"Ceritakan sedikit tentang Uzbekistan, Kak !", pinta Adik-Adik.
Uzbekistan merupakan negara yang berdiri sendiri selepas USSR (Uni Sovyet Sosialis of Rusia) runtuh. Imbas, kebijakan politik "Glasnost dan Perestroika"nya, Michael Gorbachev. Tidak hanya Uzbekistan, tapi juga negara-negara (Asia Tengah) mayoritas beragama Islam yang selama ini berada di bawah "genggaman" Uni Sovyet seperti Azerbaijan, Turkmenistan, Kyrgistan.
Sementara dua daerah lagi yang juga dihuni mayoritas Islam, Dagestan dan Chechnya, tetap berada di bawah Rusia. Selain negara-negara Islam di atas, beberapa daerah juga mendirikan negara masing-masing, diantaranya Lithuania, Georgia, Ukraina dan lainnya.
"Lalu ?".
Salah seorang perawi hadits terbesar dalam sejarah Islam, bernama Imam Bukhari. Kuburannya berada di daerah Uzbekistan ini. Kuburan Imam Bukhari dianggap sebagai salah satu kunci diplomasi antara Bung Karno dengan sahabatnya, Nikita Kruschev - Presiden Uni Sovyet. Kruschev mengundang sahabatnya, Bung Karno, untuk berkunjung ke Uni Sovyet.
Si Bung mengabulkan dengan satu syarat, yaitu "temukan kuburan Imam Bukhari terlebih dahulu". Konon, kuburan Imam Bukhari ditemukan di ladang kapas. Oleh Kruschev, kuburan ini direnovasi. Bung Karno, kemudian berkunjung menemui sahabatnya, Kruschev, Presiden Uni Sovyet kharismatik asal Ukraina ini.
"Lalu?".
Di Uzbekistan, terdapat satu kota. Namanya Samarkand. Kota besar, selain Tashkent yang belakangan menjadi ibu kota negara Uzbekistan. Kota Samarkand adalah kota "kesayangan" Timur Lenk. Biasa juga dipanggil dengan Amir Timur. Pendiri dinasti Timurid. Lahir dari peradaban gurun nan tandus. Kakinya pincang, karena itu, lawan-lawannya memanggil Timur Lenk dengan panggilan Si Timur Pincang. Ia anak Taragai, Kepala Suku di wilayah Uzbekistan.
Dalam sejarah peradaban Islam, banyak sejarawan bersepakat mengatakan bahwa Amir Timur adalah Pribadi yang Kontradiktif Sebagai raja ataupun sultan yang kejam, di satu sisi dan Sholeh disisi yang lain. Ia menggetarkan. Lebih tepatnya, menakutkan.
Tahun 1370 M, Timur Lenk mengangkat dirinya sebagai penguasa tunggal. Ia memegang prinsip, 'Sebagaimana hanya ada satu Tuhan di alam ini, maka di bumi seharusnya hanya ada satu raja", maka ia membunuh saudara iparnya beserta saudara laki-laki sekerabatnya. Selanjutnya, Amir Timur menaklukkan Khurazan, Afghanistan, Persia, dan Kurdistan. Penaklukan yang menakutkan. Ia seperti meniru Hulagu Khan, membunuh orang-orang taklukan.
Konon, ketika menaklukan Sabwazar, Afghanistan, ia membangun menara terbuat dari 2000 mayat dibalut dengan lumpur. Ia pernah menyerbu Moskow. Sayang tak berhasil. Negeri nenek moyang Putin ini, begitu tangguh, rupanya.
Sejarawan klasik Harold Lamb pernah mengisahkan, bahwa Timur Lenk yang memiliki anak laki-laki bernama Jahanggir dan Syakh Rukh ini, begitu khusuk diatas sajadah. Menganggap dirinya sedang memperjuangkan kejayaan Islam. Tapi ia gandrung menghancurkan pusat-pusat peradaban Islam. Kecuali Samarkand. Di tempat ini, ia malah membangun kota dengan mendatangkan batu dari Delhi, India.
Dalam kehidupan sehari-hari, ia seperti menghormati para ulama. Dikabarkan ia dengan sangat hormat menerima sejarawan besar Ibnu Khaldun yang ditugasi salah seorang Sultan (lawan Timur Lenk) untuk berunding.
"Lalu?".
Kenapa, lalu terus dek?.
Oh ya, ada satu lagi. bersama-sama dengan perempuan Phustun, Persia, dan Chechnya, perempuan Uzbekistan dikenal sebagai perempuan tercantik di dunia. Molek, manis, ayu, aduhai.!.
"Sudah ...... !", kata si Adiks - Adiks.
Dari "Lalu ... !", berujung pada "Sudah !" 😅🤣
NB : Foto - perempuan Uzbekistan ©pinterest
*Pustaka Hayat
*Rst
*Nalar Pinggiran


Tidak ada komentar:
Posting Komentar