Mengenai Saya

Jumat, 23 Oktober 2020

NABI MUHAMMAD SAW. SANG PEMBERI SYAFAAT



Kelak, alam akan hancur sehancur-hancurnya. Gunung-gunug meletes, gempa bumi, air tumpah ke darat, halilintar menyambar, planet-planet bertabrakan dan semua yang hidup akan mati bersamaan, tanpa persiapan termasuk para malaikat. Saat itulah Allah berseru-seru "Limanil mulkul yaum (siapa penguasa hari Ini)"; mana itu Fir'aun yang mengaku Tuhan, Mana Abraha, mana Namrud, Mana Mussolini, mana Hitler, mana itu Husni mubarok. Mana Soeharto. Tidak ada yang muncul. sebab, sudah mati semua, Allah lalu berkata " Laailaha illa Ana (tiada Tuhan selain Aku). 

Waktu itu Allah Sombong, jika Allah sombong itu pantas sebab bunyi Hadis Qudsinya "Al qibriayu li ba shi (sombong itu jubahku)". Maka, itulah jika ada manusia yang sombong. Pelan-pelan saja. 

Singkat cerita, Di hidupkanlah malaikat-malaikat, lalu di utuslah Jibril dan Mikail, untuk membangunkan kekasih Allah yakni Muhammad SAW. bangun dari kubur seperti orang yang bangun dari tidur, mengusap-mengusap mata kemudian menoleh ke kanan, ada jibril. menoleh ke kiri, ada Mikail. Baginda Nabi lalu berkata : " ayyu yaumin hadza ya Jibril (ini hari apa ya Jibril)". Jibril : "hadza ma wa adha rahman (hari yang di janjikan oleh Allah). Nabi :  "jika hari ini adalah hari kimat. lalu "ayyna ummati (mana ummatku).

Subhanallahu, belum pernah saya baca latar belakang pemimpin besar seperti seorang Baginda Rasulullah SAW. dari dunia sampai akhirat, dia cinta terhadap ummatnya. dari dunia sampai akhirat, dia bela ummatnya. Bangun dari mati, tau bahwa hari telah kiamat, yang pertama di tanya adalah ummatnya. Jibril ; ummatmu?. engkau adalah manusia pertama yang di bangkitkan.

lalu, menurut Riwayat, Jibril mengantar Rosulullah ke Surga.

Setelah berbangkit dan orang-orang dikumpulkan dipadang Mahsyar. Mereka akan sibuk memikirkan dirinya sendiri, tidak terkecuali Para Nabi. Akan tetapi, Ada satu Nabi, yang saat itu dimintai pertolongan yaitu Nabi kita Muhammad Saw. Hal itu sebagaimana SabdaNya : " Aku Penghulu manusia di hari kiamat. Pada hari itu, Allah SWT mengumpulkan seluruh Manusia, sejak generasi pertama sampai Generasi terakhir disuatu tempat ".

Semua manusia, saling memandang dalam kebingungan. Sebab, Matahari begitu dekatnya, mereka kepanasan dan menanggung kesulitan yang tak sanggup Diemban. Saat itulah hari dimana, berdasarkan Firman Allah ; " Yauma la yan Fa u malun yauma banu (Hari itu, dimana harta tak lagi ada artinya, anak-anak tak lagi jadi beban dan orang-orang sibuk dengan dirinya sendiri)". 

" Mereka berkata-kata?, tahukah kalian apa yang kita alami ini?. Tahukah kalian apa yang sedang kita hadapi?. Tahukah kalian orang yang dapat memberikan syafaat kepada Tuhan buat kita?, sebahagian mereka berkata pada sebahagian yang lain, 'bapak Kita, Adam".

Disabdakan Oleh Nabi Saw bahwa mereka mendatangi Adam dan berkata, " Wahai Adam, Bapak Ummat Manusia. Allah SWT menciptakanmu dengan KuasaNya, meniupkan Rohnya kedalam Dirimu, memerintahkan para Malaikat untuk Bersujud, dan menempatkanmu disurga. Maukah engkau memintakan syafaat kepada TuhanMu untuk kami?. Tahukah kamu apa yang kami alami dan menimpa kami saat ini?".

Adam Menjawab, " Sesungguhnya Tuhanku saat ini sangat marah, hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku, pergi saja ke yang lain. Pergilah kepada Nuh". 

Mereka pun mendatangi Nabi Nuh dan berkata, " Wahai Nuh, engkau adalah Rosul setelah Adam yang diutus kepada penduduk bumi. Allah SWT menilaimu sebagai hamba yang banyak bersyukur. Tahukah kamu apa yang kami alami dan menimpa kami saat ini?. Maukah engkau memintakan syafaat kepada TuhanMu untuk kami?. Nuh Menjawab: " Sesungguhnya, Tuhanku saat ini sangat marah, pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku, pergi saja ke yang lain. Pergilah kepada Ibrahim".

Kemudian mereka pun mendatangi, Ibrahim dan berkata : " wahai Nabi Allah dan kekasihNya, mintakan syafaat untuk kami. Tahukah engkau apa yang kami alami saat ini?". Ibrahim menjawab, "Sesungguhnya, Tuhanku saat ini sangat marah, pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku, pergi saja ke yang lain. Pergilah kepada Musa". Lalu mereka pergi kepada Musa dan berkata : " Wahai Musa, Allah SWT melebihkanmu dengan risalah dan kalamnya. Mintakan Syafaat kepada Tuhanmu untuk kami. Tahukah engkau apa yang kami alami saat ini?".

Musa berkata, "Sesungguhnya, Tuhanku saat ini sangat marah, pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku, pergi saja ke yang lain. Pergilah kepada Isa". Mereka lalu mendatangi Isa dan berkata : " Wahai Isa, Engkau adalah utusan Allah dan kalimatNya disampaikkan kepada Maryam serta Roh dariNya. Engkau juga dapat berbicara saat masih dalam buaian. Mintakan syaafat kepada TuhanMu untuk Kami?".

Isa menjawab, "Sesungguhnya, Tuhanku saat ini sangat marah, pada hari ini. Dia tidak pernah marah seperti itu sebelum dan sesudahnya. Aku sibuk mengurusi diriku, pergi saja ke yang lain. Pergilah kepada Muhammad ". 

Mereka pun mendantangi, Nabi Muhammad dan berkata: " Wahai Muhammad, Engkau adalah utusan Allah dan Penutup para Nabi. Sesungguhnya Tuhan Mengangkat engkau Ya Rosulullah, ke tempat atau kedudukan yang terpuji. Mintakanlah syafaat kepada TuhanMu untuk Kami. Tahukah engkau, apa yang kami alami saat ini?".

Maka, Nabi Muhammad Bertolak hingga sampai Dibawa arsy. Beliau bersimpuh dan bersujud kepada Allah. " Kemudian Allah membuka pintu Hatiku untuk memujiNya yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelumku", Kata Nabi. Kemudian, Allah berfirman, " Wahai Muhammad, angkatlah kepalamu dan mintalah, Niscaya permintaanmu akan dikabulkan". Lalu, Aku Mengangkat Kepalaku, seraya berucap, " Ummatku, wahai Tuhanku. Ummatku, Wahai Tuhanku, Ummatku".

Kala itu, hanya ada satu pemimpin yang memanggil ;  " ummati ana laha, ta'ali (ummatku sini)". Ummat yang mana yang di panggil?. ada hadist yang berbunyi ; " inna ummati ya tuna yaumal kiama hurran muhajjalin min astaril wudhu ( ummatku esok menghadap Allah dengan muka berseri karena wudhu)". 

" Wahi Muhammad, Bangkit dan Syafaatilah. Syafaatmu akan diterima". Masuklah kedalam Surga dari kalangan ummatmu yang telah engkau Syafaati.

Semoga, kita termasuk dari kalangan Ummat Nabi Muhammad Saw yang Kelak mendapat Syafaat di Yaumul Qiyamah.

Panggilan yang Disukai Rosulullah Saw Kelak, sebelum semua Mahkluk dikumpulkan dipadang Mahsyar. Manusia yang pertama kali dibangkitkan dari Kubur Ialah Sayyidul Wujud Muhammad Shallallahu alaihi wassalam. Allah mengutus Malaikat Jibril untuk membangkitkan Nabi.

Dalam sebuah Hadist, Rosulullah Saw menceritakan: Kemudian Jibril memanggilku, Wahai Muhammad. Aku tidak menjawab. Wahai Ahmad, aku tidak menjawab. Wahai Abal Qosim, aku juga tidak menjawab. Wahai Manusia yang Paling Mulia dari Ciptaan Allah, aku tetap tak menjawab. Jibril meneruskan panggilannya; Wahai Yang Paling Mulia dari seluruh Para Nabi. Aku masih tetap tak menjawab.

Dalam sebuah riwayat dinukilkan, jibril kemudian menemui Robbnya : Ya Allah Sungguh Engkau Maha Mengetahui. Engkau mengutusku untuk memanggil KekasihMu Muhammad. Sudah ku panggil dengan semua Namanya, tetapi Dia tidak menyahutiku. Allah SWT lalu Berfirman : Panggilah saat ini Muhammad dengan Nama yang paling Ia Cintai. Panggilah Muhammad saat ini dengan nama yang paling Ia senangi.

Kemudian Jibril diajarkan Dengan TuhanNya, Nama Itu adalah "Ya Syafi'al Mudznibin". Wahai yang akan memberi syafaat pada orang-orang yang berdosa. Spontan Rosullah Menjawab : "Faakulu Labbayk".

Karena sesungguhnya Rosulullah dipersiapkan untuk memberikan syafaat kelak diyaumil qiyamah.

Begitu Cintanya Rosulullah kepada Ummatnya, sekalipun seorang Pendosa. Untuk itu, jangan sampai kita melakukan suatu kedzoliman yang akan membuat Rosulullah berpaling kelak.

Sebab, satu-satunya harapan kita kelak di Yaumul Qiyamah adalah Syafaat beliau. Salah satu petikan Doa yang Diajarkan Az-Zahro Puteri Rosulullah : Ya Allah Jangan jadikan Shirot (Jalan akhirat) sebagai sesuatu yang menggelincirkan dan Jangan biarkan Muhammad berpaling dari Kami.

* coretan Pena Nalar Pinggiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar