Pada I'tikaf keduaku, dalam kelam dan panjangnya malam, saat kubenamkan diri ke relung paling palung dari kesunyian yang hampir mendekati ketiadaan, yang hadir padaku justru sosok yang hitam kelam.
Barangkali, Inilah Iblis yang tenggelam dibungkus kutukan. sebab, wajah-wajah cahaya yang mendatangiku pada malam yang lalu, mengajakku berjalan meninggalkan batas-batas kemanusiaan, pastilah bukan dari golongan iblis atau setan.
Tetapi yang dikatakan oleh sosok hitam kelam ini, justru membuatku skeptis : " lailatul Qodr kah, yang saat ini engkau nanti-nanti, dengan iftirasy dan duduk bersila semalaman disini?". Bagian Mana dari seluruh ada-mu, dari kehidupan ini, yang bukan laitul Qodr, yang tidak ghaib dan bukan misteri. Bagian mana dari anugerah Allah atas setiap yang kau alami, yang bukan nikmatnya Rahasia dan dahsyatnya misteri.
Alangkah serakahnya kau dan kebanyakan manusia!. Limpahan rahmatnya yang tak sanggup kau menghitungnya, belum kau takjub dan mensyukurinya.
Kini, kau tuduh Allah tak mencukupimu dengan berkahNya. Kini, Kau tagih lagi Lailatul Qodr dengan Nafsu dan khayal Fatamorgana. Kini, Kau paksa Allah menurunkan, berupa kekayaan dunia.
Kau kutuk kemiskinan dunia sebagai bencana, sedang MuhammadMu memilih hidup jelata dan Papah".
-Makassar, 23 Ramadhan 1442 H-
#NalarPinggiran


Tidak ada komentar:
Posting Komentar