Mengenai Saya

Kamis, 13 Oktober 2022

ADE ARMANDO DAPAT HAJAR ; CITIZEN JOURNALISME

Demonya sunyi di media. eh, pas AA digebukin massa, langsung rame berita ; demo brutal. 

AA adalah bahaguan dari Korban setting kekuasaan, untuk mengacaukan demo 11 april?. Sebab, Hanya orang bodoh yang sudah tahu, bahwa selama ini Ia kontra dengan Narasi pendemo. Tetapi, memaksa masuk ditengah massa aksi.

Gegera AA, tuntutan mahasiswa jadi terdistrak. Misal, Jika yang dipukuli, bukan AA. Apakah ada evakuasi yang begitu Heroiknya?. apakah Akan seheboh ini?. Terlalu Banyak yang mati berulangkali di aksi demonstrasi, tidak seheboh ini. Kematian demonstran yang menolak tambang atau penolakan terhadap perambatan hutan adat. Berapa banyak korban saat demo omnibuslaw dan kpk. Dimana batang Hidung kita dalam menyuarakan hal itu?. 

Soal Lain, misalnya (Ini asumsi saya), Agar bisa masuk ke ranah non mahasiswa. maka, harus ada kriminalisasi yang dilakukan oleh kubu "lengserkan jokowi". Apesnya, AA yang dijadikan tumbal dan AA tidak Sadar bahwa Ia Tumbal (pelanduk). 

Mahasiswa membawa 6 issu yang tidak berhubungan dengan "Melengserkan jokowi". 

Desainnya berhasil, Luar Biasa. 6 tuntutan Mahasiswa terdistrak oleh Aksi Pengeroyokan AA, sampai detik ini. Padahal kaos AA yang ditagar adalah permainan simboliknya.

Ada perasaan jengah den para Manusia-Manusia Sok benar yang hobi menuduh siapapun yang berbeda, sebagai oposisi dengan sebutan kadrun dan Satunya lagi Sebagai jongos pemerintah dengan sebutan cebong. 

Kedua kubu ini melakukan sesuatu demi nafsu angkaranya saja. Satunya berkedok toleransi, moderatisme, kebangsaan dan kemanusiaan. Sedangkan satunya berkedok agama, dalil, ayat, dan jargon anti kedzoliman. kedua kubu ini Sedang membela kedzolimannya masing-masing. 

Lalu, Siapa yang mazlum?. Yaitu Orang-orang yang mereka rekayasa alam berpikirnya, adalah rakyat. 

Padahal, Rakyat cuma butuh tahu, beras, minyak, gula, listrik dan garam aman tersedia, agar anak bisa sekolah. 

Olehnya, Tetap Fokus pada Issu, Jangan geser ke ranah politisasi untuk tidak melihat keresahan rakyat. Tidak ada gerakan melengserkan Jokowi, yang ada adalah stabilkan bahan bahan pokok, bbm, konflik agraria, dll. 

Kekecewaan publik, karena Pemimpin kita terlalu lembek. Mafia minyak goreng saja tidak dapat diselesaikan, konflik agraria merajalela, premium hilang, Pertamax naik, menyusul pertalite juga, pajak PPN naik. 

Buka Nuranimu sedikit, Issu seperti ini dibiarkan merisaukan publik dan menjadi batu loncatan bagi para pesaingnya. 

Tapi sudahlah, susah berdiskusi dengan pendukung Garis keras. Pokoknya Kekuasaan yang terbaik. 


*Pustaka Hayat

*Rst

*Nalar Pinggiran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar