumbuh. Hal itu tidak pernah mejadi bahan permenungan dan bahan Diskursus. Sebab, politisi kita sibuk membicarakan hal teknis tentang kekuasaan. Di situlah fungsi Parpol - membaca dunia dengan Metodologi akademis dan hal itu tidak kita temukan di parpol yang menyuguhkan pikiran dengan referensi intelektual. 

Kita ingin merawat bangsa ini, dengan akal pikiran dan akhlak. Dua fasilitas ini juga sedang di edarkan di seluruh dunia. Misalnya kalau kita membaca riset tentang demokrasi dan Lingkungan hidup, selalu basisnya adalah moral. Orang telah beyound, dari kajian-kajian bagaimana sistem kimia kita bisa menghasilkan ulang tumbuhan yang pernah punah. orang di dunia menganggap prinsip hanya satu bumi berlaku di dalam upaya mngembalikan peradaban. Karena, awalnya kita hanya satu bumi. Lalu, kemudian di pecah-pecah, ada bumi kapitalis, ada bumi Sosialis, dsb. Akhirnya, proses politik berhenti, hanya karena persaingan-persaingan yang sebetulnya jangka pendek, tanpa ada paradigma yang besar. 

Indonesia punya Local Wisdom yang bisa di tawarkan sebagai ide Besar untuk dunia. Di Suku badui, misalnya. Ada filosofi yang berbunyi begini, " yang panjang jangan di potong, yang pendek jangan di sambung". Nah, Bagi orang-orang yang tumbuh dan hidup besar di kota, begitu melihat model-model rumah orang badui, pasti akan heran, karena melihat bambu rumah orang badui, berantakan - panjang dan pendek. Karena, bagi orang badui memang tidak boleh memotong yang panjang dan menyambung yang sudah pendek. Demikianlah konsep kemajemukan sesungguhnya, Biarkan orang bertumbuh dengan Eksistensinya.

Dalam literatur Islam, ada kebiasaan pemimpin menulis semacam diary atau renungan-renungannya tentang kekuasaan, salah satu diantara mereka menulis, " waktu kita berkuasa, kita tidak punya lawan. Waktu kita tidak berkuasa, kita tidak punya kawan". Artinya, Musuh sesungguhnya seorang pemimpin, bukankah lawan politik, buka oposisi. Tetapi, musuh pemimpin adalah kesepian. 

Menurut saya, yang membuat seseorang sepi dalam politik, kalau tidak ada sesuatu yang di perjuangkan, yang lebih besar dari kemampuan kita, yang lebih panjang dari waktu kita. Nah, Kalau kita melihat berdasarkan uraian diatas, kita hendak menemukan peta Paradigma baru tentang Keadilan lingkungan dan keadilan sosial. Artinya, ada dua tema besar dalam perjuangan politik kita, yaitu Bumi dan Manusia. Apa makna yang mengikat antara Bumi dan manusia ini?. Pada dasarnya, makna pertumbuhan bersama. Kalau kita melihat sifat dasar alam, ia bisa menyelesaikan masalahnya sendiri atau dalam Kajian lingkungan, salah satu mazhabnya menyebutkan, berikan waktu kepada alam untuk menyelesaikan masalahnya sendiri. Begitupun dengan manusia, jika kita tidak menjadikan Tujuan utama perjuangan politik, maka ummat manusia bisa menjadi Komunitas hewan yang saling memangsa. 

Soal lingkungan misalnya, kalau terjadi eksploitasi lingkungan hidup. Artinya ada orang yang mengeksploitasi orang lain. Prinsipnya adalah eksploitasi orang terhadap alam adalah akibat dari eksploitasi orang terhadap orang. Makanya, kita harus mencegah orang mengeksploitasi orang, sehingga orang tidak mengekspolitasi lingkungan. Jadi, problem kita sederhana, bahwa kita ingin kehidupan di kembalikan pada asas-asas keadilan. 

Konsep dari keadilan sosial dan Keadilan Lingkungan, adalah konsep dasar dari Konsep apapun yang akan di sepakati tentang pertumbuhan. Sebab, kesejahteraan atau tingkat kehidupan yang lebih baik harus menjadi Output dari pertemuan yang seimbang dari kedua Konsep diatas. 

Nah, Ketiga Konsepsi diatas, bisa di ikat oleh agama - etika. Sebab, ada hal fundamental yang di jawab oleh agama. Misalnya, "apa yang mendorong orang untuk melakukan kebaikan, jika Reward tidak segera kembali kepada dirinya atau apa yang membuat orang melakukan kebaikan, kalau keuntungannya Justru di nikmati oleh orang sesudah dirinya". Hal itu merupakan soal yang sangat fundamental dalam motif manusia dan hal itu tidak bisa jawab oleh sains. Sebab, itu adalah wilayah agama untuk menjawabnya. Hanya waktu kita percaya, bahwa ada kehidupan setelah kehidupan ini, yang membuat kita mau melakukan sesuatu - kebaikan, yang bisa di nikmati oleh orang sesudah kita atau oleh orang lain. Sekalipun kita tidak mendapatkan reward yang sama besarnya.

Oleh karena itu, di saat kita bicara soal etika. Pada dasarnya, hal itu merupakan jembatan kecil yang akan mengantarkan manusia untuk menyadari agama sebagai salah satu sumber utama yang akan membentuk paradigma manusia di masa yang akan datang. 

Di titik itulah, saya mengetangahkan bahwa sudah seharusnya milineal atau kita semua mulai membicarakan paradigma-paradigma baru, seperti etika lingkungan, Hubungan antara Agama dan teknologi, bagaimana demokrasi di asuh oleh agama atau hubungan antara manusia dan keyakinan antara kehidupan setelah mati. Semua ini adalah pembicaraan anak muda di dunia. Jadi, kita kekurangan dalam membayangkan masa depan. Padahal masa depan hanya bisa di tuntun dengan pikiran. Karena itu berpikir adalah berdoa untuk masa depan dengan metodologi. 

Warisan pengelompokan di indonesia - Kiri, tengah dan Kanan. sehingga beberapa diksi kerap di identifikasi pada kelompok tertentu. Diksi Rakyat, misalnya. Kerap kali di alamatkan atau di identikkan pada Kelompok kiri atau jarang ada Parpol Islam yang menyebutkan istilah Rakyat. Karena rakyat lebih kepada Kelompok Kiri. Kelompok tengah - Moderat menggunakan Istilah Bangsa. Sedangkan, kelompok kanan Menggunakan Istilah Ummat. Padahal, secara pengertian ketiga diksi tersebut - Rakyat, Bangsa dan Ummat sama saja. Hanya karena Keterbelahan kelompok atau pembelahan, sehingga identifikasi kelompok berdasarkan pilihan diksi kita. 

Kalau kita mau menguraikkan lebih Jauh, Rakyat sendiri pun berasal dari Bahasa Arab - Ro'iyat, sebagaimana Hadist Nabi, " Kulluqum ro'in wa kullukum Mas ulun an Ro'iyatihi - setiap kalian adalah Pengembala / yang merawat sesuatu dan setiap kalian bertanggung jawab terhadap gembalaan atau atas apa yang dia rawat". Jadi, Diksi Ro'iyat mengandung Makna, pemeliharaan - Perawatan - pertanggung jawaban - juga mengandung subjek dan objek sekaligus. 

Lantas, mengapa tetiba Diksi Rakyat yang awalnya berasal dari Bahasa Arab, di identikkan pada Kelompok Kiri dan tidak di gunakan di kelompok kanan. Diksi Ummat di dalam Al -Qur' an bermakna Individu, " Inna Ibrahima kana Umma - sesungguhnya Nabi Ibrahim adalah Ummat". Tetapi, Ummat juga bisa berarti Kelompok, " Wal takum Mingkum umma' - hendaklah ada sekelompok dari Kalian". Jadi, bagaimana Ada Satu Individu dan Kelompok, bisa menggunakan satu kata?. Karena, ada Individu yang bisa punya Kapasitas sama dengan total kapasitas kelompok kalau di kumpulkan. Misalnya, ada 1000 orang dalam satu Kelompok, seluruh kapasitas orang tersebut sama dengan 1 Orang. Hal itulah yang disebut, "Inna ibrahima kana Umma". 

Namun, ada yang menyatukan Antara individu dan kelompok yaitu Misi - Risalah. Makanya, diksi Ummat bisa juga berarti Risalah, " kuntum khoiri ummatin uhrijat Linnas - kalian adalah sebaik-sbaik Ummat yang di keluarkan untuk manusia". Artinya, berdasarkan uraian diatas, Ummat memilik makna Individu - Kelompok dan Misi. Tidak hanya itu, Ummat juga bisa berarti Sejarah, "Tilka Ummatan Qoda kholad laha ma kasabat walakum wala kasabtum - Ummat yang telah berlalu". 

Kalau Rakyat lebih kepada Subtansinya sedangkan Ummat lebih kepada Entitas. Hanya karena warisan pengelompokan sehingga membuat kita susah menyebutkan diksi tersebut. 

***

Di jurnal-jurnal Internasional atau media Internasional, ada satu fokus yang agak merata yang saya baca. Tentang kemunduran Demokrasi di Indonesia, ada reduksi pada kebebasan publik yang lebih besar, dan ada ketakutan yang merata pada masyarakat untuk melawan, walaupun mereka mengalami kehidupan yang sangat sulit.

Semacam Trade Off, antara Harapan kemakmuran dan Kegairahan berpolitik. Artinya, jika tidak ada harapan kemakmuran, untuk apa orang berpolitik. Apalagi kita masuk pada era Metaverse, dimana semua orang bisa mengakses kebijakan tanpa melalui partai politik. 

Tetapi, kita harus ketahui bahwa politik secara Makro hanya bisa di sebut berpolitik, kalau menghasilkan keadilan. Jika kita baca kamus, Sinonim dari Politik adalah Justice. kalau keadilan tidak di hasilkan dalam politik, artinya negara menelanatarkan semua potensi manusia untuk hidup dengan harapannya sendiri.  

Rumusan konstitusi kita dalam merancang kemakmuran, melalui tiga institusi. Pertama, Koperasi. Kedua, Badan Usaha Milik negara (BUMN) dan ketiga, Korporasi. Tidak ada orang yang anti bisnis. Akumulasi itu adalah hak dari pebisnis. Tugas korporasi memang melakukan akumulasi. Masalahnya adalah negara tidak mendistribusi hasil akumulasi. Jadi, yang terjadi adalah ketimpangan. Silahkan lakukan Akumulasi. Tetapi, Tugas negara adalah melakukan distribusi. Yang berbahaya lagi, jika negara bersama-sama dengan Korporasi mengakumulasi kapital, tanpa mempersoalkan distribusinya. Di titik itulah, Tugas Partai Politik adalah menghalangi atau menangih negara untuk melakukan distribusi. Sebab, jangan sampai Akumulasi tersebut, hanya di nikmati oleh 1 persen orang.

Dari sejak zaman aristoteles, politik hanya di sebut politik, kalau menghasilkan keadilan. Artinya, demi menghasilkan keadilan orang berpolitik. Kita tidak bisa mengatakan secara Utilitarian, adil bila sebahagian besar orang menikmati pembangunan. Tidak bisa begitu. Adil itu ketika tidak ada lagi tatapan mata yang menahan rasa lapar. 

Kalau itu bisa kita lakukan, maka semua orang akan merasa bahwa berpolitik artinya kemampuan untuk mempunyai akses yang sama terhadap akumulasi. Hak itulah yang harus kita pastikan, ada di dalam setiap kampanye Partai politik. 

Saya sampai berpikir, apa sebenarnya yang membuat orang sehingga berebut kekuasaan - Baik itu Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif?. Karena ada satu kehidupan yang berlaku, mau sistem politiknya apa saja, yaitu Neraca kebaikan dan Keburukan. Jika kita mengalami Neraca dan defisit, kita akan hilang. Maksudnya, kalau kita datang pada kekuasaan dan menyedot  - mengambil lebih banyak, ketimbang memberi. Kekuasaan itu akan berubah menjadi sumber kesepian. 

Makanya yang enak saat orang berkuasa, cuman waktu pelantikan saja. Tetapi, setelah itu kita akan bekerja di ruang yang sepi. Tidak akan ada tepuk tangan setiap saat, kita di batasi juga masa jabatan, kita akan jadi sejarah, setelah itu Orang-orang akan menulis tentang kita dan hal itu adalah sesuatu yang kita tidak bisa bela. Karena, akhirnya yang di tulis oleh orang adalah Manfaat yang kita berikan. Kalau manfaat kita lebih besar saat berkuasa atau kita mendapatkan manfaat lebih besar dalam kekuasaan dan tidak memberi yang banyak, kita akan menjadi orang yang kesepian. 

Ada satu orang pemimpin, menulis tentang kesan spiritualnya saat ia berkuasa, "waktu kita berkuasa kita tidak punya lawan dan saat kita tidak berkuasa kita tidak punya Kawan". Mengapa demikian?. Karena, saat itu kita tidak punya kuasa untuk membela diri. Manfaat yang kita berikanlah yang membela kita. 

Saya tidak pernah memandang politik itu lebih dari satu cara membangun masyarakat. Saya percaya bahwa masyarakat lebih kuat dari negara. Sebab, negara itu hanyalah organisasi yang sederhana, mudah di rombak, yang susah adalah membangun masyarakatnya. Misalnya, apa perbedaan masyarakat Rusia dan Amerika. Di rusia, banyak pemimpin kuat. Tetapi, yang susah adalah masyarakatnya tidak terlalu subur melahirkan pemimpin. Karena akhirnya, orang di doktrin bahwa orang rusia hanya cocok dengan pemimpin yang kuat. Jadi, mereka mulai mendeligitimasi masyarakat dan mengagungkan pemimpin yang kuat - Super Man. 

Kehidupan bersama itu di organisasi secara bersama dan negara adalah Organisasi sosial. Negara harus di kembalikan kepada Fungsi dasar sebagai organisasi sosial. Jadi, masyarakat yang baik dan sehat adalah masyarakat yang kelahiran pemimpin di dalamnya terjadi secara Natural dan reguler. Sehingga organisasi pemimpin tersebut tidak tergantung pada satu orang. 

Mengapa ada orang yang perlu mempertahankan kekuasannya sampai 3 periode, 4 periode bahkan 5 periode?. Karena, dia tidak percaya bahwa orang lain bisa. Kita percaya, bahwa hanya kita yang bisa. Makanya, saya ini termasuk orang yang tidak terlalu percaya dengan pemimpin kuat. Orang itu menjadi kuat, karena sistem. Walaupun pemimpin bisa menciptakan sistem yang bagus, kalau dia punya niat yang lurus. Jadi, setiap saya bertemu orang-orang penting, saya tidak punya baririer yang bernama wibawa - mau dia adalah koalisi atau oposisi. Menurut saya, sama saja.

Pemimpin itu tidak boleh di biarkan kesepian dan sendirian. Begitu seorang pemimpin tidak punya seorang kritikus, sesungguhnya pemimpin tersebut kesepian. Dulu, di dalam Tradisi Arab, ada Istilah Nadimun Khalifah, seperti penghibur seorang Khalifah. Siang hari Khalifah ini berkerja mengurus rakyat, sehingga malam harinya Raja Tersebut perlu Hiburan. Nah, Selalu ada Orang di sekeliling Raja yang kerjanya bercerita tentang anekdot yang membuat raja Tertawa. Nama orang tersebut adalah Bahlul.

Coba kita masuk di dalam Suatu perenungan yang Maha Dahsyat, karena saya berupaya melihat dimensi Irasional - dimensi yang tidak bisa di terangkan secara Rasional yaitu kemampuan untuk mengukur diri kita Sendiri.

Sialnya dalam politik, rasa sunyi itu hanya terjadi 20 menit sebelum dia tidur. Selebihnya kan tidak. Jadi, kesunyian menjadi bagi dia. Saya membayangkan hal itu juga pada Pak Harto, kesunyiannya tiba 20 menit setelah dia bercakap-cakap dengan Pak Habibie. Lalu memutuskan, bahwa saya berhenti. Hal itu di kenal dengan Kesunyian yang eksistensial, yang akan orang kenang, jauh setelah peristiwa itu berakhir. Kalau kita kaitkan dengan Pak Jokowi, dia juga berpikir, siapa yang akan memahami saya, 1 hari setelah 2024. Apakah dia akan di olok-olok. 

Apa perbedaan indonesia dan Kuwait?. Di indonesia, sejelek-jelek jeleknya orang, se miskin-miskinnya orang, begitu dia lahir dan melek, dia punya kesempatan untuk menjadi presiden. Tetapi, di kuwait - se- ganteng-gantengnya orang, se kaya - kayanya, se-pintar-pintar orang. Tetapi, begitu anda lahir dan bukan dari keluarga raja, anda tidak punya kesempatan menjadi raja. Jadi, satu peluang dari Hidup anda, terpotong oleh sistem itu sendiri. Jangan sampai Orang Kuwait pun akan berpikir sama pada Keadaan Indonesia saat ini dengan PT - Presidensial Thershold 20 %.

Hak pemimpin yang Paling Fundamental adalah Haknya mendapatkan Nasehat dari Rakyat. Mengapa Kita Kritik presiden, Karena ada Basis yang dia ucapkan yaitu dia akan kembali kepada rakyat. Tetapi, hal itu tidak terjadi. Jadi sebetulnya kita kritik, karena dia mengingkari hal yang potensial untuk dia lakukan. Karena, Presiden jokowi adalah orang pertama yang datang dari Rakyat, mestinya dia mengucapkan kembali konsep rakyat tersebut. Lain ceritanya jika yang memimpin adalah Prabowo. Sebab, ia tumbuh dalam Tradisi Militer. 

Artinya, Pak Jokowi Gagal memanfaatkan momentum sejarah untuk Mengembalikan Fungsi Rakyat secara sentral. Walaupun kita tahu, bahwa Konsep Rakyat di indonesia berbeda dengan Konsep rakyat di prancis. Kalau kita menyebut rakyat di prancis, Rakyat itu adalah Hasil dari satu revolusi besar, sehingga pulih ingatan tentang rakyat. People adalah Seseorang yang pernah memberontak pada Raja. 

Rakyat di indonesia tidak demikian, bahkan Rakyat dianggap sebagai wong cilik. Jadi mental itu masih melekat pada kita. Makanya parpol-parpol harus mengevaluasi diri, paling tidak mengembalikan pengertian Rakyat, agar demokrasi berbasis pada kepentingan rakyat. Sepanjang Rakyat masih di terjemahkan sebagai wong Cilik, selama itu pula rakyat menjadi Mainan Oligarki. 


*Pustaka Hayat

*Pejalan sunyi

*Rst

*Nalar Pinggiran


Kamis, 05 Januari 2023

IMPERIUM MONGOL DAN TIMURIYAH - TIMUR LENK

Kekaisaran atau Imperium Mongol awalnya sebuah Suku kecil yang berada di Stepal Eurasia - Eropa Asia yang membentang dari Hongaria (Eropa Timur) sampai Mongol (Asia Timur) adalah Wilayah yang paling luas. Adapun Manusia yang hidup di Stepal Eurasia adalah mayoritas penduduk yang hidupnya Nomaden. Kebiasaan bangsa manusia yang hidup di Stepal Eurasia adalah kasar, keras, Liar dan merusak.

Di stepal Eurasia itulah, ada salah satu suku yang bernama suku Borjigin, yang di pimpin oleh Kepala Suku bernama "Ya Shu Ghei Khan". Waktu itu, Beliau di segani kawan dan di takuti oleh lawannya.

Dari Sosok Ya Shu Ghei Khan inilah, lahirlah seorang "Temu Jhin" atau yang belakangan kita kenal dengan "Genghis Khan". Mengapa Genghis Khan di beri nama Temu Jhin?. Sebenarnya Ya Shu Ghei sebagai seorang Kepala suku yang mempersatukan Semua Suku stepal Eurasia, sedang berupaya memandamkan pemberotakan salah satu suku yang terdapat di wilayah mongolia raya, yaitu Suku Tartar. 

Dalam peperangan antara Suku Tartar dan Suku Borjigin, nyaris saja Suku Tartar di binasakan oleh Suku Borjigin. Namun, begitu Kepala suku Tartar hendak di penggal kepalanya oleh Ya Shu Ghei -kepala Suku Borjigin, terdengar dari dalam tenda seorang prajurit dari suku Borjigin memanggil, "Wahai Ya Shu Ghei yang Agung, Khan Yang Mulia, tolong hentikan sejenak peperangan. Sebab, telah lahir seorang anak laki-laki yang akan menjadi pewarisMu".

Anak laki-laki yang lahir diantara peperangan antara suku itulah di beri nama Temu Jhim Khan atau Genghis Khan. Mengapa di namakan Temu Jhin?. Karena nama Kepala Suku Tartar yang tidak jadi di penggal kepalanya oleh Ya Shu Ghei, bernama Temu Jhin. Sebagai bentuk kebijaksanaan Ya Shu Ghei kepada Bangsa Tartar, ia mengampuni dan menjadikan Nama kepala sukunya sebagai Nama anaknya. Selain itu, setelah peristiwa tersebut, suku Tartar menyatakan dirinya sebagai bahagian dari suku Borjigin.

Ketika Temu Jhin kanak-kanak, ia mengalami Fase yang mengenaskan. Sebab, ayahnya di Kudeta oleh keluarganya sendiri dan Suku-suku yang telah di taklukkan oleh Suku Borjigin Berbalik melawannya. Bahkan, Ayah Dari Temu Jhin di bunuh dan Nyaris Membunuh Temu Jhin juga. Tetapi, Temu Jhin di selamatkan oleh salah satu pengawal setia Ayahnya. Akibat di tinggalkan ayahnya yang mati terbunuh, Temu Jhin menggelandang kemana-mana, bahkan hampir menjadi budak yang di perjual belikan di pasar. Ia menjadi Buron, 40 tahun usia pertamanya habis karena di buru. 

Di selamatkan dari Pembunuhan, oleh pengawal setia ayahnya dahulu, adalah awal pembetukan karakter temu Jhin sebagai seorang Prajurit Handal. Realitas yang ia alami semasa kanak-kanak, akhirnya membentuk karakternya yang kasar, keras dan pendendam. Makanya, ketika ia mendapatkan kepercayaan dari prajurit tempur pasukan Dan kawan setia ayahnya, ia menjadikan ambisi dan dendamnya untuk kembali mempersatukan semua suku di stepal Eurasia dengan peperangan. Bahkan ia melakukan ekspansi Keluar wilayah mongol yang selama ini kerap bersiteru dengan suku-suku di Stepal Eurasia. Makanya, Ketika kita membaca sejarah, Kerusakan yang timbulkan oleh Ekspansi bangsa mongol terhadap entitas atau bangsa lain, sangat luar biasa. Selain itu juga, Keberhasilannya Menaklukkan dan menundukkan semua suku-suku di Stepal Eurasia, maka ia di daulat sebagai raja diatas para raja, kaisar diatas para kaisar dan Khan diatas para khan, dengan Gelar GENGHIS KHAN.

Pada Tahun 1206 Genghis Khan di tetapkan sebagai penguasa di semua tanah Mongolia dan pada tahun itu juga Genghis Khan mulai melancarkan Ekspansi ke wilayah Timur, dengan Menaklukkan bangsa atau Imperium di Tiongkok. Setelah menaklukkan semua bangsa-bangsa di Tiongkok, Setengah dari Populasinya pun ikut di binasakan. Genghis Khan meluaskan ekspansinya ke wilayah barat, yang kita kenal sebagai wilayah yang tak terpisahkan dari pemerintahan Islam - Kesultanan Khawarizme ( Asia Tengah sampai Persia). Kesultanan Khawarizme adalah Kesultanan di bawah Kekhilafaan Abbasyiah.

Pada saat yang sama, Genghis Khan dengan Mongolnya telah mengikat perjanjian dengan Kekhilafaan Abbasyiah, bahwa untuk menghindari Invasi Kerajaan Mongol ke Jantung Kekhilafaan Abbasyiah - Baghdad, maka biarkan Imperium mongol merebut kuasa orang-orang Khawarizme. Jadi, saat Kerajaan Mongol mengekspansi Teritorial Kekhilafaan Abbasyiah, Khilafah dari Bani Abbas, hanya diam dan Menonton saja.

Setelah menaklukkan Khawarizme, Genghis Khan dan Pasukannya Memperluas wilayahnya Ke utara - Siberia dan lansung menusuk ke wilayah yang lebih barat, yaitu Armenia, Azerbaijan, Sampai Ke wilayah Kaukasiah dan Rusia.

Ketika Genghis Khan wafat, tahun 1227, tercatat wilayah kekuasaan dari Imperium Mongol, kurang lebih 30 juta Km dengan menghimpun lebih dari 100 juta Manusia. Bahkan Tercatat pula, sekitar 30 Juta manusia yang di binasakan oleh Imperium Mongol. Hal itu baru di masa Genghis Khan, belum di akumulasi dengan Masa cucu-cucunya, seperti Hulaghu Khan, Sosok yang menghancurkan Kekhilafaan Bani Abbasiyah Di Bagdad pada tahun 1258.

Di abad ke 13, Ketika Imperium Mongolia sedang diatas angin. Kita ketahui saat itu juga Adalah masa Kekhilafaan Dinasti Abbasyiah, yang banyak sekali Kesultanan-kesultanan Kecil  islam yang tetap Membaiat kepada Baghdad. Salah satunya adalah Kesultanan Khawarizme atau di daerah Asia tengah, seputar Samarkand. Wilayah Kekuasaan Kesultanan Khawarizme yang di Pimpin Oleh Sultan Alauddin.

Awal mula peperangan Imperiun Mongol dengan Kesultanan Khawarisme, saat Rakyat Imperium mongol yang melakukan Niaga ke wilayah kesultanan Khawarizme yang di duga adalah Intel dan mata-mata yang mengumpulkan informasi, di tangkap dan di bunuh oleh Penjaga perbatasan kesultanan Khawarizme. Pembunahan terhadap rakyatnya yang melakukan perdagangan Terdengar oleh Genghis Khan, sehingga Ia berang dan mengirimkan Surat ancaman, agar Sultan Alauddin menyerahkan penjaga perbatasan yang membunuh Rakyat Mongol. Jika tidak, maka Imperium Mongol dengan sendirinya akan datang dan menangkap, bahkan Melucuti kekuasannya Khawarizme.

Memang Kekuasaan Islam pada abad 10 - 11 yang pimpin para sultan, Para wali dan para Emir memiliki kakuasaan Otonom yang Luas. Mereka sendiri yang menentukan semua kebijakannya, dari berbagai aspek atau dalam Terma Lainnya di sebut sebagai Desentralisasi. Sehingga, kewenangan pusat Tidak terlalu berpengaruh. Padahal, dalam waktu yang Bersamaan, Imperium mongol sedang merambat keluar dari Stepal Eurasia.

Wilayah Islam Yang pertama di Taklukkan Imperium Mongol adalah Khawarizme. 10 tahun kemudian, Kesultanan Khawarizme, lenyap. Janji Genghis Khan untuk tidak menganeksasi Dinasti Abbasyiah 20 Tahun kemudian di ingkari oleh cucunya, Hulanghu Khan. Ia menginvasi Baghdad sampai luluh lantak, bahkan hampir semua Rakyatnya Di bantai dan bunuh.

Ketika Genghis Khan meninggal, maka Kekuasaamnya di bagi kepada empat orang anak laki-lakinya ; Ogodie Khan, Jochi Khan, Jagaitai Khan, dan Tulig Khan. Anak Laki-laki tertua dari Genghis Khan adalah Ogodie Khan, ia di warisi Kekuasaan Mongol yang paling megah dan besar - Ibu Kota Mongol. "Jagatai Khan", di warisi kekuasaan di asia Tengah. "Tulig Khan", di warisi Asia Tengah sampai Persia. Sedangkan, "Jogchi Khan", di warisi kekuasaan di wilayah Rusia hingga ke wilayah siberia. Saudara Sepupu Hulaghu Khan, yaitu Khubilai Khan mewarisi generasi ke tiga dari kekuasaan mongol Raya, bahkan membentuk dinasti Yuan yang beribu kota di wilayah Nangjing, yang kelak di sebut sebagai Beijing.

Ketika masa Hulanghu Khan, anak dari Tulig Khan Bin Genghis Khan berkuasa atas wilayah Ilhanad, wilayah yang membentang dari Asia Tengah sampai Persia, yang berbatasan dengan wilayah Kekuasaan Kekhilafaan Bani Abbasyiah. Maka, Hulaghu Khan memandang Bani Abbasyiah sebagai seteru dan menganggap perjanjian Kakeknya sudah tidak berlaku lagi.  Karena telah melewati dua generasi. Pada saat yang sama, wilayah-wilayah kekuasaan islam seumpama Hidangan yang lezat untuk segera di taklukkan. Saat itu Juga Hulaghu Khan memiliki Permaisuri yang beragama Kristen lestorian, panglima perang Hulaghu Khan juga beeragama Nasrani. Ihwal itulah sehingga Mongol menjalin kekerabatan dengan Pasukan salib. Sedangkan sejak abad ke 10, 11 dan 12. Kekuasaan Islam terus berperang dengan pasukan salib untuk memperebutkan Yerusalem. Maka, dari arah barat ancaman gempuran Pasukan Salib dan dari arah Timur ancaman Dinasti ilhanad - Mongol.

Pada tahun 1258 Dinasti Abbasyiah Luluh lantak di bawah Khilafah Al Muhtasin billah. Tidak hanya kotanya yang Hancur, tetapi perpustakaan dan universitas Baitul Hikmah yang di gagas oleh Harun Ar Rasyid di ratakan oleh Mongol. Kitab-kitab Klasik semenjak Harun Ar Rasyid berkuasa di jadikan sebagai Jembatan untuk menyebrangi sungai tigris, Khurrat, dajlah dajlah. Bahkan Warna sungainya berubah Hitam, karena tinta-tinta Kitab yang di jadikan sebagai Jembatan.

Ihwal itulah, Imam Al Marobi menyatakan keluarnya bangsa Tartar dari Stepal Eurasia, sejak masa Temu Jhin dan sampai Cucunya Hulaghu Khan, merupakan salah satu episode keluarnya Ya'juj dan Ma'juj dari utara.

Tetapi, bahagian yang Luar biasa dari episode ini adalah, Cucu Temu Jhin yang lainnya telah masuk Islam dan sangat mwmbenci kelakuan Hulaghu Khan.

Kekuasan Mongol yang terdapat di Rusia sampai siberia - (Golden Horde) Generasi Keemasan. Di bawah kekuasaan "Berge Khan" anak dari Jogchi Khan, ia berkuasa satu tahun sebelum Hulaghu Khan Mengivasi Baghdad. Ia masuk Islam Pasca atau di kenal sebagai mukmin yang taat pasca Baghdad Hancur. Tetapi, telah mengenal Islam Jauh sebelum Baghdad Hancur. Ia masuk islam karena bertemu dengan seorang Syaikh di salah satu wilayah Bukhara.

Kekuasaan Hulaghu Khan - Ilhanad tidak hanya ingin menghancurkan Peradaban Islam di Baghdad. Tetapi, ia berkeinginan menghancur leburkan peradaban Islam yang terdapat di wilayah timur tengah, salah satu yang di bidik adalah wilayah kekuasaan orang Orang Turki dan Mesopotamia - Irak ke arah anatolia. Termasuk juga berupaya menguasai wilayah Syam (Suriah, Palestina, Yordania hingga Lebanon), yang saat itu merupakan wilayah kekuasaan Dinasti Mamluki. Pada saat yang bersamaan juga Hulaghu Khan ingin menguasai Mongol Raya, padahal Mongol Raya telah di wariskan kepada Kakak Ayahnya. Ia berasumsi, karena telah berhasil menduduki wilayah-wilayah barat. Maka, Ia berkeinginan untuk diangkat sebagai The Great Khan - Raja diantara seluruh Khan.

Akibat ambisi yang menggila Hulaghu Khan, Cucu Genghis Khan yang Lainnya yaitu Berge Khan tidak suka dengan apa yang di lakukan oleh Hulaghu khan, di samping karena ia telah memeluk Islam. Maka, Berge Khan menjalin aliansi dengan Kerajaan-kerajaan Islam yang anti terhadap Mongol, seperti Seljuk di Turki yang menguasai anatolia. Lalu, menjalin Hubungan dengan Penguasa Mamluki, yang menguasai Wilayah Damaskus hingga Kairo.

Secara Umum, kita bisa mengatakan bahwa kekuasaan Imperium mongol, hanya bisa saingi oleh Imperium Britsh - inggrsih Raya yang menjadikan wilayah-wilayah jajahannya sebagai Koloni. Tetapi, bedanya Inggrish Raya, bangsa-bangsa Koloninya Jauh dari Ibu Kota Kerajaannya. Tidak seprrti Mongol yang luas wilayahnya tidak di pisah oleh laut bahkan kerajaan. 

Masa kejayaan Imperium mongol yang besar dan luas, tak tertandingi dengan peradaban manapun di dunia. Tetapi, terbilang singkat. Hanya berkisar diantara tahun 1206 sampai 1360. Mengapa singkat? Karena dasarnya Orang-orang mongol adalah orang yang tidak beradab, kasar dan kepala batu. Sementara Trend Dunia telah berubah, akibatnya mereka tertinggal. 

**

-IMPERIUM TIMURIYAH-

Kekuasaan Timurid atau Imperium yang di bangun Oleh Amir Timur Lenk yang berkuasa dari abad ke 14 - 16.

Kemunculan dari kekuasaan Timurid, berawal dari pecahan konfederasi orang-orang mongol. Sebagaimana yang saya sampaikkan di atas tentang Mongol, bahwa Kekuasaan mongol di bagi-bagi kepada anak Genghis Khan, secara Khusus kepada anak keduanya yang bernama "Jagatai Khan", yang memerintah di Ilhanad.

Salah seorang menteri kepercayaan kabinet pemerintahan Jagatai Khan di Ilhanad, memiliki Keluarga bernama Taragai Khan seorang kepala suku dari kalangan Tartar Mongol dari Suku Barlas. Dia Memiliki sosok anak, yang sejak kecil memiliki kemampuan perang dan Jiwa Leadership Yang mumpuni. Kelak anak - anak ini di kenal sebagai Emir Timur Lenk.

Sejak Kecil Emir Timur Lenk sudah terbiasa dengan Tradisi orang mongol dalam Menjinakkan Kuda-kuda Liar di wilayah Stepa Euarasia atau yang berada di wilayah kekuasaan ayahnya, yang berkhidmat pada Kekusaan Jagatai Khan Bin Temu Jhin. Selain itu, Emir Timur Sejak kecil sampai masa mudanya kerap ikut dalam Ekspedisi Peperangan Yang di Komandoi "Jagatai Khan". Artinya, sejak kecil Ia sudah terbiasa dengan Tradisi Militer yang ada di suku-suku Tartar atau Mongol yang ada di asia tengah.

Semenjak kematian Jagatai Khan Bin Temu Jhin, wafat. Anak-anak dan cucu-cucunya memperebutkan Tahta kekuasannya di Asia tengah. Timur Lenk atau Emir Timurid bergabung bersama salah satu anak Dari Jagatai Khan, yang di kenal dengan Amir Kazzagkhan. Amin Kazzagkhan adalah salah satu penguasa diantara Transoksonia, yang waktu mereka hidup bersama sepupu rumpun bangsa mereka, yaitu orang-orang Turki, Tartar, dan Turkmen, termasuk juga dengan orang-orang Uzbekistan dan Kazagastan.

Penerus kekuasaan Jagatai Khan yang ada di wilayah asia Tengah sampai masuk ke wilayah Asia Utara - Afganistan dan Kazagstan akhirnya jatih ke tangan kekuasan, Amir Kazagkhan. Ketika Amir Kazagkhan meninggal, kekuasaannya di gempur oleh Tugluk Timur Khan, yang juga masih termasuk keluarga dari orang-orang mongol, khususnya Dari Wilayah Ilhanad - anak keturunan dari Hulaghu Khan.

Jadi, setelah kehancuran Mongol raya, mereka bersiteru satu sama lain.

Timur lenk adalah seorang anak pemuda berasal dari wilayah Transoksonia, yang berkhidmat pada Amir Kazagkhan. Dia sangat mahir dalam Strategi perang. Tetapi, karena  kalah dari anak keturunan Hulaghu Khan, yaitu Tuglug Khan. Tuglug khan memperhatikan kejeniusan timur lenk, maka diangkatlah Timur lenk menjadi amir atau Gubernur di wilayah ia berasal. Namun, hal itu hanya bertahan satu tahun saja. Sebab, Setahun berikutnya Tuglug Mengganti Timur Lenk dengan anaknya Sendiri, Yaitu Ilyas Hoja.

Tidak terima di gantikan oleh Anak Tuglug Timur Khan, Timur Lenk mengkonsolidasi kekuatannya dengan Anak keturunan Amir yang dulu di kalahkan oleh Tuglug, yaitu Amir Husain, sehingga Timur lenk berhasil mengkudeta Ilyas Hodja, anak Tuglug dan mengambil alih posisinya sebagai Gunernur. Bahkan, Timur lenk berhasil mengalahkan Tuglug Timur Khan di Ilhanad. Maka, Wilayah dari Warisan Jagatai Khan atau Asia Tengah di kuasai sepenuhnya Oleh Amir Timur lenk dan Amir Husain. Tetapi, tidak berselang lama, Amir Timur Lenk mengkudeta Amir Husain juga, karena Amir Tinur Lenk ingin berkuasa sepenuhnya di wilayah asia Tengah.

Pada tahun 1370, Timur Lenk telah menjadi Raja atas Wilayah asia tengah, tidak hanya itu dia juga mendirikan Ke-Emiran Atas nama dirinya, yaitu Timuriyah.

Timur lenk bercita-cita mengembalikan supremasi bangsa Mongol, warisan Temu Jhin Khan, sekaligus Warisan Jagathai Khan. Bahkan, ketika Timur Lenk berkuasa, ia menyatakan jika ada satu Tuhan di alam semesta. Maka, sungguh harus ada satu raja diatas permukaan bumi. Jadi, Timur lenk berambisi menjadi Raja diatas permukaam bumi dan hanya dia.

Kekuasaan Timur Lenk membentang, dari Asia tengah sampai Asia barat - anatolia (Turki Hari ini), hingga India Utara atau 1/3 dari wilayah kekuasaan mongol.

Sosok Timur Lenk juga berkeinginan mempersatukan kembali Peradaban Islam yang telah tercerai berai pasca Serangan Hulaghu Khan. Tersisa hanya kerjaan Mamluki dan Seljuk di daratan tersebut. Bahkan, Timur Lenk mengekspansi wilayah Hindustan, karena dia menganggap kekuasan islam di wilayah India Utara, terlalu lembek.

Timur lenk sendiri adalah seorang Muslim, yang aliran Teologinya Adalah Naqsabandiyah. Sekalipun banyak ahli sejarah Islam yang masih mempertanyakan Keislaman Timur Lenk. Tetapi, Timur lenk banyak berguru pada Ulama-ulama kenaamaan waktu itu, bahkan pernah berguru pada salah satu anak keturunan Dari Sayyid Husain yang ada di Uzbekistan.

Ekspansi Kerajaan Timurid juga masuk sampai ke Wilayah Persia dan Mesopotamia. Bahkan menghancurkan salah satu dinsti di persia. Efek kerusakan yang di ciptakan Oleh ekspansi Timurid dalam sejarah yang di ceritakan memang sangat luar biasa. Tidak hanya itu, Kerajaam Timurid juga menantang Kerajaan Mamluki, yang dulu memukul mundur Orang tartar Mongol.

Tidak berhenti di situ, ekspansi wilayah Timur Lenk sampai memasuki Wilayah Golden Horde, padahal kita ketahui bahwa Golden Horde, saat itu di bawah kekuasaan dari anak keturunan Genghis Khan juga. Setelah menghancurkan, Golden Horde, Timur lenk melakukan Invasi kepada Mokow. Sama seperti semua Kerajaan yang di kalahkan, pasti di hancurkan dan di bumi Hanguskan. Ihwal itulah  dalam pandangan orang-orang rusia moderen, timur lenk dianggap sebagai penjahat perang. Teroris. Setelah Uzbekistan memisahkan diri dari wilayah konfederasi negara-negara merdeka pasca Bubarnya Soviet. Barulah Amir Timur Lenk di daulat sebagai pemersatu bangs Turki Mongol  yang mengidentikkan diri sebagai Bangsa Uzbekistan. Tanah kelahiran Sosok Uzbek Khan.

Timur Lenk juga menantang dan berperang dengan Kekuasaan Turki Utsmani, di bawah pimpinanan Bayasid. Saat itu Kekuasaan Turki Ustamani sedang dalam Pembangunan. Tetapi, pasukannya Luamayan Tangguh, karena sedang mengepung Konstantinopel dan Romawi, serta berhasil mengalahkan pasukan salib.  Tetapi, harus mengakui Kekuatan Timur Lenk

Setelah Timur Lenk Wafat di tengah Perjalanan untuk kembali ke Ibu Kota Timurid - Samarkand, Kerajaan Timurid di perebutkan oleh kedua anaknya. Akhirnya anak keduanya berhasil naik tahta, tetapi hanya setahun. Sebelum di kudeta oleh anak ketiga dari Timur Lenk, yang memerintah sangat lama. Karena kebijaksanaan dan Ketegasannya. Berbanding terbalik dengan kedua kakaknya dan ayahnya.

Mengapa ada anak Timur Lenk yang berbanding terbalik dengan Kakak dan ayahnya?. Saat Timur lenk hendak Menginvasi Asia Barat - Damaskus dan Syiria, yang saat itu di bawah pimpinan seorang Sultan Faraz. Sultan Faraz ini tahu betul karakter Timur Lenk yang tidak bisa di tolak, sehingga meminta perjanjian damai dan berkhidmat kepada Timur Lenk sebagai penguasa Islam dari samarkand. Lalu, Penguasa Syam, Sultan Faraz mengutus Ulama Tersohor - Ibnu Khaldun sebagai Juru perdamaian. Bahkan dalam catatan sejarah, Ibnu Khaldum memberi Nasehat kepada Timur Lenk, agar tidak mendzolimi sesama muslim.

Timur Lenk menerima Nasehat ibnu Khaldun, karena Ia mengetahui bagaimana Memuliakan Ulama. Tetapi, kalau meminta Agar Timur Lenk mengubah kebiasaan sebagai Bangsa Penakluk, itu sungguh sesuatu yang berat. Tetapi, mohonlah kepada Allah. Semoga Kelak, ada anak Keturunanku - Timur Lenk, bisa memenuhi apa yang kalian inginkan, menjadi Sosok penguasa adil dan Bijaksana.

Ihwal itulah, sehingga Anak ketiga dari Amir Timur Lenk, yaitu Amir Syahrul Khan, di kenal sebagai Penguasa yang adil, Bijaksana dan tegas, Yang berkuasa kurang lebih 42 tahun.


*PUSTAKA HAYAT

*PEJALAN SUNYI

*RST

*NALAR PINGGIRAN


Rabu, 04 Januari 2023

NOBEL DAN JEJAK - JEJAK MERCUSUAR PERADABAN ISLAM YANG HAMPIR FOSIL

Di abad Modern sampai Post Modern, Peradaban sebuah bangsa atau Peradaban yang terdepan sangat Bergantung pada penguasaannya terhadap Sains dan Teknologi. Salah satu Variabel keunggulan sains Dan teknologi suatu bangsa adalah kemenangan Nobel. 

Nobel adalah penghargaan internasional yang di berikan kepada mereka yang memberikan kontribusi bermanfaat terhadap peradaban atau Ummat Manusia. Diantara Jenis Nobel adalah Nobel Sains dan Non Sains. Nobel Sains, ssperti Terknologi, Filsafat, Fisika, Biologi, kimia, kedokteran, ekonomi. Sedangkan Non Sains, seperti Sastra, perdamaian, Literatur, dsb. 

Penghargaan Nobel sendiri di mulai oleh Alfred Nobel adalah seorang Ahli Kimia, Insinyur dan Industrialis. Ia berasal dari Swedia, yang terkenal karena penemuan dinamit pada Tahun 1901. 

Ihwal itulah, Namanya di abadikan sebagai bentuk penghargaan terhadap setiap orang atau Kelompok yang meraih kemenangan Nobel dan terus berlanjut sampai sekarang. Setiap pemenang menerima emas, diploma dan penghargaan uang. 

Tercatat Hingga tahun 2021, penghargaan Nobel telah di berikan kepada 975 pemenang, baik individu maupun organisasi. Untuk Kategori Sains sebanyak 631 Pemenang. Kategori Non sains sebanyak 344 pemenang. Sebahagian besar individu atau Organisasi pemenang Nobel berasal dari agama Nasrani, sebanyak 68% dari Total Keseluruhan pemenang Hadiah Nobel. Lalu, di susul dari agama Yahudi, kurang lebih 20,8% dari total jumlah pemenang. Sedangkan, Individu dan Organisasi yang Berasal dari Agama Islam, hanya 1,3 % dari total Jumlah pemenang Hadiah Nobel. Lalu, berasal dari agama Hindu 0,8% dan dari agama Budha, 0,4 %. 

Jika kita uraikkan berdasarkan Indikator sains, hanya ada tiga orang yang berasal dari agama Islam pernah memenangkan hadiah Nobel, yaitu "Abdu Salam (1979)", keturunan Pakistan. "Ahmet Zewali (1999)", keturunan Mesir yang menang di bidang Kimia dan "Azis Sancar (2015)", keturunan Turki, yang menang di bidang Kimia. 

Beradasarkan indikator sains itu juga, Orang atau Organisasi Dari agama Hindu, belum ada yang pernah memenangkan Hadiah Nobel. Sedangkan, Dari Agama Yahudi, sebanyak 147 pemenang dan Dari agama Nasrani, sebanyak 418 orang. 

Kategori Non Sains ; Dari agama Budha, ada 4 orang pemenang. Dari agama Hindu, ada 4 orang pemenang. Dari agama Islam, ada 10 orang pemenang. Dari agama Yahudi, ada 56 pemenang, Dan dari agama Nasrani, ada 248 orang. 

Jika kita telusuri lebih jauh dalam konteks Jumlah populasi atau penduduk dunia, sejumlah 7,8 Milyar. Penduduk bumi yang beragama Nasrani, Kurang lebih 2,5 Milyar atau 32,1% Populasi atau penduduk. mereka telah memenangkan sebanyak 66% dari total hadiah nobel dalam kategori Sains. Sementara Islam, dengan Jumlah Populasi 1,8 Milyar penduduk atau Kurang lebih 24,5 % dari Total Jumlah penduduk bumi, Hadiah Nobel yang di menangkan Hanya 0,5 %. Populasi manusia yang beragama Hindu sebanyak 1,6 Milyar atau kurang lebih 15 % dari Total populasi manusia di dunia. Mereka Hanya memenangkan 0,5 % dari total hadiah nobel. Populasi manusia yang nerasal dari agama Budha 506 Juta atau 5% dari populasi dunia, mereka belum memenangkan apapun. Populasi manusia dari agama Yahudi hanya 20 Juta atau Kurang lebih 0,18% dari jumlah Populasi di dunia, mereka sudah memenangkan Hadiah nobel 23,3% dari total hadiah nobel. 

Belakangan ini atau sejak abad 19, 20 dan 21 hampir semua ilmuan berasal dari Eropa. Nama-namanya kita bisa cari sendiri dengan membaca. Lucunya, nyaris kita tidak temukan atau jarang mengemuka Ilmuan yang datang dari dunia Islam. Memang peraih Nobel di Abad-Abad yang saya Maksudkan tidak dapat Di sangkal. Tetapi, beranikah kita merujuk ke abad-abad sebelumnya atau antara abad 7 sampai abad 15. Maka, kita akan tercengang melihat realitas Ilmu Pengetahuan, Hampir semua di Di Isi oleh Ilmuan Muslim

**

Manusia bisa menyebutkan angka atau bilangan, sebagaimana angka yang kita kenal hari ini, di gunakan oleh seluruh manusia di dunia adalah angka yang berasal dari angka arab, di temukan oleh seorang Ilmuan Muslim. Dari situ pengembangan angka-angka di topang juga oleh penemuan angka NOL oleh ilmuan Muslim yang berasal dari India. 

Soal lain Misalnya, Kalau kita melihat bintang di angkasa atau Galaksi Bima sakti, sebanyak 2/3 Bintang dari seluruh bintang, telah di berikan nama oleh ilmuan muslim yang berjaya di Masa Kejayaan Dinasti Abbasyiah.

Kejayaan Islam, termanifestasi ke dalam Tiga zaman yang tercatat dalam sejarah. Pertama, Dinasti Ummayyah, Berlansung pada tahun 661 - 750 atau 29 tahun setelah Nabi Muhammad SAW wafat di tahun 632. Kejayaan Dinasti Umayyah di tandai dengan tingkat toleransi dan keterbukaan yang tinggi, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi dan budaya. Dinasti Ummayyah di pelopori oleh Muawiyah Bin Abi Sofyan, yang memposisikan dirinya sebagai Pimpinan atau Khalifah di Damaskus - Ibu kota Kerajaan Ummayyah. 

Teritori Kerajaan Ummayyah sangat Luas, Sekitar 11 Juta Km persegi, termasuk Asia Tengah, Pakistan, Afrika Utara, Peninsula, Spanyol, Portugal. Teritori Kekuasaan Dinasti Ummayyah jauh lebih besar ketimbang Wilayah kekuasaan Kerajaan Romawi sebelumnya. Mayoritas dari populasi yang ada di zaman Umayyah, selain Beragama Islam adalah Kaum Nasrani. 

Setelah zaman Ummayyah runtuh, Zaman berikutnya adalah zaman Dinasti Abbasyiah, berlansung cukup lama sejak tahun 750 - 1258. Kejayaan Dinasti abbasyiah, juga sangat di warnai dengan toleransi dan keterbukaan. Dinasti Abbasyiah di pelopori Oleh Paman Rosulullah SAW, yaitu Imam ibnu Abbas Bin Abdul muthalib yang hidup sejak tahun 556 - 653 dan sesungguhnya Dinasti Abbasyiah telah berlansung jauh sebelum Tahun 750. 

Teritori Dinasti Abbasyiah atau Luas kekuasannya sangat besar. Beribu Kota Di Kufah - Irak, sejak mengambil alih kekuasaan dari Dinasti Ummayyah. Namun, pada akhirnya Kerajaan Abbasyiah memindahkan ibu Kotanya ke kota Bahgdad di tahun 762 sejak di pimpin oleh Khalifah Al Mansyur. 

Bahgdad menjadi Pusat ilmu pengetahuan, atau Suluh Perabadan dalam Bidang Sains, Filsafat, dll. Dari Rahim peradaban Abbasyiah, Islam menjadi Pusat Ilmu pengetahuan dan Kiblat Sains Yang Sangat luar biasa. Tetapi, berakhir di tahun 1258, saat serangan Mongol - Hulaghu Khan Cucu Genghis Khan. Serangan Mongil ini juga masih menuai perdebatan. 

Manifestasi kejayaan Islam yang ketiga adalah Kerajaan Ottoman yang berlansung paling lama dari tahun 1299 - 1922. Sebagaimana masa keemasaan dinasti sebelumnya, kerajaan Ottoman juga di warnai dengan Sikap Toleransi dan keterbukaan. Hanya saja tidak sekental Kejayaan Abbasyiah dalam konteks Sains dan teknologi. 

Dinasti Ottoman Di prakarsai oleh Sultan Sulaiman Osman 1 dari Anatolia, seorang kepala suku Turkoman. Dinasti Ottoman juga mengakhiri penguasaan Byizantium dengan mengambil alih kota Konstantinopel pada Tahun 1453 oleh Keturunan Sultan Sulaiman Osman, bernama Sultan Mehmed II, yang saat itu Usianya sangat mudah sekali. Mahmed II atau Mahmed Al Fatih adalah seorang Ilmuan - Insinyur Besi. Makanya, dia bekerjasama dengan Ilmuan Hungaria untuk membuat Meriam Raksasa untuk menaklukkan Konstantinopel. 

Di masa Sultan Sulaiman Osman I Ottoman mengalami puncak kejayaan dengan pengembangan sistem pemerintahan ekonomi dan sosial, yang menjadikan Ottoman sebagain pusat interaksi antara Eropa, Timur tengah dan Asia. Ilmu alam di zaman Kerajaan Ottoman tidak secanggih di zaman Abbasyiah dan Ottoman berakhir setelah berakhirnya perang dunia pertama di tahun 1918.

Selain itu, Ottoman tidak pernah menguasai Daerah persia sampai asia tengah (Iran, Pakistan, Turkmenistan, dll). Karena, daerah itu telah di kuasai oleh kekaisaran Persia sendiri, yaitu Timurid, Ghazanavid, safavid. Ottoman hanya menguasai bahagian barat Iran, Armenia dan sedikit bahagian dari Georgia, serta Circassian, bukan wilayah Dagestan secara keseluruhan. 

Pada abad 15 atau tahun 1400 an adalah masa kejayaan ottoman, karena Ottoman mengusai jalur perdagangan Asia (baik darat maupun laut). Bahkan pada abad 16, Ottoman sudah mengusai Teluk Penisula Arab dan terusam Suez di mesir. Itulah sebabnya, Eropa mulai mencari jalur perdagangan sendiri untuk mengakses Asia. Terlebih lagi, Ottoman mengalami masa The Golden Age Of Astrology pada abad Ke 16 dengan ilmuawannya adalah Taqi Al Din. 

Memang benar, bahwa pada abad 16 Ottoman menolak printing Press - mesin cetak dalam peradabannya. Tetapi, bukan berarti itulah sebab terbesar kemunduran dunia islam. Bangsa eropa itu baru Makmur, ketika memasuki abad 18 (1700 an). Dimana saat itu Ottoman mengalami ketidakstabilan politik dan keterlambatan mengadopsi teknologi Printing Press - Mesin Cetak.

**

Kemajuan Sains dan teknologi sangat termanisfestasi di zaman Abbasyiah. Salah satu bukti kegemilangan Sains dan Teknologinya adalah House of wisdom atau Baitul Hikmah. Baitul Hikmah merupakan Tempat yang di buat oleh Raja Al Mansyur. Lalu, pada akhirnya kemudian menjadi perpustakaan yang sangat besar dan spektakuker di masa itu. 

Selain itu, Baitul hikmah menjadi Insitusi pendidikan yang mengumpulkan karya-karya yang sangat luar biasa. kemudian di sempurnakan lagi oleh Khalifah berikutnya yaitu Harun Ar Rasyid yang berkuasa dari tahun 786 - 879 dan tentunya pengembangan Baitul Hikmah di lanjutkan oleh Keturunan Harun Ar Rasyid, yaitu Khalifah Al Ma'mun, Yang mengumpulkan karya-karya bukan hanya koleksi-koleksi pribadi sejak zaman Al mansyur dan Harun Ar Rasyid. Tetapi, mereka mengumpulkan karya-karya dan tulisan-tulisan dari seluruh penjuru dunia. Hal inilah yang membedakan keterbukaan di zaman Abbasyiah dan di zaman kejayaan islam lainnya.

Di Baitul Hikmah atau House Of Wisdom, ada Empat Ilmuan yang bisa di Garis bawahi. Pertama, Ibnu Sina, hidup pad tahun 980 - 1037. Beliau adalah keturunan persia, lahir di Bukhara - kini Uzbekistan. Beliau adalah ahli Filsafat dan Kedokteran, karyanya sangat Terkenal dan menjadi acuan ilmu kedokteran di dunia Islam dan Eropa sampai dengan Abad 19, bahkan masih banyak yang menjadikan teorinya sebagai rujukan dalam Ilmu kedokteran di zaman Kontemporer. 

Kedua, Al Biruni - hidup pada tahun 773 - 1048. Beliau adalah keturunan persia. Tidak seterkenal Ibnu Sina. Tetapi, beliau juga ahli Filsafat, biologi, matematika, Fisika dan Polimate. Bahkan banyak sekali teori-teori Al Biruni di berdayakan dan dijadikan acuan ilmuan terkenal di Eropa dan dunia ratusan tahun berikutnya. Selain itu, Al Biruni juga di kenal sebagai ahli Geologi dan Antropologi pertama, Jauh sebelum Leonardo Da Vinci di Dunia. Al Biruni merupakan Pengikut ilmuan lainnya bernama Al Khawarizme, yang juga hidup di masa Abbasyiah. Al lhawarizme lahir di uzbekistan. Al khawarizme terkenal dengan teori Trigonometri - untuk mengukur panjang lingkaran planet bumi. 

Bayangkan saja, Al Biruni telah mengukur Panjang lingkaran bumi, ratusan tahun sebelum Cristopus Colombus menemukan Amerika. Maka, bisa di pastikan Bahwa ilmuan di zaman Abbasyiah telah mengetahui bahwa bumi adalah bulat. 

Ketiga, Ibnu Haitam, hidup di tahun 965 - 1050. Beliau adalah keturanan arab, yang lahir di Bashrah - Irak. Ibnu Haitam adalah bapak dari Ilmu Optik modern. Selain itu ia juga adalah astronom, ahli matematika, ahli Fisika, Filsafat dan kedokteran.

Keempat, Ibnu Musa Al Khawarizme. Hidup di tahun 780 - 850, Lahir Di Uzbekistan. Ia adalah seorang Polimate yang menjadi Pemimpin dari Baitul Hikmah. Al Khawarizme inilah tokoh yang menemukan Teori Al Jabar, dengan tulisan aslinya Al Jabar wal Muqbalah. Tentunya banyak yang tidak sadar, bahwa Nama Al Khawarizme ini menjadi Dasar dan asal usul penggunaan konsep AlGoritma. 

Tentunya, Masih banyak ilmuan lainnya yang hidup di zaman Abbasyiah. Seperti Abu Bakar Ar Razi - seorang ahli Filsafat, alkemi, Kedokteran, logika, Astronomi dan Menulis banyak sekali jenis penyakit, seperti Small poks, Chiken poks dan Phideatriks. Ada Juga, Abu Mas'har. Seorang ahli astreologi, yang menerjemahkan karya-karya Aristoteles. Ada Juga, Sahl Ibnu Harun, Al Hajjaj Ibnu Yusuf Bin Majar, Hunanyn Ibnu Ishaq Al Ibadi - Seorang Nasrani yang ahli Filsafat. Pernah di berikan tanggung jawab untuk mengepalai Baitul Hikmah. Ada Juga, Abu Bishr Matta Ibnu Yunus - Seorang Nasrani juga dan sangat di muliakan di zaman Abbasyiah. Ada Juga, Al Kindi - Seorang Ahli Filsafat, Ahli Matematika dan Musik. Lalu, ada Juga Bair Ibnu Hayyan - Ahli kimia dan Alkemi. Juga Omar Khayyan - ahli matematika, Sastra dan Astronomi. 

Jika kita lacak ke era yang lebih modern, Pada Tahun 1543. Ada seorang ilmuan bernama "Copernicus" dari Polandia, Yang menemukan bahwa Bukan Bumi yang menjadi Pusat Tata Surya, melainkan Matahari. Karya Copernicus Sebenarnya banyak sekali mengacu pada Ilmuan di zaman Abbasyiah, seperti "Nasir Al Din Al Tusi" dan "Al Batani".

Saking Gemilangnya Zaman Abbasyiah, dengan Monumen Baitul Hikmanyah, Bahasa-bahasa yang di baca dan di terjemahkan Bukan hanya bahasa Arab saja. Tetapi, juga bahasa Farsi, Aramaik, Yahudi, Syiria, Yunani, Latin, Dsb. Jadi bisa di bayangkan keterbukaan mereka untuk belajar dari seluruh penjuru dunia sangat luar biasa. 

Diatas saya menyinggung sepintas tentang Leonardo Da vinci, orang pintar dari eropa itu, mungkin manusia terakhir yang memahami rupa-rupa pengetahuan yang tidak terpikirkan orang-orang sezamannya dan tetap mengagungkan manusia-manusia sesudahnya sebagai rujukannya, yaitu Ilmuan Muslim.

Pada setiap keping kelabu di benak Leonardo, cabang-cabang ilmu seperti menempatkan akarnya. Ia menggambar dan menulis tentang pesawat terbang, mesin tenun, Senjata pelontar peluru, peralatan selam, cermin suryakanta, anatomi tubuh manusia dan lain-lain. Semuanya menjadi rujukan ilmu pengetahuan sesudah zamannya. lima abad setelah kepergian Leonardo, semua orang masih terpikat dengan senyum manis Monalisa di Louvre, Paris, masih terhanyutkan dengan suasana perjamuan terakhir di dinding gereja Milan, bahkan masih terbawa ketegangan dengan Cerita The davinci Code yang menjadikan lukisan the vitruvian; lukisan yang sebenarnya imaji Leonardo tentang proporsi tubuh manusia.

Leonardo yang hidup pada masa setengah milineum silam adalah manusia pintar yang hampir di setiap Ilmu pengetahuan. pengertiannya tentang masa depan manusia melayari berabad abad peradaban manusia. Sepandai itu, Ia masih menyebut dirinya sebagai "Omo Sanza lettere" (lelaki tanpa pengetahuan).

Artinya, kalau kita menandaskan Kegemilangan peradaban Islam di masa Abbasyiah dan Masa kegemilangan Islam lainnya, serta Kegemilangan bangsa lainnya. Hampir semua melalui fase Keterbukaannya Pada Ilmu Pengetahuan. tidak ada batas teritori dan melampaui sekat-sekat agama - tidak ada Sains Yahudi, Sains Eropa, Sains Islam, Sains Nasrani atau Sains Timur dan Sains Barat. Sains adalah Sains. Ilmu pengetahuan Melampaui Batas-batas Yang di ciptakan manusia. 

Secara garis besar, bahwa Kejayaan Peradaban Islam di Masa Lampau hanya bisa di capai dengan Keterbukaan - Ingklusifisme terjadap Ilmu pengetahuan. 

**

Ketika dunia Islam menjadi Suluh peradaban, bahkan menjadi mercusuar inovasi yang memicu pergolakan Renaissance dan gerakan pencerahan di Eropa. Lantas mengapa kegemilangan itu hanya tinggal sejarah?, dan parahnya lagi alasan kemunduran dunia Islam kerap di alamatkan kepada Seorang Ilmuan dan Ahli Spiritual - Teologi, bernama "Abu Hamid Al Ghazali" - seorang Tokoh Keturunan Persia. Menulis banyak sekali karya. 

Salah satunya Karyanya yang  di jadikan Argumentasi kemunduran Sains Di dunia Islam, yaitu The Incoherence of the Philoshopers - Tahafut Al Falasifah - Buku yang mengkritik ilmu pengetahuan Sains Aristoteles, Bahwa Spiritualitas lebih tinggi ketimbang Investigasi atau Rasionalitas. Ia juga mengkritik Pandangan Ibnu Sina dan Al Farabi mengenai Gagasan mereka tentang Aristoteles dan Metafisika.

"Ahmet T. Kuru", dalam buku " Islam, Otoritarianisme dan Ketertinggalan". Beliau Memang salah satu Penulis yang menandaskan pandangannya bahwa Al Ghazali adalah Sosok yang berperan dalam kemunduran dunia islam. Di sebutkan bahwa pada masa itu Al Ghazali bekerja di bawah otoritas pemerintahan dalam hal pendidikan. Sementara pemerintah telah melarang segala bentuk Kajian Filsafat dan Sains, serta lebih memprioritaskan pendidikan agama. Kendati demikian, akhirnya Al Ghazali keluar dan memutuskan menjadi ulama yang tidak lagi bekerja di bawah bayang-bayang pemerintah.

Selama bertahun-tahun komunitas akademik menuduh teolog Islam Abu Hamid al-Ghazali yang hidup antara 1055 hingga 1111, secara sepihak membawa budaya Islam ke arah fundamentalisme agama dan menjauh dari kultur independensi ilmu pengetahuan. Kritik Al-Ghazali terhadap Falsafa - Filsafat sebenarnya untuk membangun pemikiran kritis. Dia termasuk cendikiawan paling awal yang mendukung pemisahan antara ilmu sosial dan ilmu alam. Dia berdalih, kaum fundamentalis yang menganggap Falsafa bertentangan dengan agama, cenderung menolak semua pandangan yang diadopsi para filsuf Islam, termasuk fakta ilmiah seperti gerhana matahari dan bulan.

Padahal Dalam bab pendahuluan di buku Al Ghazali, menyebut kaum fundamentalis sebagai "kaum yang beriman lewat contekan, yang menerima kebohongan tanpa verifikasi."  Kritikannya dalam buku "Deliverence from error" merupakan kritik terhadap cara pandang buta ilmuan atau Filsuf yang menerima sesuatu yang orang katakan, khususnya dalam filosofi dan Sains, seperti doktrin atheis secara lansung. Ibarat menelan tanpa mengunyah. 

Selain itu, kita Telah lama di suguhkan sebuah narasi yang sangat kuat bahwa Kemerosotan Sains dalam dunia Islam, di picu oleh Imam Al Ghazali. Hal ini salah dan sangat miskonsepsi paling umum kepada orang yang baru membaca Al Ghazali, meurut saya. Sebab, Di dalam Buku The Incoherence Of Philosophers - Tahafut Al Falasafi, Al Ghazali mengambil 20 Teori para Filsuf dan hanya tiga, ia berpendapat teorinya tidak dapat di terima. 

Para orientalis sering menulis bahwa al-Ghazali "mengkhianati" sains. Tapi faktanya tidak ada cendikiawan muslim yang menggunakan pandangan Al-Ghazali untuk menyerang tradisi ilmu pengetahuan dalam Islam. Sebaliknya ia tetap setia pada dunia filsafat. Tidak heran ketika Al-Ghazali meninggal dunia, murid-muridnya menulis betapa "guru kami telah menghirup Filsafat dan tidak mampu lagi memuntahkannya."

Al Ghazali sangat tajam dalam krititikannya, sebab ia sangat terampil dan memiliki kepiawaiaan dalam ilmu matematika dan ilmu logika. Selain itu, Al Ghazalai sangat mengedepankan rasa penasaran dalam mempelajari ilmu pengetahuan. Ibnu Bajah, ibnu Thufail, Ibnu Rusyd adalah diantara orang-orang yang mengkritik balik Al Ghazali. 

**

Dalam beberapa Catatan yang saya baca, Hampir semua bersepakat, bahwa Jika saja Cahaya Peradaban Islam Terus saja berlanjut, sejak masa Keemasan Abbasyiah. Mungkin sekali, kemenangan Hadiah Nobel akan lebih banyak di menangkan oleh Kaum Muslim. Kemunduran Peradaban islam di tandai dengan Beberapa dalil ; 

Pertama, serangan Mongol pada tahun 1258 yang menghacurkan baghdad - Dokumentasi dan Karya-karya ilmu pengetahuan yang terakumulasi sejak zaman Yunani ribuan tahun sebelumnya. Kedua, Kritik Al Ghazali Terhadap Ilmu pengetahuan sains Aristoteles yang menyebabkan berkuranganga Inteketual - RausyanFikr. Ketiga, berkurangnya Peran Timur Tengah sebagai Bahagian penting dari Rute Sutera - Silk Road, semenjak Eropa menemukan jalur maritim yang baru menuju Asia, sejak abad 15. Keempat, sejak di temukannya Mesin Cetak - Printing Press di eropa pada Abad ke 15, yang membuahkan Episode Eropa Lebih cepat melakukan pencatatan dan Produksi Massal terhadap karya-karya tulisan yang mereka bisa berdayakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan. 

Menurut saya, Setelah masa Keemasan Abbasyiah (1258), anggapan ilmu pengetahuan - sains tidak lagi berkembang. Tidak sepenuhnya benar, sebab sains setelah Masa Abbasyiah masih berkembang. Jika tidak, maka tidak mungkin lahir ilmuan seperti, Nasruddin At Tusi (m. 1274), Ulugh Beg (m. 1449), Ibnu Khaldun (m.1407), Ibnu Taimiyah (m. 1328), Ibnu Battutah (m. 1369), Ali Qushji (m. 1474), Taqi Al Din (m. 1585), piri reise (1553), dll. 

Secara Garis besar, Kemunduran dalam Dunia Islam. Pertama, serangan Mongol. Kedua, perang Salib dan Ketiga, Runtuhnya Ottoman akibat Ketidakstabilan Politik, Lambat mengadopsi Teknologi Printing press - Mesin cetak. Selain itu, Nizam al-Mulk, seorang Wazir agung dinasti Seljuk, yang mendorong kemunduran budaya ilmu pengetahuan di Arab. Nizam al-Mulk menciptakan sistem pendidikan yang dikenal sebagai "Nizamiyah" yang fokus pada studi keagamaan dan mengorbankan kebebasan sains. Untuk pertamakalinya dalam sejarah Islam, pendidikan agama terinstitusionalisasi dan dianggap menawarkan peluang karir yang lebih menjanjikan ketimbang sains dan studi hukum Islam. Nizamiyah tidak hanya menyeret umat muslim agar fokus pada agama, tetapi juga mengadposi paham sempit tentang hukum Islam dan mengabaikan pendekatan rasional yang dielu-elukan pada era Bani Umayyah di Suriah dan Abbasiyah di Irak.

Sekalipun banyak juga pemikir dan Perspektif yang menyebutkan bahwa serangan mongol tidak bisa di jadikan sebagai alasan kemunduran dunia Islam, sebagaimana alasan Tunggal bahwa Atilla Then Hun yang membuat eropa Mengalami Fase Kegelapan.

Jika hendak di pahami secara sederhana. Semua peradaban mengalami siklus, ada masa Keemasan, Ada masa Kegelapan dan ada masa kemunduran. Tidak ada yang bisa di puncak terus. Eropa Jaya di Era Greco - Roman dan mundur setelah itu (Abad Kegelapan). Faktornya banyak, fanatisme agama, Otoritas keagamaan yang terlalu dominan, ketidakstabilan Politik, ekonomi dan serangan bangsa-bangsa Lain, Contoh Atillah Then Hun. 

Bersikap terbuka - Inklusif terhadap gagasan dan Ilmu pengetahuan adalah syarat Mutlak untuk mencapai kemajuan peradaban. Karena terjadi penyerapan atau Akumulasi ilmu Pengetahuan semakin menumpuk, Tidak perduli darima asalnya, asalkan bermanfaat. Misalnya Pemikiran Yunani di kaji dan di kembangkan, sehingga menjadikan Dunia Islam melalui Fase Keemasannya. Di saat dunia Islam sedang berada di puncak Keemasannya, Giliran Eropa yang terbelakang dan mulai menerjemahkan Karya-karya dan Pikiran-pikiran ilmuan - Filsof Dunia Islam ke dalam bahasa latin. Hal ini terjadi di Fase awal sebelum eropa berangsur-angsur membaik, Melalui renaissains (Revolusi Ilmu - abad Pencerahan) sekaligus Revolusi Industri. 

Untuk sampai ke tahap itu memang tidak mudah. Misalnya, Galileo Galilei atau Copernicus. Apa yang mereka Hadapi?. Resiko kematian, karena ilmu yang mereka sampaikkan bertentangan dengan Dogma Agama. 

Di abad pencerahan Eropa, mereka juga terbuka terhadap peradaban dan Ide-ide dari Timur (Filsafat Islam, India dan Tiongkok), yang di terjemahkan oleh Misionaris Jesuit. Akhirnya Akumulasi ilmu pengetahuan bertumpuk di eropa. 

sebenarnya, Printing press dan Paper, Sebelum era Guttenberg. Paper berasal dari Tiongkok. Ihwal itulah, sehingga Francis Bacon menyebutkan empat penemuan besar Tiongkok (Mesiu, Kompas, Printing dan Paper). Khusus, kertas dan printing ini sangat penting. Karena, dari situ ide dan gagasan bisa terakumulasi atau di abadikan dalam Tulisan, serta di wariskan ke generasi berikutnya. Saat Eropa Mengadopsi hal itu dari Tiongkok. Tiongkok mengalami kegelapan dan tertinggal dari eropa. Lebih tepatnya Pergantian abad 18 ke abad 19. Giliran Inggris mendominasi Dunia, sedangkan Tiongkok mengalami abad kegelapan (Abad Penghinaan - Bainian Gouchi). 

Tetapi, lihatlah Jepang. Dia menjadi contoh bagaimana bersikap terbuka dengan pondasi pengaruh Tiongkok ribuan tahun di Komparasikan dengan pengetahuan barat setelah Restorasi Meiji. Sikap terbuka Jepang, dari negara terbelakang di Asia Timur menjadi Negara asia yang paling di perhitungkan dalam waktu cepat. 

Amy Chua dalam Hyper Power menyoroti, bahwa negara-negara adikuasa di zamannya, masing-masing punya ciri untuk maju, jika bersikap terbuka, tidak menutup dan mengunci diri (Isolasi) dan juga bersikap Toleransi. Karena dengan toleransi. Maka, talenta terbaik dari kelompok manapun termasuk minoritas bisa berkontribusi, juga menghargai talenta-talenta asing yang mau mengabdi. Contohnya Amerika serikat saat abad 20, mereka saat itu masih regional power, bukan seperti sekarang Yang Super Power. 

Amerika serikat memang Intoleran terhadap suku Indian terhadap sejarah kelamnya. Tetapi, mereka menghargai Telenta asing. Saat itu Pusat ilmu pengetahuan masih di eropa barat. Peraih Nobel, masih di dominasi oleh Inggris, Prancis, jerman. Keadaan berubah ketika Nazi Jerman mulai bersikap Intoleran, menyebabkan begitu banyak Ilmuan-ilmuan jenius. Seperti Albert Einstein memilih mengungsi ke Amerika serikat. Kecerdasan Einstein sangat berperan terhadap kemenangan Amerika serikat di perang dunia Ke 2. salah satu wujud Teknologi Bom Atom yang menghajar Jepang. 

Satu Hal lagi, Sekalipun hal ini samar-samar di perkatakan. Hal ihwal inilah juga penyebab kemunduran dalam dunia Islam. Ada yang menyebutkan, bahwa Ibnu Sina dan Nasiruddin Tusi adalah Ilmuan Syi'ah. 

Ngaco dan Ngawur orang-orang seperti ini. Silahkan baca Dalam Buku Auto Biografi Avicienna, William E Gohlman (1986), buku bahasa Inggris dan Bahasa Arab, yang di terjemahkan ke dalam Bahas indonesia. Di situ Ibnu Sina sendiri menyatakan bahwa dirinya bukan Syi'ah. Memang benar bahwa dia lahir dari Keluarga syi'ah (Bapak dan saudaranya). Tetapi, Jurisprudence dia adalah ilmuan dan Ulama dari Mazhab Hanafi. 

Orang-orang yang terus menganggap Ilmu itu memiliki batas Horizon dan memiliki sekat ( ini ilmu barat dan Ini Ilmu Timur atau Ilmu Orang Syiah dan Ini Ilmu orang Sunni) adalah ciri manusia yang mengunci diri dari perkembangan peradaban ummat manusia dan menjadi salah satu dampak terbesar KEMUNDURAN DUNIA ISLAM. karena mereka melihat Ilmu dari siapa yang membawanya, bukan apa yang di bawanya. Selain itu jenis manusia seperti inilah yang di sindiri oleh Al Ghazali, hanya modal mendengar dari orang tanpa membaca literatur aslinya atau dari Buku itu sendiri. Mereka lupa, bahwa baca buku itu punya sumber yang lebih terpercaya ketimbang mencomot artikel di intrnet atau dengar Ceramah sepintas Di Yutub. 

Saya dan kita semua, hanya butuh berendah hati ; di keluasan semesta raya. sebab, belum setitik cahaya dari sang pencipta yang terlihat dan di pahami. zaman berganti-ganti, pengetahuan bertambah-tambah. tapi, ketidaktahuan masih bersamudera-samudera.

Jauhi keangkuhan, jangan merasa pandai sendiri. belum juga setitik ilmu dan kita sudah seolah-olah tahu segala rupa. Kita tidak akan terlihat pintar, dengan mengoblok-goblokan orang lain. Kalau kepintaran dan kedalaman ilmu yang jadi ukuran, mungkin yang harus kita kagumi itu manusia-manusia jenius seperti ; Ibnu khaldun, Ibnu Haitam, Al Ghazali, Al khawarizme, Isac Newton, T.A Edison, Einstein, Stephen Hawkings, Henri Poncaire, Hemingway, J.P Sartre, Stev Jobs, Bill Gates dan para pemenang hadiah nobel lainnya.

Jadi jangan terus mengatakan, " Ilmunya lebih dalam dari kamu. Tak pantas kamu kritiki. Mengkritikinya berarti mengkritik kami. Kami akan marah. Walaupun ia menghina, menghardik dan melecehkan, itu pantas karena Ilmunya dalam. Memangnya benar dalam kah?, lalu apa Buktinya?. Youtube? Hahahaha.

Kawan, Pergi sana ke perguruan tinggi, di sana kamu akan jumpai manusia - manusia pintar dengan gelar otoritatif. Menghasilkan karya tulis yang di akui dan bereputasi. Buku-buku mereka di telaah dan di diskusikan. Itupun, jika kamu ingin berdebat dengan kedalaman ilmu seseorang.

Tapi itu tidak penting. Saya teringant dengan ungkapan seorang filosof yang berujar bahwa " yang berilmu belum tentu yang paling manusiawi". Yang paling manusiawi itu adalah point pentingnya. Point sesungguhnya.

Kamu Tahu Nabi Muhammad SAW?. Dimana letak kekuatannya?. Pada AKHLAKNYA. Akhlak, silahkan di terjemahkan saja apa defenisinya. Defenisinya tidak pernah berubah sejak zaman ketumbar hingga zaman martabak kini.

Peradaban dimana pun selalu diawali dengan kemerdekaan berfikir. kemerdekaan berfikir hanya bisa terlahir dari orang-orang yang tercerahkan (insan kamil). siapakah orang yang tercerahkan itu?. Ia  adalah anak manusia yang tidak mengkapling kebenaran dan kesucian. selalu membaca dan berdialektika dengan semua ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi ummat manusia, lalu endingnya yang ia temukan adalah kebijaksanaan. kebijaksanaan adalah dimana kita damai dengan segala beda pendapat, soal furu’iyah dan ushul-ushul agama.

Olehnya, Berilah terus nutrisi dengan membaca pada akal secara terus menerus, hanya dengan begitu kita menunda kematian dini. Agama kita memberikan porsi lebih pada akal, memaksimalkan potensi merupakan bagian dari pengamalan terhadap ajarannya.

Sejarah peradaban islam adalah sejarah perdamaiaan mazhab (kelompok-kelompok berfikir), hancuranya peradaban islam karena budaya saling menyalahkan (bid’ah dan taqfiriyah). Jika tak percaya, Silahkan baca runtuhnya peradaban Umaayyah, Abasyiah, fatimiyah sampai pada Turki utsumaniyah. Salah satu fakta kehancuran peradaban tersebut, selain faktor eksternal. Hal yang paling fundamental adalah Faktor Internal, yaitu disebabkan oleh budaya menyalahkan dan menghakimi.

Saudaraku, agama itu punya banyak pengikut. tapi, belum tentu semua pengikut diikuti oleh agama sebagai pengikutnya. siapa yang bisa memberikan verifikasi atas itu, Hanya Tuhan yang Maha Esa.

Soal-soal seperti memang Membingungkan. Sebab, Ketika kita maju maka yang lain tertinggal. Ketika kita santai, maka kita di susul oleh orang lain yang sedang berlari. Di situlah relatifitas Kemajuan. 


--BERSAMBUNG--

*RST

*PUSTAKA HAYAT

*PEJALAN SUNYI

*MUSLIM INTELEKTUAL PROFESIONAL

*NALAR PINGGIRAN