Mengenai Saya

Foto saya
Penalar Pinggiran

Senin, 19 Oktober 2020

ANALISIS FAKTUAL DIRUANG SEJARAH TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW

PANDANGAN ORIENTALIS TERHADAP NABI MUHAMMAD SAW


Karen Amstrong adalah salah seorang mantan Biarawati Di Istana Kepausan Italia dan akhirnya menjadi seorang Ilmuan yang menuliskan Buku " The History of God", Ia mencoba memahami Islam dengan memahami Tokoh Utamanya yakni Nabi Muhammad SAW. Ia melaporkan hasil penelitiannya, dalam : A Western Attempt to Understand Islam.

Ketika melaporkan kehidupan Paulus, mantan Biarawati tersebut menggambarkan Paulus seperti seorang Kritikus. Ketika melaporkan Muhammad, ia menjadi sorang pembela yang luar biasa. Dengan Gigih, ia menjelaskan kesalahan Barat tentang Rosulullah SAW. Ia membela kehormatan Nabi yang lebih tajam dan lebih jernih dari Haikal. Lebih lanjut dikatakan bahwa Muhammad adalah seorang Figur yang berhasil menciptakan Masyarakat madinah yang kuat dan lepas dari kekacauan disekitarnya. Kelompok kabilah lainnya mulai bergabung, walau tidak seluruhnya berkomitmen terhadap visi keagamannya. Supaya tetap hidup, ummat harus kuat dan perkasa, tetapi tujuan Utama Nabi Muhammad bukanlah kekuatan politik, melainkan menciptakan Masyarakat yang lebih baik.

Penelitian yang objektif dan sangat tulus dari seorang mantan biarawati terhadap Figur Nabi Muhammad SAW, bukannya tanpa alasan. Muhammad SAW bukan sekedar Nabi, tetapi Tokoh duniawi yang berjuang keras agar ajaran-ajaran yang ia bawa bukan sekedar Dogma yang bersifat dogmatis, melainkan sebuah ajaran Universal yang menyelamatkan manusia dari kesesatan teologis yang bersifat pangan, animis dan keyakinan palsu. Ia adalah seorang Rasul akhir zaman, yang telah datang sesuai dengan Janji Allah SWT. Kebenarannya dapat dibuktikan dari segala segi. Sejarah adalah bukti yang utama. Riwayat hidupnya, perkataan dan amalannya dipelihara baik-baik, bahkan sudah hampir 15 Abad keterangannya dalam sejarah masih terang benderang dan lengkap, bagaikan kita melihatnya dengan mata kepala sendiri. Tidak pernah terdapat suatu riwayat dalam gelanggang sejarah yang lengkap melebihi Biografi Muhammad. Dalam segala langkah hidupnya kita mendedah pelajaran penting darinya. Sebab, itulah tidak perlu ada lagi Nabi yang datang sesudah Nabi Muhammad SAW. 

Ketokohan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari mendapat apresiasi dan penghargaan yang sangat objektif dari berbagai kalangan. Seorang penulis terkenal, "Emile Dermenghem" Dalam sebuah analisa tentang Keteladanan Nabi Muhammad SAW, mengatakan Bahwa, "Sesungguhnya Muhammad didalam sebahagian sejarah hidupnya telah memperlihatkan keluhuran budi pekerti yang menarik perhatian. Di dalam kemenangan terkahirnya dia telah menampakkan kebesaran jiwa yang hampir-hampir tidak terdapat contoh lain dalam sejarah, taatkala dia menyuruh memaafkan orang yang lemah, orang tua, anak-anak dan wanita. Dia pun telah melarang pasukannya meruntuhkan rumah atau menggugurkan buah-buahan, menebang pohon yang sedang berbuah dan tidak membolehkan mereka menghunus pedang terkecuali dalam keadaan darurat dan terpaksa. Bahkan dia telah mencela panglimanya yang ceroboh dan memperbaiki kekeliruannya dengan tindakan tegas sambil berkata, "sesungguhnya menyelamatkan satu jiwa lebih utama ketimbang penaklukkan satu negeri".

Nabi Muhammad SAW, kini telah tiada dan ajaran-ajarannya yang ia wariskan kepada ummatnya telah berjalan hampir 15 abad. Namun gelombang pengaruhnya menggemuruh yang ditimbulkan oleh laju gerak dinamika perkembangan islam terdengar di pojok-pojok belahan dunia. Merasakan denyut-denyut kesejarahan. Menghanyut dan di hentakkan oleh dinamika Islam ini. "George Bernard Shaw" dengan penuh keyakinan pernah mengatakan, "The Future religion for the educated, englightened and cultured people will be islam - agama dimasa depan bagi orang orang yang berpendidikan, berilmu dan berbudaya tinggi adalah Islam". 

Sejarah telah memberikan pengakuan terhadap Nabi Muhammad SAW. Beliau dan agamanya selalu mendapatkan sambutan dan penghormatan yang luar biasa atas karya-karya monumentalnya, diantaranya dari kelomlok orientalis. Dalam konteks Ini, "Prof. W. C. Smith" berkata, "No Other Religion in the world has been no succesful as islam in electing a confenssional pride in its adherents - tidak ada agama lain didunia ini yang demikian berhasil sebagai Islam yang menimbulkan kebanggaan diantara pengikutnya". 

Dalam Kapasitasnya sebagai manusia, Nabi Muhammad SAW memiliki keluhuran budi dan ketinggian moral, yang mendapat simpati serta kekaguman yang sangat luar biasa, sehingga seorang Semacam "Michael H. Hart", dalam karya, "The 100, A Ranking Of the Most influential persons in history - Seratus Tokoh yang Paling berpengaruh di dalam sejarah". Menetapkan dan menempatkan Nabi Muhammad sebagai Manusia yang berada pada ranking pertama yang paling berpengaruh dalam pentas sejarah, kemudiam di susul secara berturut-turut oleh Isac Newton, Yesus Kristus (Nabi Isa), Sidharta Gautama (Budha) dan seterusnya. Dalam menetepkan 100 tokoh paling berpengaruh dalam pentas sejarah itu, Hart memakai Kriteria-Kriteria Objektif yang bisa diterima dengan logika dan akal sehat, yaitu :

1). Orangnya memang pernah benar-benar ada dan tidak hanya hidup dalam dongeng-dongeng. 

2). Ia mempunyai pengaruh terhadap generasi sekarang dan akan datang. 

3). Prestasinya mempunyai pengaruh terhadap generasi yang akan datang dan peristiwa-peristiwa yang akan terjadi. 

4). Karya, ide dan cita-citanya merupakan hasil individual dan buah pikiran kolektif.   

Atas dasar dan pertimbangan kriteria-kriteria tersebut, akhirnya Hurt berpendapat dan menempatkan Nabi Muhammad SAW  sebagai tokoh dan pribadi yang berada pada urutan pertama yang paling berpengaruh dalam sejarah. Hurt juga menyimpulkan dan mengomentari sosok pribadi Nabi Muhammad SAW dengan Ungkapan yang jujur sebagai berikut, " hes was the only man in history who was supremely succesful on both the relegious and secular level's - bahwa dialah (Muhammad) satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil dengan luar biasa, baik yang menyangkut bidang keagamaan maupun keduaniawian".  

Mungkin timbul sebuah pertanyaan, mengapa Hurt memilih Muhammad dan Bukan Yesus yang memiliki Ummat paling banyak didunia, yang dua kali lipat lebih dari jumlah pengikut islam dan menguasai hampir dua per tiga dunia?. Alasannya menurut Faisal Ismail, Ialah : pertama, Muhammad Merupakan penerjemah tunggal Al-Qur'an, kalimat Tuhan yang Di terimannya, sementara Yesus sekalipun Ia merupakan penanggung jawab Etika Kristen. Tetapi, St Paul lah yang menjadi pengembang teologi Kristen, yang memasukkan hal-hal prinsip dan penulis perjanjian baru yang kemudian hari sangat berperan. Hal lain, karena Pikiran Muhammad sangat Genius dan Selalu Up to Date. Kata Hurt, "No Such Detailed Compilations Of the teaching chirst has survived  - tidak ada himpunan ajaran kristen yang begitu detail dan awet bertahan", seterusnya Hurt mengatakan bahwa agama kristen tidak seperti agama Islam, karena Kristen tidak ditemukan oleh satu orang, melainkan dua orang, yaitu Yesus dan St. Paul. Karenanya, "kehormatan" harus dibagi dua diantara mereka. Kedua, Muhammad adalah pemimpin yang tidak hanya di bidang agama, tetapi Juga di bidang politik. Sejarah mencatat penaklukkan oleh bangsa Arab, lokomotif utamannya adalah Muhammad.

Akhirnya setelah dengan pelbagai pertimbangan dan kriteria, Hurt menilai dan menyimpulkan, " its is the influence which i feel entitles muhammad to be considerad the most influential single  figure in human history - pengaruh di bidang dunia dan ukhrowi sekaligus, menyebabkan Muhammad harus di tempatkan sebagai sosok pribadi yang paling berpengaruh dalam sejarah".

Dalam kaitan dengan proteksi terhadap lingkungan dan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya, Nabi Muhammad juga memiliki Visi Lingkungan yang mendapat apresiasi luar biasa dari pakar Lingkungan. "R. Bosworth Smith", Misalnya menyatakan "bahwa Nabi Muhammad adalah Penjamin nyata atas pembebasan Binatang".  lebih lanjut dikatakan bahwa Nabi Muhammad adalah sosok yang telah meletakkan dasar-dasar etis perlindungan terhadap binatang dan orang-orang lemah. Smith selanjutnya menyatakan, " there is no relegion which has taken a higher view in its authoritative by its practical observance - Tidak ada agama yang telah mengambil pandangan yang lebih tinggi dalam otoritasnya dengan ketaatan praktisnya". Pendapat senada juga dilontarkan oleh "D.S. Margoliouth" yang memuji perlakuan islam pada binatang. Dia menyatakan visi Nabi Muhammad pada binatang sangat Jelas, sifat kemanusiannya bahkan telah menjangkau ke Mahluk yang lebih rendah. Beliau melarang memperlakukan burung-burung sebagai sasaran tembak para penembak dan melarang para pengikutnya membakar sarang semut agar hilang. Dalam Konteks yang berbeda "Peter Singh" mengamati cara yang lebih manusiawi di dalam islam, dalam aturan menyembelih binatang. Aspek kehalalan dalam islam dianggap oleh singh telah memenuhi cara higenis dan ekologis.

Keberhasilan yang begitu prestisius, sebagaimana yang digambarkan diatas, juga merambah masuk kedalam dunia politik, dengan keberhasilannya meletakkan pilar-pilar pembangunan masyarakat madani di kota Madinah. Menurut "Harun Nasution", di kota Madinah Nabi Muhammad tidak hanya mempunyai sifat Rosul, tetapi mempunyai sifat Sebagai Kepala Negara. Sementara Itu "D.B. Macdonald" juga menyatakan disini (di madinah) dibangun negara Islam yang pertama dan diletakkan prinsip undang-undang Islam, sebagaimana Yang terdapat dalam Mitsaqan Madinah (Piagam Madinah) sebanyak 47 Butir. Dalam negara Madinah itu, kata "Thomas W Arnold", dalam waktu yang bersamaan adalah seorang kepala agama dan kepala negara. Dengan demikian, Madinah adalah sebuah Embrio Negara atau bahkan negara itu sendiri. 

Nabi Muhammad SAW adalah seorang pemimpin besar, sebagai seorang politikus yang memimpin negara, dia sukses mendirikan entitas politik pertama di kawasan arab. Dalam entitas baru itu, dari berbagai suku di arab dan klan dipersatukan : sebuah prestasi besar yang belum pernah dicapai oleh pemimpin manapun sebelum Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana Konstatin sebelumnya, dia menjadikan Islam sebagai perekat peradaban yang menyulam masyarakat arab dan non arab pada tahap selanjutnya. Atas dasar keberhasilan inilah Khalifah Abdul hakim sampai pada sebuah tesis : Nabi Muhammad SAW adalah seorang Tokoh-Filusuf yang Di Impikan Oleh Plato, Ia adalah seorang Manusia yang memiliki cita-cita Keadilan yang tinggi, pada waktu yang sama memiliki karakter dan kekuasaan untuk menterjemahkan kedalam praktek dan melihat hasilnya dengan mata kepalanya sendiri semasa hidupnya. 

Satu hal yang perlu diperhatikan bahwa kebesaran, ketinggian, keluhuran dan keberhasilan yang ditorehkan Oleh Nabi Muhammad SAW selama Hidupnya, tidak serta merta membuat ummatnya harus memposisikan dirinya sebagai Tuhan (Baca : Mengkultuskan) sehingga keberadannya menjadi objek sembahan  yang merusak kemurnian Akidah. Karena, bagaimanapun juga dibalik kebesaran dan ketokohannya, Nabi Muhammad SAW adalah Manusia biasa yang tidak sepantasnya untuk disembah dan dipuja oleh Ummatnya melebihi TuhanNya, dengan Demikian Setiap memperingati kelahiran (Maulid Nabi Muhammad SAW), diharapkan kita mampu mengambil dan mengikuti keteladannanya sehingga kita mampu bermetamorfosis menjadi Ummat seutuhnya. 

Untuk itulah, perayaan yang bersifat seremonial belaka yang dapat mengurangi kesyahduan dan kesakralan harus diminimalisir, sembari menghayati makna-makna ritual yang terkadung di dalamnya. Sebab, peringatan Maulidun Nabiyullah Muhmmad SAW selama ini lebih banyak bermuara pada Maksimalisasi eksistensi ritus yang mengesampingkan kedalam Esensinya.

Allahumma Sholli waa sallim waa barik ala sayyidina Muhammadin waa maulana Muhammad Fil awwalin.



***

20 KOMENTAR TOKOH TENTANG NABI MUHAMMAD SAW

1. Mahatma Gandhi - Di tulis Di Yuong India.

Pernah saya bertanya-tanya, siapakah tokoh yang paling mempengaruhi Manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam di Masanya. Tetapi, ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan dan kehati-hatian Muhammad ; serta pengabdian yang luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan Tugasnya. 

Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan semua halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (Biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung. 

2. Sir George Bernard Shaw, dalam Bukunya "The Genuine Islam".

Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan eropa berapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut. Saya senantiasa menghormati agama Muhammad, karena Potensi yang di milikinnya. Islama adalah salah satu agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sebagai sosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti Kristus, dia harus di panggil sebagai seorang penyelamat Kemanusiaan. 

Saya yakin apabila orang semacam Muhammad Memegang kekuasaan tunggal di dunia moderen ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedemikian rupa, sehingga membawa kedamaian dan kebahagian yang di butuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang di bawahnya akan di terima di Eropa pada masa yang akan datang dan memang ia telah diterima di Eropa saat ini. 

Dia adalah Manusia terAgung yang pernah menginjakkan kaki Di bumi Ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar Moral, memulai sekian banyak gerakan pembaharuan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili semua ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad, dia lahir Di Arab, tahun 570 Masehi. Memulai misi mengajarkan agama kebenaran (penyerahan diri kepada Tuhan) pada Usia 40 Tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63 tahun. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek, 23 tahun. Dia telah merubah Jazirah arab dari pemuja panganisme dan pemuja Mahkluk menjadi para pemuja Tuhan yang Maha Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu. Dari kondisi kaum yang pemabuk dan pengacau menjadi kaum yang pemikir dan penyabar, dari kaum yang tidak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keangungan Moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini, bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu yang sangat singkat, hanya dua dekade. 

3. Michael H. Hart, dalam bukunya - "The 100 a Rangking of The most influential person in history". 

Sebagaimana yang saya sampaikkan diatas, secara sederhana bahwa Pilihan Hurt menempatkan Muhammad sebagai sosok yang paling berpengaruh sepanjang sejarah mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses, baik dalam tataran sekuler maupun agama (Hal.33). "Lamar Tine", seorang sejarawan terkemuka mengatakan bahwa, "jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolak ukur kejeniusan seorang manusia ; siapakah yang membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah moderen dengan Muhammad?. Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanya menciptakan kerajaan-kerajaan material yang hancur bahkan didepan mata mereka sendiri.   

Muhammad tidak hanya bergerak dengan Tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti. tetapi, jutaan manusia didua pertiga wilayah dunia saat itu ; lebih dari itu dia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. 

Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan. Sembahyang-sembahyang, dialog-dialognya dengan Tuhan, kematiannya dan kemenangan (Ummatnya) setelah kematiannya : semuanya membawa keyakinan ummatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan sebuah ketunggalan dan keghaiban (Immaterality), Tuhan mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan Tuhan Palsu dengan kekuatan dan mengenalkan Tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang Filsof dan juga seorang orator, prajurit, ahli Hukum, penakluk Ide, pengembali sebuah dogma-dogma  rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan dibumi dan satu kerajaan spiritual ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan manusia, mungkin kita akan bertanya : adakah manusia yang lebih agung dari itu.

4. Lamar Tine, dalam bukunya : "Historie de la Turquie".

Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, pada orang- orang tersebut hanya sukses di satu atau dua bidang saja. misalnya, agama atau militer. Hidup orang-orang seperti itu seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi atas waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan Seorang Muhammad, ia telah begitu gemilang menggapai berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detail dan kehidupan pribadi serta ucapan-ucapannya telah secara akurat di dokumentasikan, di jaga dan di teliti hingga saat ini.

Keaslian dan keotentikan ajarannya begitu terjaga, tidak saja karena penelusuran para pengikut setianya. tetapi, juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang Agamawan, reformis sosial, teladan Moral, administrator Massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyanyang, semua menjadi satu dalam diri Muhammad. 

Tiada lagi manusia dalam sejarah, melebihi atau bahkan menyamai dalam setiap aspek kehidupan tersebut. Hanya dengan kepribadian seperti dialah, keagungan seperti ini dapat diraih. 

5. K.S. Ramakrishna Rao, dalam Bookletnya ; "Muhammad, The Prophet Of Islam".

Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk di gambarkan dengan tepat. Saya pun hanya menangkap sekilas saja. Betapa ia adalah lukisan yang indah, anda Bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad Sang Negarawan, Muhammad Sang Orator Ulung, Muhammad Sang Pembaharu, Muhammad Sang Pelindung anak Yatim-Piatu, Muhammad Sang benteng Hamba Sahaya, Muhammad sang Pembela Hak Wanita, Muhammad Sang Hakim, Muhammad Sang Pemuka Agama. Dalam setiap perannya, dia adalah Sang Pahlawan.

Saat Ini, 14 abad Kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat. Tiada Yang Hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi, tentang obat segala penyakit kemanusiaan, yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikut tetapi sebuah Simplifikasi yang tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak biasa. 

6. Profesor (Snock) Hurgronje.

Lihat bangsa-bangsa yang di dirikan Nabi Ummat Islam, telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia diatas pondasi yang universal dan telah menerangi bangsa-bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang menyamai islam dalam capaian mewujudkan ide-ide persatuan bangsa-bangsa. 

Dunia telah banyak mengenal konsep Ketuhanan, telah banyak yang hidup dalam misinya, lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini menyamai bahkan sebahagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curuhkan untuk satu Tujuan yaitu menyatukan manusia dalam pengabdian kepada Tuhan, dalam aturan-aturan ketinggian Moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah mengatakan bahwa Ia adalah Putera Tuhan atau Reinkarnasi Tuhan atau seorang Jelmaan Tuhan, Muhammad sejak dahulu Hingga saat Ini menganggap dirinya dan dianggap pengikutnya, hanya sebagai seorang Wakil atau Pesuruh yang Diutus Tuhan.

7. Thomas Carlyle, dalam Bukunya ; "Hes Heroes and Herowership".

Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (badui), menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban, hanya dalam waktu kurang dari dua dekade. 

Kebohongan yang di propagandakan kaum barat yang di selimutkan kepada orang Ini (Muhammad), hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar dan tenang, seorang yang mau tidak mau harus di junjung tinggi. Dia Di ciptakan untuk menerangi dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah Bohong dan Muhammad adalah Penipu.

apa kalian pernah menyaksikan dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikkan sebuah ajaran agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia?, saya yakin bahwa manusia harus selalu bergerak sesuai UU dan Logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong, karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar dari semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamannya.

Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuan akan kemaslahatan umum merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutaan hurufnya, justru memberikan nilai positif yang sangat mengangumkan. Ia tidak pernah menukil pada orang lain, dan ia tidak pernah memperoleh setetespun informasi dari selainNya. Allah lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini.

Sejak hari-hari pertamannya, ia sudah dikenal sebagai pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tidak keluar dari mulutnya kecuali ucapannya yang bermanfaat dan hikmah yang amat luas. Hati manusia mulia, putera padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajaranya jauh dari semangat egoisme dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat dan kedudukan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa basi. 

8. Gustav lebon, Cendekiawan Prancis, dalam bukunya -  "peradaban Islam dan arab". 

Jika kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya. maka, kita harus katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah Manusia yang sangat agung dan ternama. 

Meskipun selama 20 tahun, penduduk mekkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak berhenti menganggu dan serta menyakiti beliau. Namun pada saat Fathu mekkah (Penakalukkan Kota Mekkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga mekkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung disekitar dan didalam ka'bah dibersihkan. 

Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombongkan diri dan tetap memperlihatkan sikapnya yang lurus.

9. Will Durant, Sejarawan Amerika Serikat, "dalam dua buku sejarah, juga Memuji Muhammad Rasul Allah".

Ia menulis bahwa kita harus mengatakan bahwa Muhammad adalah Tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai misi dakwahnya, di negeri arab adalah sebentangan padang pasir kering dan kosong, Yang di beberapa kawasannya di huni oleh sejumlah kaum arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak. 

Tetapi ketika beliau wafat, penduduk arab ini pula telah muncul sebagai ummat yang bersatu dan kompak. Beliau telah menghapus segala bentuk khurafat dan fanatisme serta menyuguhkan sebuah agama yang sederhana. tapi, kokoh dan terang benderang yang di bangun diatas dasar nilai keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah al-Qur'an dan tidak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan dan daya tariknya.

10. John Diven Port, Cendekiawan Inggrish.

Ia menyatakan penyesalannya dengan sikap tendensius terhadap Nabi Islam. Dalam bukunya yang ia tulis tentang Nabi Muhammad SAW, dengan segala kejujuran dan kecintaannya kepada Nabi, ia berusaha membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan Nabi Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini merenung dan berpikir dengan benar. 

Diven Port menulis, dari segi keindahan, kebaikan watak dan perilaku. Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai.

Sebelum memulai ucapannya, beliau telah menarik para pendengar beliau, baik satu orang atau banyak, dengan ahklak dan perangai yang sangat mulia. Wajah beliau memancarkan kewibawaan serta daya tarik yang sangat kuat. Senyumnya yang indah tak pernah lepas dari bibir beliau. Pada akhirnya, hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata beliau, memaksa setiap orang untuk memujinya. Oleh sebab itulah, beliau di kenal sebagai tokoh agama yang paling langka didunia. 

11. Dosun, Penulis Prancis, dalam bukunya : "Muhammad dan Islam".

Pada Umumnya, warga prancis tidak menaruh minat pada pembahasan masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama dan pemikir prancis memiliki pandangan lain kepada islam. Hakekatnya ialah bahwa kemunculan islam dan penyebarannya termasuk diantara karya besar dan amat penting bagi sejarah manusia. Diakhir abad ketujuh Islam, mampu merambah ke Suriah, mesir, Iran dan dunia arab, serta menyebar ke seluruh afrika utara, bahkan mengusai di seluruh pulau-pulau mediterania, kemudian masuk india dan china. 

Saat ini Islam telah memberikan pengaruhnya yang sangat luas dalam peradaban dunia serta dalam politik kontemporer. Keberhasilan perjuangan Nabi Muhammad SAW, dalam menggeser UU yang berlaku di Asia, padahal mereka termasuk negara terkuno didunia, serta ketahanan UU Islam ini selama berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan Tokoh Ini dan Keistimewaannya yang langka.

12. Edward Gibbon, dalam Pidatonya  yang bertajuk : "Profession of Islam".

Saya percaya bahwa Tuhan adalah Tunggal dan Muhammad adalah pesuruhNya, adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pemujaan-pemujaan kemahklukan ; penghormatan kepada sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan yang berlebihan : dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama. 

13. Simon Ockley, dalam bukunya : " History of the Saracen empires".

Muhammad tidak lebih dari seorang Manusia biasa. tetapi, ia adalah manusia dengan Tugas yang mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga untuk setiap tindakannya.

14. Sarojini Naidu, Penyair Terkenal India (S. Naidu-Ideals Of Islam).

Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan Demokrasi ; disetiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jama'ah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari, ketika seorang hamba dan seorang Raja berlutut berdampingan dan mengakui bahwa Allah Maha Besar. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara Naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.

15. James A. Michener, dalam bukunya ; "Islam, The Misunderstood Religion". 

Muhammad, seorang Inspirstor yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi, dalam masyarakat arab penyembah berhala. Yatim sejak masih kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Diusia 20 tahun, beliau sudah menjadi seorang pengusaha yang suskses dan menjadi pengelola bisnis seorang perempuan kaya raya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya, Muhammad menikahinya dan setia hingga akhir hayat sang isteri.

Seperti halnya para Nabi lain, Muhammad memulai Misi Kenabiannya dengan cara sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu. karena, menyadari kelemahannya. Tapi, membaca adalah perintah yang diperolehnya dan keluar dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia ; tiada Tuhan selain Allah. 

Dalam setiap hal, Muhammad adalah orang yang senantiasa mengedepankan akal. Ketika puteranya, Ibrahim Meninggal yang disertai Gerhana dan menimbulkan anggapan dan spekulasi Ummat bahwa itu adalah wujud belangsukawa Tuhan kepadanNya, Muhammad Lalu Berkata ; "gerhana adalah sebuah kejadian alam Biasa, adalah suatu kebodohan jika mengaitkan dengan kematian atau kelahiran seorang manusia". 

Sesaat setelah ia meninggal, sebahagian para pengikutnya hendak memujanNya sebagaimana Tuhan Yang dipuja. Akan tetapi penerus kepemimpinanya (Baca: Abu Bakar) menepis keinginan ummatnya dengan salah satu pidato Religius dan terindah sepanjang masa ; Jika ada diantara Kalian yang menyembah Muhammad. maka, ketahuilah bahwa Ia telah Meninggal. Tapi ketika Allah yang hendak kalian sembah. maka, ketahuilah bahwa ia hidup selamannya.

16. W. Montgomery Watt, dalam Bukunya : "Muhammad at Mecca".

Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaian yang sangat luar biasa, semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhamad sebagai seorang Penipu, hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di barat selain Muhammad. 

17. Annie Besant, dalam bukunya : " The Life and Teachings Of Muhammad".

Sangat Mustahil bagi seorang yang mempelajari Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui ajaran dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat kepada beliau, salah satu utusannya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan, banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang guru bangsa Arab tersebut.


18. Bosworth Smith, dalam bukunya : "Mohammad and Mohammadanism".  

Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus : tapi dia adalah Sang Paus tanpa pretensinya dan Sang Caesar tanpa Legionnaire-nya ; tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa penghasilan tetap ; jika ada seorang manusia yang pantas berkata dia-lah wakil Tuhan Penguasa Dunia, Muhammad lah orang Itu, karena dia memiliki kekuatan, meski ia tak memiliki segala instrumen dan segala penyokongnya.

19. John Austi, Dalam Bukunya : " Muhammad The Prophet Of Allah".

Dalam kurun waktu hanya setahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya Memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.

20. Professor Jules Maserman Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal, Gandhi dan Konfusius pada hal lain, serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (baca : Religi dan Militer).

Yesus dan Budha, mungkin hanya pada kategori kedua. Sedangkan , pemimpin terbesar sepanjang Masa adalah Muhammad, yang sukses pada semua Kategori tersebut. Dalam sekali yang lebih kecil, Musa juga melakukan hal yang sama (diMadani).  



***

PESONA AKHLAK ROSULULLAH SAW DARI BERBAGAI SUDUT 

1.

Suatu ketika Seorang jamaah pengajian bertanya pada seorang Kiai ; "Wahai Kiai, Bolehkah kita mencaci keturunan Nabi?". Kiai menjawab, "Kita tidak boleh mencaci siapa pun".

Jangankan pada sesama manusia, pada setan pun Nabi Muhammad SAW melarang kita mencacinya. Sebab, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Janganlah kalian mencaci setan. Tetapi, berlindunglah kepada Allah dari keburukannya".

Jangankan pada sesama manusia, Nabi Muhammad SAW melarang kita mencaci Binatang (ayam). Nabi Muhammad SAW bersabda, "Janganlah kalian mencaci ayam, karena ayam itu membangunkan kalian untuk shalat".

Maka, sebagaimana kita dilarang mencaci yang lain. maka, kita juga dilarang mencaci keturunan Nabi Muhammad SAW.

Lalu, Si jamaah pengajian bertanya lagi, "Bagaimana jika keturunan Nabi Muhammad SAW itu berkata kotor misalnya suka mencaci?".

Kiai menjawab, "Hormati dan sayangi, tapi jangan ikuti. Ambillah teladan akhlak dari Baginda Nabi Muhammad SAW Dan jangan ambil teladan dari orang-orang yang memang tidak layak diteladani".


2.

Salah satu akhlak Rasulullah saw adalah membuat siapapun merasa nyaman berbicara dan bergaul dengan beliau. Di kisahkan ada seorang Arab Badawi yang jauh-jauh datang menemui Nabi Muhammad saw. Begitu sampai di hadapan Rasulullah saw, orang tersebut gemetaran. Untuk menenangkannya, Nabi mengatakan, seperti yang direkam dalam Kitab Sunan Ibn Majah (hadis nomor 3303): "Aku bukan raja. Aku adalah putra seorang perempuan yang juga senang makan daging dendeng, yang dikeringkan di bawah sinar matahari".

Lihatlah, bagaimana akhlak Nabi Muhammad saw, beliau berusaha mencari titik kesamaan antara tradisi orang Arab Badui dengan apa yang beliau suka. Dengan cara demikian, orang Arab Badui itu merasa nyaman.

Pesona Akhlak Sang Nabi memang luar biasa. Beliau mampu membuat semua orang merasa akrab denganNya.


3.

Akhlak Nabi yang ditunjukkan dalam bentuk keadilannnya. Pernah terjadi rebutan hak asuh putri Sayyidina Hamzah ra, yang gugur di perang Uhud.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra, Berniat mengasuhnya dengan alasan, "dia anak perempuan pamanku".

Ja’far attahayar ra, mengatakan, "Istriku itu bibinya anak perempuan ini".

Zaid bin haristah, tidak mau kalah dan mengatakan, "Dia anak perempuan saudaraku".

Masing-masing dari mereka memiliki alasan tersendiri, sehingga layak untuk mengasuh Umamah putri sayyidina Hamzah. Dalam Kitab Sahih Bukhari (hadis nomor 3920) menceritakan bagaimana Rasulullah saw, kemudian menengahi dengan membuat semua pihak agar merasa nyaman, "Bibi adalah pengganti ibu", maka Rasulullah memberikannya kepada Bibi anak itu. Lantas, Rasulullah berkata kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib karamallahu wajhah, "Engkau bagian dariku, dan aku bagian darimu", Rasulullah berkata kepada Ja’far: "Akhlaqku menyerupai akhlakmu". Dan kepada Zaid, Rasulullah berkata, "Engkau saudaraku".

Semua menjadi senang, Akan keputusan Nabi tersebut.

4.

Ada sebuah riwayat yang menceritakan, suatu waktu Rasulullah kehilangan sepatu. Salah seorang dari mereka mencuri sepatu Nabi. Kemudian Nabi berdoa : "Ya Allah, Bila dia orang yang membutuhkan, maka berkahilah untuknya apa yang dia ambil. Bila dia bukan orang yang butuh, maka jadikanlah ini dosa terakhirnya".


5.

Rosulullah pernah mempunyai seorang putera, bernama Ibrahim Bin Muhammad. Sedangkan nama Ibunya adalah Maria Al-Qibtiyyah (Maria The copt), dari keluarga kristen Koptik.

Ibrahim meninggal muda. waktu meninggal terjadi gerhana matahari di madinah. Banyak yang mempersepsikan bahwa gerhana matahari itu di sebabkan karena meninggalnya Ibrahim.

Yang Mulia Nabi Muhammad SAW, memberikan Nasehat bahwa gerhana matahari tesebut, tidak ada sangkut pautnya dengan putranya yang meninggal. Justru yang di sarankan beliau adalah sholat sunnah gerhana sebagai Refleksi bahwa Tuhan itu sangatlah besar. Semantara kita ini lemah dan kecil. oleh karena itu, janganlah sombong.

NASA pernah mencatat gerhana matahari yang terjadi waktu putera Nabi Muhammad SAW. meninggal, terjadi pada tanggal 27 januari 632 M.

Dari mana mereka tau?. "Tidakkah engkau berfikir", begitu Firman Allah SWT. Itulah gunannya akal. Itulah gunanya belajar.

6.

NABI SAW TAK MAKAN SIANG

Kebiasaan banyak orang, makan tiga kali sehari : pagi, siang, dan malam. Mungkin karena itu, maka waktu minum obat sama dengan waktu makan; tiga kali sehari. Apakah Nabi Muhammad SAW juga makan tiga kali sehari?. Ternyata, tidak. Jika Nabi Muhammad SAW sudah makan dimalam hari, maka beliau tidak makan disiang hari. Begitu juga, jika Nabi Muhammad SAW sudah makan disiang hari, maka beliau tidak makan dimalam hari.

Abu Nu'aim al-Isfahani dalam kitab Hilyatul Auliya' mengutip Hadits yang menjelaskan Nabi Muhammad SAW tidak makan siang.

Jika kita hendak mengikut Nabi Muhammad SAW, maka siapa yang sudah makan di siang ini, maka dia tidak makan di malam nanti. Dan jika tidak makan di siang ini, maka dia boleh makan di malam nanti.


7.

Ketika Nabi Disebut Sebagai Tukang Sihir. orang kafir berkata, "Sesungguhnya orang ini (Muhammad) benar-benar adalah tukang sihir yang nyata". (Q.S. Yunus : 2).

Suatu hari yang panas, Nabi Muhammad SAW pergi ke suatu tempat. Di perjalanan sebuah padang gurun, ia melihat seorang wanita tua membawa tas di kepalanya. Nabi Muhammad membantunya. Beliau langsung membawakan barang-barang wanita itu. Nabi bertanya kepada wanita tersebut, "sedang menuju kemana dan mengapa melakukan perjalanan sejauh itu. Si wanita tua itu menjawab, “Aku meninggalkan kota ini, karena telah mendengar bahwa seorang penyihir bernama Muhammad sudah tiba di kota".

Nabi hanya tersenyum. Sepanjang perjalanan, beliau tidak mengatakan sepatah kata pun lagi kepada wanita tua itu. Sebaliknya, Nabi dengan sabar mendengarkan wanita tua itu terus menjelek-jelekkan 'penyihir' yang ia sebut sebelumnya, sebagaimana Yang terekam dalam Qur'an ; 102, "Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah".

Lama-kelamaan, wanita tua itu memperhatikan pemuda yang menolongnya itu berwajah sangat ceria dan rendah hati. Si wanita tua juga menyadari bahwa keringat pemuda itu begitu wangi. Dia sangat terkesan. Ketika mereka sampai di tempat tujuan, Nabi meletakkan tas kepunyaan si nenek dan hendak pergi begitu saja. Tapi wanita tua itu berkata, "Hai, orang yang baik!, Setidaknya katakan padaku namamu!”

Nabi menjawab dengan sopan, "Saya adalah orang yang menyebabkan Anda meninggalkan kota".

Wanita tua itu terkejut bukan kepalang. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang ia bicarakan kejelekannya itu justru berakhlaq sangat baik dan membantunya dalam perjalanan jauh itu.

Seketika itu ia menyatakan masuk Islam dihadapan Rasulullah saw.

8.

Suatu ketika, Nabi Muhammad Saw mendapat hadiah anggur dari seorang miskin. lalu, beliau mencoba satu. tidak seperti biasannya ketika beliau makan, saat itu beliau menghabiskan seluruh anggur itu sendirian. kemudian si miskin pulang dengan muka bahagia. Karena, anggurnya di makan oleh Nabi dengan Lahap.

sahabat yang bersama dengan Nabi, bertanya ; mengapa Baginda tidak membagi Anggurnya?. Nabi menjawab, "Anggurnya kecut, jika aku berbagi. aku takut kalian tak suka karena kecutnya. Sedang, aku tidak ingin membuat si miskin bersedih".

9.

Mukjizat Pertama Rasulullah Saw di Kota Madinah.

Ketika Rasullullah saw, pertama kali datang ke Madinah, masyarakat berebut untuk mengarahkan kendali unta beliau menuju rumah-rumah mereka. Kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, biarkan unta ini berjalan. karena, ia hanya melaksanakan perintah. Dimanapun ia berhenti, maka disitulah aku akan tinggal.”

Penduduk Madinah memberi jalan untuk unta itu, sementara hati mereka berharap Rasulullah saw berhenti di depan rumah mereka. Tapi, tidak disangka-sangka, unta ini berhenti di depan rumah Abu Ayyub Al-Anshari, sementara ia adalah orang termiskin di kota ini.

Mereka menyesal karena rumah mereka tidak terpilih sebagai tempat singgah Rasulullah saw. Tapi apa daya, semua ini adalah kehendak Allah swt. 

Lalu, Abu Ayyub segera memanggil ibunya, "Ibu.. Bukalah pintunya, telah datang pemimpin ummat manusia, Muhammad Al-musthofa.” Ibunya adalah wanita tua yang buta, ia segera keluar dan membukakan pintu lalu berkata, " Selamat datang wahai manusia termulia. Selamat datang wahai penghulu para Nabi. Oh.. malangnya nasibku, andai aku memiliki mata yang bisa melihat wajah tuanku Rasulullah saw".

Melihat wanita tua itu, Rasululah meminta izin kepada Abu Ayyub untuk mengusapkan tangannya di wajah ibunya. Dan Subhanallah, saat itu pula wanita itu dapat melihat dan wajah pertama yang dilihat adalah wajah manusia termulia, Habibil Mustofa saw.

Coba bayangkan, bagaimana Rasulullah menjaga perasaan penduduk Madinah dengan tidak memilih salah satu rumah mereka.

Beliau membiarkan untanya terus berjalan dan akan singgah dimana unta itu berhenti, karena tunggangan ini sedang dibimbing oleh Allah swt. Sehingga tidak ada yang merasa iri dengan keputusan beliau. Kemudian lihatlah, unta itu berhenti di rumah orang termiskin di kota itu. 

Kisah ini memberi pelajaran berharga untuk tidak merendahkan orang-orang miskin. Tidak ada yang tahu, jika mereka memiliki kedudukan yang tinggi disisi Allah. Jangan pernah mengukur kemuliaan seseorang dari hartanya. Sungguh celaka orang yang menghormati orang lain, hanya karena harta semata. 

Jagan pernah menyakiti hati orang miskin, karena disitu ada Kemurkaan Allah swt. Inilah Mukjizat pertama dari Rasulullah saw di kota Madinah. Sungguh beruntung mata yang dapat menatap wajah suci beliau. 

Ya Wajihan Indallah, Isyfa’ Lana Indallah….


10.

Andai, Orang Tua kita, tidak memperkenalkan Muhammad, Manusia paling sederhana itu. maka, kecil kemungkinan kita Tahu Bahwa Nabi Muhammad adalah Manusia, yang oleh Khodijah di lamarnya menjadi suami.

Ia manusia mutiara yang memilih hidup sebagai jelata, tidak pernah makan kenyang lebih dari 3 hari. Karena sesudah hari ke 2, ia tidak punya makanan lagi. Ia menjahit bajunya sendiri dan menambal sendalnya sendiri.

Panjang rumahnya 4, 80 M dan lebar rumahnya 4, 62 m. Ia manusia yang paling di cintai Tuhan dan paling mencintai Tuhan. Orang Kampung Thaif di izinkan melemparinya dengan batu yang membuat jidatnya berdarah. Ia bahkan di biarkan oleh Tuhan sakit sangat panas badanya, karena racun perempuan yahudi (Zaenab). 

Anaknya Ibrahim meninggal, ia Nangis dan bersedih. Ia pernah kalah dalam perang. Cucunya yang pertama di izinkan Tuhan Mati, karena Racun Istrinya sendiri. cucunya yang kedua di izinkan Tuhan di penggal kepalannya, kemudian di seret dengan kuda sejauh ratusan kilometer sehingga ada dua kuburannya.

Allah menantangnya, sebagaimana bunyi firmannya "wala saufa Yu'tika robbuka Fatardho". Bahkan di Dalam Kitab Al-Barzanji, Jabal Uhud menawarkan diri sebagai bukit Emas.

Ia (Muhammad), andaikan Mau, jabal Uhud akan di ubah Tuhan menjadi Bukit emas. Andai Ia mau, menjadi Raja yang kaya raya, akan di kabulkan Tuhan seketika. Andai, ia menginginkan wanita paling Cantik di dunia. Akan di realisasikan saat itu juga. TeTapi, ia menolak dan menjawab; idzan Ya Robb, la ardho wawahidun min ummati finnar".

Benarkah Kita mencintai Rosulullah Saw ataukah Kita hanya Ikut-ikutan?.

Nabi Muhammad, Sang Suri Tauladan yang baik lagi inspiratif itu, selalu tunduk pada sunnatullah. Beliau bukan manusia berotot baja seumpama Hercules ataupun memiliki kemampuan membengkokkan besi seperti Nabi Daud.

Nabi Muhammad tetap merasakan panas bila di sentuh Api, sebagaimana yang tak tersentuh pada Nabi Ibrahim. Nabi Muhammad adalah putera Tersayang Abdullah bin Abdul Muthalib ini tetap berpeluh (berdagang) untuk bisa makan. beliau yang suka terseyum ini pernah merasakan "Kalah", kalah dalam perang.

Bagaimana perihnya kaki berlari saat di kejar musuh dan bepeluh meriang di kena sihir manusia jahat. Beliau pernah "Galau", merasakan keperihan mendalam saat di tinggalkan manusia tersayang.

Beliau yang luar biasa itu, tidak pernah mengajarkan kemanjaan. Walau memiliki otoritas spiritual tertinggi dengan jaminan dari Allah SWT. Beliau tetap menampilkan sisi-sisi kemanusiaannya. karena Nabi Muhammad itu manusia bukan malaikat.

kita tidak egois dalam mencintai Allah dan Rosulullah. Gendang kita tabuh, gitar kita petik, biola kita gesek dan seruling kita tiup; agar memperindah pernyataan cinta kita kepada Allah dan Rasulullah.

Kenapa gitar kita kutuk hanya karena ia di pakai oleh budaya maksiat?. Salah apa gitar itu?. Apakah engkau mengutuk abu Jahal beserta pedangnya juga?. Jika perlu, pakai Rumah Abu Jahal untuk sholat Berjamaah.

kita mendekati Nabi Muhammad dari sisi Ke-Nabi-annya, Bukan kemanusiannya. Padahal, kekuatan terBesar Nabi Muhammad sejak ia kecil adalah Sisi kemanusiannya.

Bila kita merasa, tidur kita tidak nyenyak dan tidak nyaman. Ingatlah bahwa Nabi Muhammad SAW, tidur beralaskan pelepah kurma.

bila kita merasa, hidup kita tidak teramat miskin dan papah. Ingatlah bahwa Rosulullah Fil awwalin, sangat mencintai kaum miskin.

Betapa tidak masuk akal, jika keinginan kita, untuk tidak merasa sakit. Sementara KekasihMu, Ya Robb. Di lempari, di ludahi dan di hina oleh penduduk Thoif.

Nabi bertutur, "Senyum itu sedekah. Sedang kita, tampil sangar. Nabi mendamaikan. Sedangkan kita, bertengkar terus. Nabi mengganti nama-nama buruk. Sedangkan kita memanggil dan memberi gelar yang buruk. Nabi menjaga kemunafikan orang. Kita, memunafik-nafikan orang. Nabi ajarkan Sangka baik. Kita, berburuk sangka.

Lalu, siapa yang kita tiru dan ikuti?.



* Coretan Nalar Pinggiran
* Pejalan sunyi
* RST















Jumat, 16 Oktober 2020

KHODIJAH BINTI KHUWAILID ; GETAR KERINDUAN ROSULULLAH SAW



Wujud dari cinta abadi, yang selalu tertanam dalam sanubari baginda Nabi kepada sayyidah Khodijah, terlihat ketika Rosul merindukannya.

Beliau menyembelih kambing yang kemudian di bagi-bagikan kepada teman-teman Khodijah. "Aku tak pernah lebih cemburu selain kepada khodijah, terutama ketika Nabi mengenang dan menyebut-nyebut Namanya". Ujar Aisyah.

Rosulullah pun menegaskan kedudukan Khadijah di hati beliau; " sungguh Allah telah menganugrahkan rasa cinta kepada Khodijah". (H.R. muslim No 2435).

Khodijah merupakan tanda kehadiran Tuhan dalam pergumulan spiritual Nabi Muhammad. Ia bisa di sejajarkan dengan Ismail dan Hajar dalam pergulatan Keimanan Ibrahim.

Khodijah Al-Kubra (RA), Adalah simbol kesetiaan seorang istri yang senantiasa menemani Rosulullah SAW dalam suka dan duka, serta mengorbankan jiwa- raga dan hartanya dalam upaya penyebaran risalah.

Ketika Bulan ramadhan hal itu mengingatkan kita Akan wafatnya seorang wanita agung dunia islam dan istri penuh kasih sayang, sekaligus sosok wanita yang pertama kali beriman kepada Rosulullah SAW. Keimanan dan pengorbanan yang di tunjukkan beliau, mengantarkannya pada sebuah maqom, sehingga Allah mengucapkan salam padannya.

Sayyidah Khodijah adalah puteri Khuwailid. Dari sisi keperempuanan, kecantikan, kepribadian dan ketokohannya merupakan wanita terdepan di masanya. Beliau di kenal dari keturunan yang memiliki kemuliaan dan pekerja keras. Sayyidah Khodijah RA, memiliki kepribadian yang tinggi, pemikiran yang kuat dan pandangan yang benar.

Kedermawanannya yang luar biasa dan sikapnya yang konsisten, bukan saja membuatnya menjadi pemimpin wanita kaum quraisy. Tapi, juga wanita seluruh alam.

Tiap pagi khodijah, selalu membuat dan menyiapkan Teh Pada Rosulullah, suaminya. Teh itu di teguk pada Cawam yang sama, dengan posisi yang sama Pada bibir cawam.

Suatu pagi Rosulullah, menghabiskan Teh yang di buatkan Istrinya. khodijah lalu berguman ; Wahai Suamiku, mengapa Engkau tidak menyisahkan Teh itu padaku, sebagaimana pada hari-hari biasanya". Kata Rosulullah ; Aku sangat kehausan, hingga tak menyisahkan untukMu".

Ternyata, Khodijah malarutkan Garam pada Teh. Karena tak ingin, membuat Khodijah (Istrinya) kecewa. Rosulullah menghabiskan sendiri Teh tersebut.

Begitulah adanya cinta Rosulullah Pada Istrinya.

Lantas, Boleh kah, kita (perempuan), Mempersonifikasikan diri serupa Khodijah, sang belahan Jiwa Rosulullah itu. Tanya, seorang kawan.

"Boleh, bahkan Kita Rindu perempuan yang mewakafkan Rahimnya untuk keberlansungan peradaban ummat".

Tetapi ingatlah, satu hal, dan merupakan sesuatu yang cukup mendasar pada Khodijah. saat Rosulullah SAW, kembali ke goa hira menunggu Wahyu kedua turun, setelah hari sebelumnya ia mendapat wahyu pertama di Goa Hira. Seharian penuh Rosulullah menunggu Wahyu kedua tersebut di sampaikkan. tetapi, Wahyu tidak turun-turun atau di sampaikan juga. Sehingga Rosulullah memutuskan untuk pulang ke rumah.

Di perjalanan menuju rumah. Tetiba, ada suara yang entah oleh Rosulullah pun tidak tau, dari mana asal suara tersebut. Akan tetapi, suara itu memanggil-manggil namanya. Muhammad..!, beliau menoleh ke kiri, kanan dan belakang. Tidak ada orang-orang. Namun, panggilan itu semakin bergema ; " Muhammad".!, beliau kembali menolah ke kiri, kanan dan belakang. Tidak ada orang-orang. Beliau jadi, takut. Begitu, Ia mendongakkan kepala ke atas, ia melihat malaikat Jibril duduk diantara langit dan bumi, bahkan Sayapnya menutupi Bumi.

Rosulullah SAW, mengalami ketakutan yang teramat luar biasa dan pulang kerumah dengan berlari. Mengetuk pintu rumah, begitu melihat bening mata, teduh tatapan dan senyum merekah, menawan dari belahan jiwanya: Khodijah. Seketika itu pula, setengah dari kegundahan dan ketakutannya Rosulullah Hilang dan sirna.

Dengan setengah ketakutan yang masih menguasai dirinya, Rosulullah berguman pada Khodijah : "Dzam mi luni (Selimuti aku)".

Pada cuplikan cerita diatas, merupakan Asbabul nuzul Wahyu kedua yang turun atau di sampaikkan kepada Rosulullah, yakni Q.S. Al-Mudassir. Dan sangat Implisit Termanya, jika di pendekatan pemahaman Tasawwuf. (Insya Allah, Jika saya Punya Kekuatan Saya uraikkan sependek pengetahuanku. Hanya saja, pesan Guruku. Sebaiknya setelah menikah).

Nah, jika ada yang hendak mempersonifikasikan Dirinya seumpama Khodijah. Hal yang paling mendasar ialah Bisakah, mereka menyerupai atau paling tidak, menghampiri salah satu identitas yang menurutku paling ringan dari Ummul Mukminin Khodijah, yakni ketika Rosulullah ketakutan, hanya dengan melihat Paras teduh istrinya, separuh dari ketakutan Rosulullah sirna. Bagaimana, bisa?.

Satu hal juga, yang menurutku, kita terdogma dan enggan mencari tau kebenaran, soal Khodijah adalah seorang Janda yang di nikahi Rosulullah dan berusia lebih tua dari Rosulullah. Khodijah Binti Khuwailid. Menurut Azd Dzahabi, salah seorang Ahli Hadist Ahlu Sunnah menyatakan, Usia Khodijah ketika menikah dengan Rosulullah Adalah 28 Tahun. DiNukilkan juga dalam riwayat yang lain. Yakni, Ibnu Abbas menyatakan bahwa Usia beliau dibawah 30 tahun. Sebahagian lagi mengatakan bahwa Khodijah Saat di nikahi Rosulullah ialah Usianya 25 tahun.

Dari pandangan para ahli sejarah dapat dan sebahagian Riwayat menukilkan, bahwa kisaran usia Khodijah Al-Kubro, ketika di nikahi oleh Rosulullah, antara 25 sampai 28 tahun. adapun Statusnya, sebagai seorang gadis, bangsawan, cerdas, cantik, terpelajar, pergaulan global dan bukan Kafir.

Memilih tinggal di Ma'la, bukan di Downtown Mekkah yang di penuhi oleh orang-orang Musyrik, waktu itu. kecuali keluarga Bani Hasyim yang beriman.

Tidak ada sebuah tradisi wanita tua menikah dengan Pria muda di tengah masyarakat Mekkah saat itu. Tidak ada juga Tradisi orang beriman menikah dengan orang kafir, apalagi sampai 2 kali dengan Klan Rendahan. Seperti itulah potret masyarakat mekkah saat itu.

Maka, sangat mengherankan jika beredar sejarah Fiktif secara luas dan diyakini oleh orang-orang yang bersikukuh itu sebagai sebuah kebenaran, padahal itu adalah kebenaran absurd, tanpa dasar dan Hanya asumsi.

Orang Arab memanggil Khodijah, sebagai Puteri Mekkah. karena, kekayaannya, dengan sebutan Ath-Thahirah, disebabkan reputasinya yang suci serta budinya yang luhur dan pribadi yang mulia.

Julukan ath-thahirah atau wanita yang suci, sudah dapat menjelaskan bahwa beliau masih suci atau Gadis. Dan seorang wanita suci untuk seorang lelaki suci yaitu Rosulullah Muhammad Saw.

Khodijah mengimani Wahyu Allah, jauh sebelum bertemu Nabi. Ketika bertemu dengan orang Tua Yahudi yang mengatakan akan hadir seorang utusan Tuhan, yang akan menjadi pemimpin Nabi-Nabi sebelumnya. Kemudiam orang Tua Yahudi tersebut dilempari batu dan diejek. Disaat itu Khodijah Justru terlihat tenang, bijak dan mempertimbangkan setiap kata yang terlontar dari orang Tua Yahudi tersebut, yang identitasnya tidak dijelaskan secara detail.

Berkenaan dengan lamanya penantian Khodijah sebelum mengenal Nabi Saw. Ibnu Hisyam menulis : " Khodijah al kubra senantiasa menantikan munculnya seorang Nabi yang dijanjikan oleh para orang-orang yang dekat dengan Allah sebelumnya dengan cara berdialog dengan Tokoh-tokoh agama Ilahi, seperti : Waraqah, Natsur dan Buhairah.

Hal ini menunjukkan bahwa sebelum Islam, Khodijah adalah seorang Muwahhid dan beriman, serta bukan janda yang berusia 40-an tahun saat di nikahi Rosulullah SAW.

jika Tidak ada khodijah, maka tidak ada pasangan yang sepadan Nabi Muhammad SAW.

Pada suatu malam, kala bintang-bintang terbenam dan suasana gelap gulita, Khadijah duduk di dalam rumah setelah thawaf mengelilingi Ka’bah.

Saat itu, Khadijah beranjak ke tempat tidur. Begitu berbaring, ia langsung terlelap. Layaknya dialami orang tidur, Khadijah memimpikan matahari turun dari langit Mekah dan berada di dalam rumahnya, dengan cahaya dan keindahan. Yang memancar di setiap penjuru, memenuhi seluruh sisi rumah.

Paginya Khadijah menemui Waraqah sepupu nya, " Wahai sepupu ku. beritakan apa makna tiga hari mimpiku yang sama?". Khadijah pun menceritakan mimpinya. wajah Waraqah berbinar, senyuman senang terlukis di kedua bibirnya.

Selanjutnya dengan tenang ia berkata kepada Khadijah, “Bergembiralah wahai saudara sepupuku!. Jika Tuhan membenarkan mimpimu, cahaya nubuwah akan masuk ke dalam rumahmu, dan dari sana cahaya penutup para nabi akan memancar.”

Menurut Ibn Ishaq, Waraqah meyakinkan Khadijah, bahwa suaminya kemungkinan besar seorang nabi. 

Sejak saat itu Setiap kali ada seorang pemimpin Quraisy datang meminang, Khadijah selalu menolak. Khadijah menanti Purnama dambaannya. Menjadi sumber kebaikan untuk seluruh umat manusia, dan sumber cahaya semesta.

Salam atasmu wahai Ummul Mukminin, yang, kesyahidannya di tetapkan oleh Rosulullah sebagai "Tahun kesedihan". Sayyidah Khodijah Al Kubro RA. Wafat 10 Ramadhan/ 10 tahun kenabiaan/ 3 tahun sebelum hijriyah.

Sayyidah Khodijah, Perempuan Desiran Nafas Rosulullah. Getar kerinduan Rosulullah.

* coretan Pena NAPI

ERA TAKLUKNYA MANUSIA



Banyak yang berpendapat, bahwa revolusi industri yang pertama terjadi saat pertengahan abad ke 19, saat mesin Uap di temukan. Tetapi, kalau kita tarik lebih awal lagi, Industri ber-revolusi dan ber-evolusi, semenjak api di temukan oleh manusia, sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Kedua, semenjak tulisan dan roda di temukan oleh manusia, sekitar 5 sampai 6 ribu tahun lalu. 

Barulah kita melangkah ke Revolusi Industri di pertengahan abad 19 yang telah benar-benar menggeser Nilai manusia dari M Ke M - "Man" ke "Mesin", saat mesin Uap dan Listrik di temukan. Revolusi industri berikutnya, "Era Electrik". Lalu, "Era Globalisasi atau Computerisasi dan sekarang yang keempat yaitu "Era Big Data - Internet - Medsos - Disrupsi". 

Sebagaimana gambaran yang saya kemukakan diatas, bahwa Manusia di Indonesia, diperkirakan sekitar 150 jutaan lebih yang menggunakan Internet dan Rata-rata menghabiskan waktu 16 - 18 jam perhari.

Ihwal itulah, mengingatkan saya pada ungkapan Seorang Filsuf "Jean Bourdilar", "Sebenarnya yang kita anggap realitas, bukanlah realitas tetapi hyper realitas". Medsos dianggap benar-benar realitas, padahal sesungguhnya tidak. Lantas, Sebenarnya kita ini Manusia atau amfibi?. Sebab hanya amfibi yang Hidup didua alam.

Dulu, orang-orang mengimajinasikan pada awal abad 21, manusia ditaklukkan dan dimusnahkan oleh mesin buatannya sendiri, Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Semacam Cyborg pembunuh T-800 ala Arnold Schwazenegger dari The Terminator (1984), atau mesin pintar yang mampu mengurung pikiran manusia dalam realitas tiruan, sementara fisiknya dipanen untuk menghasilkan listrik ala The Matrix (1999). Mereka salah?, Tidak sepenuhnya.

Perkembangan Maha Dahsyat teknologi informasi (IT) dengan otak AI, terutama sejak dekade kedua abad 21, (2011 kesini) melalui perangkat komputer, internet, smartphone, dan beragam aplikasinya telah menaklukkan manusia, bukan dengan cara diburu Cyborg, dikurung Matrix, dan dimusnahkan. tapi, dengan membuat manusia sepenuhnya kecanduan dan bergantung kepadanya.

Tengok saja perilaku baru yang muncul 10 tahun terakhir, manusia tidak bisa jauh dari smartphone, sejak bangun tidur hingga tidur lagi. Lebih cemas smartphone tertinggal ketimbang dompet. Bahkan ketika memiliki kesempatan bersilaturahmi dengan kawan, sejawat dan sahabat di warung kopi atau dimana saja, setiap orang tetap asik dengan smartphone masing-masing ketimbang menyapa sebelahnya. Inilah new normal, jauh sebelum Pandemi Covid-19 itu ada.

Manusia merasa berada dalam jaringan (daring) ketika sedang mengakses google, facebook, twitter, instagram, tiktok, whatsapp, dibanding ketika sedang berhubungan dengan manusia nyata.

Semua aplikasi di atas dianggap sebagai jalan besar yang memberi manusia kesempatan luas dan Maha Cepat untuk mendapatkan informasi, objektivitas, dan bahkan kebenaran, juga teman sejati. Jika masih bingung, silakan bertanya pada Om google yang Maha Tahu.

Manusia melupakan fakta, atau memang tidak paham, bahwa otak AI yang menggerakkan semua aplikasi tersebut bekerja Maha Keras untuk mempelajari hasrat dan perilaku setiap orang yang mengaksesnya. lalu, memberikan respon spesifik untuk lebih “menyenangkan dan membahagiakan”, yang membuat individu makin kecanduan. Mereka tidak memberikan respon yang objektif.

Maka, jangan heran. jika rekomendasi berita yang diberikan google di smartphone kita didominasi oleh berita-berita yang kita sukai. Manusia menggali, Google mempelajari. Facebook juga sangat membantu orang-orang dengan hasrat, minat, dan perilaku sejenis. Ini teknologi persuasif yang mengeksploitasi psikologi manusia, membujuk, merayu, memanipulasi, dan menginginkan sesuatu dari kita. Bukan objektivitas yang menggerakkannya, apalagi kebenaran. Karena kebenaran itu membosankan.

Kemampuannya yang canggih, AI semakin cerdas, sementara otak manusia terbatas dalam tempurungnya. Mereka yang mempelajari manusia, bukan sebaliknya.

Manusia yang terjebak dalam hasratnya sendiri, kesenangan, merasa dirinya terfasilitasi dan merasa telah berkembang sedemikian rupa. Meraup sebanyak mungkin informasi “subjektif” dan mengiranya sebagai objektivitas. Kecanduan like, subscribe, comment, lalu viral. Setiap kali viral, mereka tidak sadar bahwa mesin yang dikiranya objektif itu telah menggelontorkan jutaan dolar, kepada siapa?, Kepada para pemilik aplikasi.

Ya, ini hanya bisnis. Bisnis dengan kecepatan dan percepatan kapital terbesar sepanjang sejarah umat manusia, Dan manusia ditinggalkan dalam pusaran kebodohannya sendiri. Jangan heran, bila di tengah kemajuan pesat IT, AI, segala aplikasi, dan media sosial, jumlah penggemar teori bumi datar justru melipatganda. Semakin banyak pengikut gerakan anti-vaksin. Orang Amerika bahkan percaya gerai Pizza telah digunakan penggede pedofil berkonspirasi mencari mangsa (pizzagate). lalu, menyerbunya dengan senjata di tangan.

ISIS, organisasi teror yang baru saja dikalahkan, tumbuh dan berkembang pesat disangga media sosial. Bila teroris generasi sebelumnya perlu pendadaran intensif selama tahunan hingga dinyatakan siap berjihad, pejuang ISIS yang datang dari penjuru Eropa cukup digerakkan oleh 140 karakter pesan twitter. Hasilnya, organisasi teror paling besar dan paling brutal. Kini 600 mantan pejuang ISIS asal Indonesia merana di Syria dan Turki, dilarang pulang kampung.

Pemilu AS 2016 yang dimenangi Donald Trump menjadi pemilu paling kontroversial. Ramai dibicarakan, sebab intervensi Rusia. Lewat apa?, Facebook dan Twitter. Ditemukan 470 akun palsu Fb dan 179 akun twitter yang dikoordinir Rusia telah membombardir publik AS dengan pesan-pesan pemecah belah bangsa; SARA, LGBT, kontrol senjata, imigran, dan juga Pizzagate. Dengan 3.000 iklan Fb, Rusia hanya perlu merogoh 100.000 USD atau 14,75 miliar rupiah untuk menggoyang mesin demokrasi raksasa, AS.

Di tengah bergulirnya isu iklan Rusia, laba Facebook malah terus meningkat. Laba per saham menjadi 1,59 dolar AS atau lebih tinggi dari perkiraan pada kuartal III-2017. Selain itu, laba bersih mencapai 4,7 miliar dolar AS atau naik 79% dibanding tahun sebelumnya (ini kata Tirto.id).

Studi MIT menyebutkan bahwa berita hoax melalui twitter mampu berkembang 6 kali lebih cepat dari berita yang sebenarnya. Depresi dan angka bunuh diri generasi milenial berkembang melonjak sejak 2010, dikaitkan dengan hubungan mereka dalam jaringan media sosial. Riset PEW menunjukkan, saat ini masyarakat lebih terpecah dibanding sebelumnya (semua ini dari dokumenter The Social Dillema, di Netflix).

Masyarakat yang terpecah. Rasanya kita perlu menengok ini agak mendalam, atas apa yang kita rasakan di masyarakat kita 10 tahun terakhir ini. Apa hubungannya dengan medsos?.

Tiba-tiba saja kita harus memilih menjadi Cebong atau Kampret. Seakan-akan isi Republik ini hanya sekumpulan binatang. Tiba-tiba saja kita harus percaya bahwa PKI masih ada, maka perlu nonton lagi film yang 20 tahun lalu dihentikan karena menjadi alat propaganda rezim Orba. Seakan-akan semua yang berbaju merah pasti tersangkut PKI. Tiba-tiba saja Amien Rais menyeru agar “rezim” Jokowi jangan berlaku seperti seburuk-buruk makhluk melata di muka bumi. Seakan-akan ia adalah Musa dan Jokowi adalah Fir’aunnya. Tak terbayang kalimat seburuk itu, sanggup ia munculkan, oleh tokoh sekaliber dan sesepuh beliau.

Ini masih Indonesia, bukan Kongo atau Rwanda. Pada saat kita masih bisa enak makan, asik ngopi, dan bebas beribadah, tiba-tiba saja bangsa ini merasa sesak oleh pengkhianatan. Musuh dan iblis diproduksi setiap hari, dimana? Percakapan WA group, konten youtube, kampanye pesbuk, dan pesan twitter. Setiap orang merasa dirinya malaikat dan orang lain menyerupai setan seburuk makhluk melata. Masyarakat dijebak dan dipaksa memilih pihak. Polarisasi, radikalisasi, kemarahan, keangkuhan yang difasilitasi dengan sangat baik oleh IT, AI, aplikasi, dan semua jenis medsos.

Orang bisa mengira; itu kan salah manusianya, teknologi dan aplikasi tidak pernah salah, ia netral. Tunggu dulu. Hari ini kita tidak lagi berhubungan dengan teknologi lama yang diam, menunggu dipakai. Teknologi ini hidup dan terus berpikir sendiri, mengembangkan kapasitasnya untuk mempelajari, mempengaruhi, dan menyenangkan setiap individu manusia (dalam komplotannya), memanipulasinya melalui algoritma subjektif, dan terus menggelontorkan miliaran dolar jauh kesana. Ia tidak diam dan netral seperti sepeda motor kreditmu.

Setelah dua minggu, Smartphone saya rusak. Saya berteriak Di pinggiran Kota yang sunyi, dengan bunyi-bunyi. Bahwa Komunikasi terbaik, tetaplah antara mata dan mata. 

***

Kita perlu segera tersadar, sebab Semakin industri ber-evolusi dan Ber-revolusi, maka Semakin cepat peningkatan akselerasi perubahan. Dampak negatifnya, manusia semakin terekspose dengan margin of error yang lebih besar. Manifestasi dari Error - Error atau kesalahan tersebut, bisa di lihat dalam perang duani kedua, misalnya.

Error atau kesalahan ini, hanya bisa di mitigasi atau resiko error yang besar (kolosal), kalau manusia menyadari dan bisa menunjukkan kebijaksanaan. Di perang dunia kedua, misalnya. Dengan pemberdayaan teknologi yang sama. Tetapi, di karenakan perbedaan ideologi dan ide untuk kepentingan yang memakan  korban yang sangat besar. Hal ini bukan berarti tidak bisa terjadi di abad 21 atau hanya akan terjadi di abad ke 22.

Akhir-akhir kita melihat, bahwa inovasi internet yang sangat pesat, kurang lebih 60% pertahun untuk periode tahun 1990 - 2020, kita sudah melewati fenomena Blockchain. Blockckhain sejak 15 tahun yang lalu, pertumbuhannya jauh lebih pesat ketimbang Internet, kurang lebih 10 - 120 % pertahun. Hal ini adalah manifestasi dari kecepatan dan akselerasi (perkembangan teknologi dan adopsi teknologi) sudah dan akan terus meningkat.

Kita juga harus menyadari, dalam waktu dekat kita akan di warnai atau oleh aplikasi Blockchain yang akan lebih menyeluruh. Sebab, kalau kita melihat Blockchain sudah sangat nyata aplikasinya dalam konteks desentralisasi transaksi keuangan atau apapun yang sifatnya menempel dengan Uang. Masyarakat luas di negara-negara maju dan negara berkembang seperti indonesia, sudah mulai mendekatkan diri dengan pemberdayaan Blockchain. Karena, sangat desentralistis. Sangat bisa di identifikasi, siapa yang bertransaksi (Transparan) Dan sangat akuntabel. Misalnya, kalau dulu kita bertransaksi keuangan lewat sistem yang sentralistik, biasanya kita harus menunggu 1, 2 atau 3 hari untuk sampai ke tujuan. Hari ini, masyarakat luas sudah tidak menginginkan model transaksi keuangan yang sangat Sentralistik. Intinya, kalau kita melihat, bahwa masyarakat luas sudah lebih mendekatkan diri, yang bukan hanya konsep. 

Dari sisi korporat, kita melihat ada satu perusahaan, bernama Tesla. Tesla merupakan perusahaan ke enam yang mencapai Valuasi diatas 1 Triliyun $. Kalau kita lihat, nilai perusahaan ini per-Mobil terproduksi dan terjual, diatas 1,5 Juta Dollar. Padahal, mobil Tesla di jual di jalanan, hanya dengan harga 35 - 120 Ribu Dollar. Tetapi, harga saham atau harga Per-mobil yang terproduksi 1,5 juta Dollar. Di bandingkan dengan perusahaan-perusahaan otomotif lainnya yang bisa di bilang masih konvensional, seperti Volkswagen, Denlar, Toyota, dll. Yang mana harga perusahaan per-mobil terproduksi atau terjual, di kisaran 20 - 30 ribu dollar.

Divergensi atau Gap nilai perusahaan Tesla atau perusahaan-perusahaan lainnya mencerminkan beberapa hal - AI (Artificial Intelegencia - kecerdasana artifisial) yang sangat di amalkan dengan dua atribut lainnya, yaitu Robotic dan otonomi - mobil bisa menyupir sendiri tanpa di supiri oleh seorang supir. Tiga hal yang terjadi ini membuahkan evolusi teknologi yang luar biasa. 


***

Yuval Noah Harari dalam buku Homo Deus : Brief History of Tomorrow memprediksi bahwa  species Homo Sapiens akan musnah dari muka bumi. Homo Sapiens adalah kita - manusia. Kita manusia akan punah tidak lama lagi. Yuval memprediksi kepunahan manusia dalam waktu paling lama dua abad dari sekarang.

Punah yang dimaksud oleh Harari dalam Homo Deus tersebut bukan kepunahan fisik manusia dari muka bumi. Fisik dan mental manusia akan tetap ada. Tetapi, peran otoritatif manusia dalam pengambilan keputusan akan punah. Peran otoritatif manusia sebagai pengambil keputusan baik secara individu atau secara kolektif masyarakat, berbangsa, dan bernegara akan punah. Manusia tidak akan memiliki lagi otoritas dalam menentukan peran dan nasibnya di masa yang akan datang.

Manusia tidak akan lagi memiliki kehendak bebas atas dirinya. Manusia akan digerakkan dan diarahkan kehidupannya berdasarkan jejak data yang disebarkan olehnya. Data yang terinput baik secara sadar ataupun tidak sadar dalam interaksi sosial di media digital akan menentukan kehidupan selanjutnya. Manusia akan ditentukan jalan hidupnya oleh algoritma.

Sebelum sampai pada prediksi ini,  Harari mengulas sejarah pihak otoritatif dalam diri manusia. Ada dua pihak otoritatif yang menjadi peran sentral dalam sejarah peradaban manusia. Otoritas pertama yang dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan manusia adalah sesuatu yang terdapat di luar dirinya. Dalam pengambilan keputusan, manusia pada zaman ini selalu mengacu kepada imaginasi, kitab suci, dan pemuka agama seperti,  Pope, Pendeta, dan Ulama. Mereka semua adalah pemegang otoritatif yang harus dijunjung tinggi dalam pengambilan keputusan manusia. Pihak otoritatif ini selalu menjadi rujukan walaupun dalam banyak hal seringkali tidak sejalan dengan apa yang dirasakan oleh nurani manusia.

Dikarenakan  keputusan yang didasarkan  pada pihak otoritatif jenis pertama di atas seringkali tidak mengindahkan perasaan  hati nurani manusia, maka timbulah pihak otoritatif jenis kedua. Kalau pihak otoritatif jenis pertama domainnya ada di luar diri manusia, maka otoritatif kedua ini bersumber pada diri manusia. Manusia pada zaman ini ketika akan mengambil keputusan yang terkait dengan diri personal ataupun secara kolektif tidak pernah mempertimbangkan sumber-sumber di luar dirinya. Tidak akan mengambil sumber etika, moral, dan estetika dalam menentukan jalan hidupnya dari kitab suci, para pemuka agama, ataupun imaginasi.  Manusia akan selalu mempertimbangkan kebaikan dan keburukan untuk kehidupannya dari olah pikir, hati nurani dan rasional logisnya.

Otoritatif jenis kedua yang selalu mempertimbangkan berdasarkan kepada integritas kemanusiaan. maka, disebutlah otoritatif yang humanis. Manusia yang mempunyai masalah, maka manusia sendirilah yang harus memecahkannya. Manusia dengan semua kemampuan yang ada dalam akal  dan nurani yang tahu jalan terbaik untuk mengatasinya.

Seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke dua puluh, maka terjadi pula  perubahan yang sangat mendasar dalam interaksi sosial manusia. Hampir seluruh interaksi antar sesama manusia di abad ini meninggalkan jejak digital. Jejak digital yang bisa merekonstruksi profil personal para penggunanya. Personal profiling yang mungkin tidak disadari oleh penggunanya, tapi secara akurat personal profiling ini bisa memberikan alternative terbaik ketika sedang mencari pilihan-,pilihan untuk memenuhi kebutuhannya. Misal,  dia akan diberikan sejumlah pilihan film yang akan ditonton oleh YouTube berdasarkan jenis dan kriteria film yang telah ditonton oleh dia sebelumnya.

Jejak personal data dari milyaran orang akan menjadi big data. Big data yang terkumpul dalam raksasa media Google, Facebook, Microsoft, Apple, etc. akan menjadi algoritma untuk menentukan kehidupan manusia di kehidupan yang akan datang. 

Harari memberikan satu contoh real bagaimana big data dapat menentukan kehidupan manusia. Dia menyebutnya big data telah menyelamatkan nyawa Angelina Jolie. Big data menyebutkan jika terjadi mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 maka 87 persen akan menyebabkan breast cancer.  Walaupun pada saat test DNA kondisi badan Angelina Jolie sehat dan bugar dan perasaannya pada saat itu baik-baik saja,  tapi karena big data menyebutkan potensi terjadinya breast cancer besar, maka nalar dan pikiran sehatnya ditundukkan oleh big data. Maka diapun menjalani mastectomy uuntk mencegah kanker payudaranya.  Inilah contoh konkret bagaimana big data bisa mengalahkan nalar sehat manusia. Algoritma mengalahkan perasaan dan akal sehat.

Vacal point yang hendak di sampaikkan Yuval Noah Harari, dalam manusia masa depan - Sapiens, "Kelak akan ada dua kelompok manusia. Pertama, Manusia yang menguasai algoritma Sosial dan Algoritma Digital. Kedua, manusia yang hanya menjadi Konsumen atau orang yang hanya menjadi Followers. 

Ujungnya adalah orang -orang yang menguasai algoritma digital akan mendikte orang-orang yang beradai di posisi bawah. 

Untuk ilustrasi lebih lengkap bagaimana algoritma bisa menjadi entitas otoritatif di masa depan yang mengalahkan peran Tuhan  dan manusia itu sendiri, silakan baca saja Buku Yuval Noah Harari.


***

Di tengah-tengah disrupsi informasi, kita mengenal yang namanya “digital demensia.” Menurunnya fungsi otak, akibat penggunaan teknologi yang berlebihan. Termasuk teknologi informasi.

Dengan kemajuan perangkat teknologi, sirkulasi informasi berlangsung dengan velocity yang sangat tinggi. Per detik menit, sirkulasi informasi terjadi di sekitar kita. Dengan gadget, informasi ditransmisikan ke kanal-kanal Sosmed; termasuk WAG.

Terjadi yang namanya abundance information atau berlimpahnya informasi, namun minim otentifikasi. Berita politik, gosip celebrities, video content, meme dan berbagai infografis di share ke kanal-kanal Sosmed tanpa otentikasi pikiran. Otak kurang bekerja/berkreasi, karena SEMUA HAL DIPEROLEH DENGAN INSTAN/COPY PASTE

Masyarakat selaku konsumen informasi, menjadi “pemamah konten.” Agitasi narasi dan provokasi meme, bersarang dalam emosionalitas demi viralitas untuk meng-influence publik. Sementara ruang kognitif dan otentifikasi, menjadi minim—tak bekerja.

Akibatnya, orang memahami suatu isu, hanya di permukaannya saja, berdasarkan agitasi headline. Judul yang panas dan provokatif, menjadi menu utama, tanpa proses kognisi yang mendalam. Headline yang di share, hanya memberi makan emosionalitas, bukan untuk kemajuan pikiran atau critical of thinking

Akibatnya, terjadi penurunan fungsi otak untuk berfikir otentik bin produktif, karena orang merasa, setiap saat dia bisa copy paste dan share content dalam abundance information. Dalam jangka panjang, ini berbahaya bagi perkembangan kognitif bangsa. 

Celakanya, dalam abundance information tersebut, proses konsumsi konten, dalam ranah politik, mengalami dualitas sirkulasi. Antara kelompok A Vs kelompok B. Hilang diversifikasi kognitif, karena standar kebenaran dikangkangi oleh dualitas sirkulasi politik.

Sebab itulah, mungkin saya mulai mengurangi aktivitas di WAG, karena kekhawatiran akan terjadi penurunan fungsi otak, selain tak mau dikangkangi oleh blok sistem negatif yang mereduksi diversifikasi pengetahuan dan produktivitas. Kalaupun aktif, hanya untuk hal-hal penting saja


*Pustaka Hayat
*Pejalan Sunyi
*Rst
*Nalar Pinggiran

MENULIS ADALAH PEKERJAAN KEABADIAAN



Imam Ali pernah berkata "ikatlah Ilmu dengan menulis". Bahkan ulama termasyuhur, Imam Al'Ghazali pernah bertuah "kalau kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar. maka, jadilah penulis". Tetapi, kalau misalkan engkau adalah politisi, apa jadi?.

Jadilah penulis seperti M.Natsir, Hamka, Soekarno, Sjahrir atau Tan malaka. dan rata-ra para politisi kawakan sebelum berpolitik mereka menulis habis-habisan. coba cek satu-satu, siapa politisi handal di masa lalu yang tidak menulis. Cek saja sendiri.

Mereka menjangkarkan politiknya, pada gagasan, ideologi, pada suatu kedalaman nilai. apalagi, kita ini yang baru pintar sedikit bicara politik, cinta dan ini itu. Tulislah.

Bahkan saya ingin meng-quote pernyataan Promoedya Ananta Toer yang agak keras. begini katanya "orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis. maka ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah".

Apa yang diyakini Pram terkonfirmasi dari perjalanan penulisannya sendiri. Setelah karirnya tamat akibat prahara 1965, Pram, di usia mendekati 50 tahun, sebagai tahanan di Pulau Buru, ia memulai lagi memahat pikirannya dengan mesin ketik lawas merk Royal 440 di atas kertas doorslag.

Ia terus menulis selama bertahun-tahun tanpa harapan kapan bisa diterbitkan. Harapan yang kelewat mewah bagi seorang buangan, tahanan politik tanpa pengadilan. Naskah-naskah itu hanya berguna sebagai penghibur lara, dibacakan kepada sesama Tapol di Pulau Buru.

Nyatanya setelah keluar dari Pulau Buru, sekitar 1980, Pram berhasil menulis ulang karya-karya yang kemudian berjuluk Tetralogi Buru. Bumi Manusia, novel pertama dari tetralogi menghentak publik. Cetak ulang hingga 10 kali dan mendapat apresiasi tinggi. Bahkan Harian Angkatan Bersenjata sempat memujinya sebagai “Sumbangan baru untuk khazanah sastra Indonesia”. Konon ibu negara saat itu juga sempat sangat menyukai Novel Bumi Manusia.

Justru karena sangat laris, rezim Orde Baru kemudian melarang penerbitan dan peredaran karya tersebut dengan alasan mempropagandakan Marxisme-leninisme dan komunisme. Meskipun tidak ada satu pun dari ketiga kata itu bisa ditemukan dalam Novel Bumi Manusia. Orde Baru, satu rezim anti buku yang pengikutnya masih ada sampai hari ini. Warisan paling memalukan dari sebuah rezim.

Ketika Pram memperoleh anugerah Ramon Magsasay Award tahun 1995, sejumlah kalangan penulis, sastrawan dan budayawan eks Manifesto Kebudayaan menentangnya. Mereka adalah “musuh-musuh” Pram pada era Pra-1965 yang menuding Pram sebagai algojo Lembaga Kebudayaan Rakyat yang paling ganas menghantam mereka. Banyak tokoh Manifesto kebudayaan yang harus mendekam di penjara akibat ulah Pram dan kawan-kawan Lekra-nya.

Pram sendiri melihat kiprahnya Pra-1965 hanya sebatas “polemik biasa". Ia menyangkal melakukan aksi lebih dari itu dan menantang konfrontir. Faktanya, banyak penulis masuk bui akibat “polemik biasa” yang disebut Pram.

Namun lepas dari itu, bukankah Pram sudah menebus "dosanya"?. 1965-1969 mendekam di Nusa kambangan, 1969-1979 dibuang ke Pulau Buru, 1979-1992 menjalani tahanan rumah di Jakarta, 1992-1999 menjadi tahanan kota yang wajib lapor seminggu sekali di Kodim Jakarta Timur. Jika kumpulan jumlah tahun pengekangan tersebut masih belum cukup bagi Manifesto kebudayaan, yang tersisa hanyalah hukuman seumur hidup atau tembak mati. Untuk dosa intelektual?.

Kredibilitas karya sastra jarang dihubungkan dengan integritas moral penulisnya. Itulah hukum yang berlaku secara internasional. Walau sikapnya dicemooh, karya-karya Pram telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 42 bahasa asing, diterbitkan lebih dari 200 kali di luar negeri. Tidak ada penulis Indonesia yang melampauinya. Ia bagaikan tonggak beton di dunia penulisan Indonesia.

Hari ini, ketika novel-novel lamanya masih dipajang berderet-deret di Gramedia, bersaing dengan novel-novel karya generasi milenial, Pram telah membuktikan bahwa menulis sungguh bekerja untuk keabadian.

Juga tahun 2019 ini, Hanung Bramantyo, sineas paling maju dari generasinya, mengadaptasi novel Bumi Manusia kedalam film berjudul sama sepanjang 181 menit, tanpa nyali untuk melampaui imajinasi Pram. Ia turut mengabadikan Pram (baca: mandeg). Setelah puluhan tahun dikekang Orde Baru, apakah Pram pun ingin mengekang pembacanya?.

Seorang senior, yang juga aku kagumi bertekad hanya akan sekali menulis buku, yang ia harap menjadi karya sepanjang masa. Setara Das Kapital. Ia menolak menyicil menulis. Saya menunggu Tulisan-tulisannya yang renyah.

Maka, daripada itu, menulislah selagi bisa. Menulislah bagai seorang pemanah meluncurkan ratusan anak panah. Ikhtiarkan memahat keabadianmu sendiri. Sayangi karya-karyamu.

menulis adalah bekerja untuk keabadian. jadi, jika hendak menjadi politisi yang namanya di kenang seperti para founder. maka, menulislah.

Memang merangkai imajinasi dalam suatu narasi yang apik itu sulit. Sebab itu, menulislah seperti kamu bicara. J.K.Rowling (Novelis) pernah memberi nasehat begini, "menulislah tentang hal-hal yang kau ketahui. tulis tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri".

Itulah Sebabnya, mengapa saya kerap menulis, apa saja. Apapun itu. Entah, yang saya pikir, saya rasa, saya imajinasikan atau mewakili perasaan yang di rasa orang lain setelah mereka berbicara panjang. Satu hal, saya juga tidak berharap di baca, mendapat Like atau mengejar Followers. Sebab, ini pekerjaan kebadiaan. Kelak, jika punya daya dan kekuatan. Saya akan menerbitkannya. 

Ada satu pekikan Pram yang sangat ku sukai ; "Tahu kau, mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun?. Karena, kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. Pram, Anak Semua Bangsa.

itu juga alasannya, menurutku, Perintah membaca dalam Al-Qur'an Surat Al-Alaq, sama kuatnya dengan keharusan menulis. Apa yang dibaca?. Yang dibaca adalah teks, entah yang skriptual ataupun tanda (sign). Menurut Hjelmslev : penanda merupakan sesuatu yang bersifat matrealistik (terindrai), sementara petanda adalah konsep pikiran. Keduannya adalah teks-tulisan secara universe.

Jika membaca adalah nilai paling fundamental pada proses pewahyuan Al-Qur'an pertama kali. maka, bobot yang sama pada keharusan menulis.

Saat Jari jemari tertahan di tuts geaget, imajinasi mandek jinak, mata sayup, tubuh tak bergairah. Mungkin, kurang asupan nutrisi (membaca). Sebagaimana sentilan gagasan kerucut Edgar Dale. Atau menurut para penantang empirisme, tentang alat indera epistemologi yang lemah tak berdaya. 

Membaca dan menulis, ibarat pembuktian Hipotesis Hubungan kuat antara makan dan buang hajat. Bagaimana mungkin, kita buang hajat secara sempurna, jika tidak ada nutrisi (Gizi), yang masuk kedalam mulut. 

Terakhir, sebagai pengingat diri, saya teringat dengan tutur Rumi yang maulana itu ; "Bila tak kunyatakan keindahan di dalam kata, maka biarlah ku simpan dalam dada"

“verba vallent  scripta mannent”. demikianalah sabda orang dahulu, suatu ketika dan akan tetap bergema indah hingga hari ini. tulisan akan tetap abadi, tapi pembicaraan akan mudah hilang, demikian kira-kira maksud kalimat tersebut.

Itulah yang acap kali kujawab, ketika kawan-kawanku bertanya untuk apa sebenarnya kamu menulis dipesbuk, whatsapp dan media sosial lainnya, seumpama kamu bisa mengubah dunia saja?. 

Tak ada yang sia-sia dari semua yang dihidangkan dalam beranda. semuanya tergantung matamu memandang, bak kata penyair; ” orang lain merampas bunga, biaralah aku memetik kuntum”. selalu ada sisi baik.

Tetap asah penamu. tulis dan bagikan pada dunia lalu biarkan semesta dan demi perjalanan waktu yang akan merekam dan membukannya.

Tanam saja. Lalu, biarkan Tuhan yang memanenkannya..!

* Coretan Pena Pinggiran
* Rst- Nalar Pinggiran

Minggu, 11 Oktober 2020

MASIH JAUH DARI KOTA DUNIA - BANJIR ; CITIZEN JOURNALISME



Curah Hujan tinggi, tak ada Kuasa Manusia. Sedang Dampak curah Hujan, Tanggung jawab manusia. (Paradoks).

Akal harus mampu mengurai, Mengapa Curah Hujan bisa tinggi, sampai pada proses terjadinya Hujan?. Sehingga proposisinya tidak menggunakan Kalimat bahwa semua itu "tak ada Kuasa Manusia". Sebab menururtku, hal itu bentuk pelarian terhadap Keadaan, Alam bahkan Tuhan. Lalu, "dampak Curah Hujan yang tinggi, yakni banjir". Hanya segelintir orang saja yang merasa paling bertanggung jawab atas itu. padahal hal ini merupakan Mata Rantai dari kealpaan semua Manusia.

Proses terjadinya Hujan karena Penguapan energi panas yang dimiliki matahari : membuat air laut, sungai, danau dan semua sumber air dipermukaan bumi lainnya mengalami penguapan.

penguapan merupakan proses terjadinya air yang berwujud cair menjadi Gas, sehingga air berubah menjadi uap-uap air dan memungkinkannya untuk naik ke atmosfer Bumi.

Semakin tinggi panas Matahari. maka, jumlah air yang menjadi uap-uap air yang naik ke permukaan atmosfer bumi semakin besar.

Uap-uap air yang naik pada ketinggian tertentu akan mengalami proses pengembunan. karena, uap-uap air berubah menjadi partikel-partikel es berukuran sangat kecil. Perubahan wujud uap air menjadi es tersebut. Disebabkan oleh pengaruh suhu udara rendah dititik ketinggian. Partikel-partikel es yang terbentuk akan saling mendekati dan bersatu sama lain sehingga membentuk awan.

Semakin banyak partikel yang bergabung, awan yang terbentuk akan semakin tebal dan hitam. 

Sedangkan Hujan terjadi karena Proses mencairnya awan akibat suhu udara yang tinggi. Awan yang terbentuk kemudian mengalami perpindahan dari satu titik ke titik yang lainnya, dalam satu garis Horizontal akibat arus angin dan perbedaan tekanan udara. Semakin besar ukurannya, karena menyatu dengan awan lainnya.

Butiran-butiran Es yang ada pada Awan akan tertarik oleh gaya Gravitasi bumi hingga jatuh ke permukaan bumi. Ketika jatuh butiran-butiran Es ini akan melalui lapisan udara yang hangat didalamnya sehingga berubah butiran es menjadi butiran air.

Hangatnya lapisan udara sehingga membuat butiran air tersebut sebahagian menguap keatas dan sebahagian lainnya terus turun ke permukaan bumi, itulah yang disebut Hujan.

Dalam Pendekatan Teks (Qalamullah). "Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, lalu menyerapkannya kedalam permukuan air (tanah) kedalam sumber mata Air dibumi kemudian ditumbuhkannya dengan air itu tanaman-tanaman yang bermacam-macam warnanya lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan kemudian dijadikannya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. (Q.s az-Zumar :21).

Berdasarkan Teks Tuhan, tidak melulu soal gerutu lisan kita bahwa mengapa air yang turun Dan sikap mengabaikan, bahwa dengan Hujan akan banyak sesuatu tumbuh dan bersemi. 

pesan tersebut diulang dalam Q.S Ar-Rum : " dan diantara Tanda-tanda kekuasannya, dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan menurunkan air hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang menggunakan Akalnya. (Q.S Ar-Rum: 24).

Di ayat yang lain, Allah menjelaskan Siklusnya sampai turunnya Hujan yang sangat Saintifik; "Tidakkah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan diantara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah oleh hujan diantara celah-celahnya dan Allah juga menurunkan butiran-butiran Es dari Langit, kami mengirimkan awan-awan sebanyak gunung-gunung. Maka ditimpakanNya (butiran-butiran) Es itu kepada siapa yang dikehendakinnya dan dipalingkanNya dari siapa yang dikehendakinnya. Kilauan kilat itu hampir menghilangkan penglihatannya. (Q.s. An-Nur :43).

"Dan kami mengirimkan angin yang menyuburkan atau mengisi (lawaqih) dan kami turunkam hujan dari langit, lalu kami memberikan kamu air dengan ukuran tertentu, dan sekali-kali bukanlah kamu yg menyimpannya (Q.s. Al-Hijr:22).

Al-Qur'an menggambarkan siklus penuh dari air. Bagaimana Air menguap?. Membentuk awan bergerak ke daratan, caranya turun menjadi hujan dan cara kembalinya ke lautan dalam beberapa Tahap Dan masih banyak ayat lainnya. Secara garis besar dari sekian pola Siklus hujan yang kemudian dirumuskan menjadi sebuah kajian Ilmu pegetahuan ilmiah.

Penyebab Curah Hujan yang tinggi, karena Semakin Panasnya Matahari Dan hal itu tidak bisa dilepaskan begitu saja, dari Drama Kuasa Manusia yang melampaui batas-batas Keseimbangan Cosmik. Manusialah penyebab tunggal Banjir, Bukan Alam apalagi Tuhan. Manusia adalah pelaku tunggal banjir. Jika hendak diurai lebih radikal lagi, maka pertanyaannya ialah Apa yang menyebabkan semakin Panasnya Matahari sehingga lapisan udara menjadi Tidak Seimbang (Equilibrium) ?.

Secara garis besar, hal itu di sebabkan karena Jumlah penduduk bertambah (Bonus Demografi), maka lahan Hunian semakin banyak dibutuhkan. Konsekuensinya, daerah serapan air semakin berkurang. Hal itu belum di tambah dengan massifnya pembangunan infrastruktur statis (efek rumah kaca). Pohon-pohon dan hutan Kota ditebang dan Di Hilangkan. produksi massal kendaraan yang tidak tertahankan atas nama Kebutuhan, yang dalam waktu bersamaan buat lapisan Ozon berkurang, temperatur udara tidak seimbang, kemarau semakin panjang (pemanasan Global).

Dalam diskursus tentang biosphere and environmental ethics. alas pijak kebijakan Neo develomentalis ialah justice the merginals. dalam tafsirannya yang di perluas ialah kelompok yang terpinggirkan dan terbuang. teralienasi dalam bahasa Marx atau Mustad’fin dalam Terma Murtadha Muthahari.

Kelompok pinggiran, Tidak hanya soal Manusia. tetapi juga, tatanan ekologi dan lingkungan. Secara filosofis, argumentasi kita mesti dimulai dari situ. bukan melompat menjadi perdebatan like or dislike. person to person.

Saya Menolak Menjadi Modern, jika moderinitas, justru menghambat laju perjalanan Hujan menuju muara (laut). Mereka telah lama buta mata hatinya, mereka belum juga sadar bahwa yang di samarkan dari potret pembangunan ialah relasi eksploitasi yang massif, sebentuk Pelacuran antara penentu kebijakan dan pelaku bisnis. Akibatnya, kita yang di pinggiran kota, yang paling terdampak jika curah hujan tinggi. Silahkan cek saja sendiri, mustahil kawasan elit terdampak banjir. 

Muara hujan, yang sejatinya di laut. Justru terjadi di darat. Apakah semua itu bukan Kuasa Manusia?. Apakah semua itu Tuhan dan alam yang melakukannya?. Semua itu demi mengejar predikat kota Metropolitan bahkan desa hendak dikotakan dengan Program desa membangun. Semua demi pemodal. Demi pelaku bisnis. Demi Korporasi. Demi kapital. Demi otak serakah dan ambisi manusia. 

Padahal, Prasyarat utama moderenitas, tidak terletak pada pembangunan Infrastruktur  yang sangat Massif dan lalu mengeksploitasi ekosistem alam semesta. Jika demikian standar dan ukuran moderinitas. Saya akan menolak menjadi modern.

Dalam pendekatan Qur'an ; Allah menciptakan alam dengan Haq (benar), bukan dengan Bathil (Palsu), terdapat dalam Q.S.An-Nahl ; 3 dan Q.S. Shad ; 27. Allah Mengaturnya dengan peraturan Ilahi (Sunnatullah), terdapat dalam Q.S. Al-Ambiya ; 7 dan Q.S. Al-Mulk ; 3. Manusia di perintahkan mengamati dan menelaah hukum-hukum yang ada dalam ciptaannya. Terdapat dalam Q.S. Yunus :101.

Allah menciptakan seluruh alam raya untuk kepentingan manusia, kesejahteraan hidup dan kebahagiannya, sebagai rahmat darinya. Akan tetapi, hanya golongan Manusia yang berpikir, yang mengerti dan kemudiaan memanfaatkan karunia itu. Terdapat dalam Q.S. Al-Jatsiyah ; 13. karena adanya perintah untuk mempergunakan akal-pikiran dan Allah melarang segala sesuatu yang menghambat perkembangan pemikiran yaitu terutama berupa pewarisan membabi buta tradisi-tradisi lama yang merupakan cara berpikir dan tata kerja generasi sebelumnya, terdapat Dalam Q.S. Al-Baqorah ; 170 dan Q.S. Az-Zukhruf : 22-25. 

Di titik itulah, Terma Moderinitas berarti berpikir dan bekerja menurut Fitrah atau Sunnatullah (Hukum Ilahi) yang Haq, sebab alam adalah haq atau benar. 

LSM lingkungan, aktivis Lingkungan, pemuda Mahasiswa, pekik teriakannya berujung kompromi diatas meja kopi. Diskursus Enviorimental Ethics, terpasung diruang kampus. kelompok-kelompok agamawan, sibuk urus Muktamar dan Kongres. Agama sekedar Teks yang berakhir dimenara Gading.

Sedangkan Banjir adalah Tontonan akhir tahun hingga awal Tahun yang menggahar Nurani, bukan setahun dua tahun, sudah bertahun-tahun. Bahkan kabarnya telah menjadi Habitus. 

Apakah kita benar-benar manusia dengan bekal Akal yang tidak Maksimal (cacat) berfungsi (berpikir).  Sebelum kita benar-benar tenggelam, Masih ada Harapan membenahi Nalar yang Catat, memperbaiki kelonggaran kebijakan dan Menjadi Manusia. Sebab Manusia adalah Pusat Orbit Ekosistem Alam Semesta. Monumen Kebaruan (pergantian Tahun), mestinya menjadi proses perpindahan Kesadaran (Trans Human) Atau dalam Istilah Murtadha Muthahari menapaki Tangga-tangga Ego menuju Ego Kesemestaan.  


***

Saban hari banjir datang, mengalirlah tulisan panjang tentang apa dan siapa penyebabnya?, di lanjutkan dengan desakan koordinasi antar wilayah untuk Kota makassar, yang di daulat sebagai kota dunia. Entah sudah berapa kali alur kisah yang serupa dari tahun ke tahun.

Apabila di renungkan, bencana rutin ini sejatinya adalah paradoks. Sebab, bagaimana mungkin bencana Dibiarkan rutin menyapa kita?. Bukankah itu seperti membiarkan keledai terperosok ke lubang yang sama berulang-ulang. Karena itu, penanganan banjir, niscaya memerlukan pendekatan baru, lepas dari belenggu kelaziman. Perlu terobosan dan cara pandang yang inovatif. Karena, Satu dari sekian predikat sebagai Kota dunia adalah kemampuan mengatasi Banjir.

Banjir yang berulang, jelas menyangkut ulah manusia, pembalakan hutan, konversi lahan terbuka hijau dan pengembangan pemukiman (perumahan) yang tidak mempertimbangkan ekosistem lingkungan, pembuangan sampah secara sewenang-wenang, serta Perilaku pemerintah yang mirip dengan Pemadan kebakaran.

Tanpa menafikan diskursus biosphere and environmental ethics dan peran perubahan Iklim. Misalnya, Penelitian Mahasiswa Univeristas Leeds (2012) menemukan bahwa resiko banjir di kawasan mega-Delta Asia sangat di tentukan oleh beberapa faktor, seperti Pertumbuhan populasi, pengambilan air tanah, peningkatan timbunan sendimen, pembuangan sampah di kawasan hulu, bahkan prinsip-prinsip pembangunan yang peka banjir tidak di laksanakan di kawasan delta Asia.

Justru, penanggulangan Bencana banjir di kawasan Mega Delta-Asia umumnya lebih mengandalkan proyek ad-hock sifatnya dan bukan bagian dari strategi penataan kawasan yang memberi ruang bagi air, seperti restorasi danau, sawah dan sistem drainase Kota yang berkelanjutan.

Jika menggunakan terma UU no 32 Tahun 2009 Banjir merupakan kerusakan lingkungan, di tetapkan bahwa setiap orang yang merusak lingkungan, wajib menanggulangi, mengendalikan dan memulihkan kerusakan lingkungan.

Jika yang merusak adalah Proses Kawin mawin antara pelaku bisnis dan penentu kebijakan, apakah UU tersebut berlaku, sebagaimana yang saya sampaikka  diatas?.

Makassar adalah kiblat kota-kota di kawasan indonesia timur, yang setiap tahun mengalami peningkatan jumlah penduduk. Maka, kebutuhan akan tempat tinggal pun meningkat. Logika sederhannya adalah Pertumbuhan penduduk, mengakibatkan peningkatan permukiman. Sehingga, kawasan yang berfungsi sebagai daerah resapan air, di konversi menjadi lahan permukiman warga. Selain itu, Pertumbuhan penduduk tidak berbanding lurus dengan kemampuan pemerintah dalam mengawasi pertumbuhan permukiman. Akibatnya, pemerintah bertindak setelah banjir, hal inilah yang saya maksud, Mirip pemadam kebakaran.

Makassar sebagai kota pesisir sejak abad ke-16 menjadi pusat perdagangan yang cukup dominan di kawasan Indonesia Timur. Salah satu kota terbesar di Asia Tenggara dengan background masyarakat multikultur. Tentunya hal ini menjadi tantangan pemerintah Kota Makassar dalam mengelola kota dengan konsep yang mereka canangkan, "Smart City".

Infrastruktur statis, transportasi, dan penghijauan niscaya menjadi priortitas penting. Sejak awal 2016, proyek reklamasi di kawasan Pantai Losari berkembang ke megaproyek Center Point of Indonesia (CPI). proyek CPI diperuntukkan sebagai kawasan bisnis global terpadu. Hal Ini merupakan bagian dari megaproyek 5.000 hektare reklamasi di pesisir Makassar. Fantastis, karena luput dalam diskursus aktivis lingkungan hidup. 

Dalam catatan tentang diskursus Lingkungan, kabarnya reklamasi di Makassar, telah mempertimbangkan ekosistem lingkungan dan Ruang Terbuka Hijau yang ditetapkan sebesar 50 persen, dengan akumulasi 30 persen publik ditambah 20 persen privat. Bahkan Peta zonasi reklamasi mengedepankan aspek mitigasi, bukan megapolis. Di antara pulau-pulau yang di reklamasi akan dibuat area budi daya ikan di laut dan Lokasi itu akan menjadi artificial Fishing Ground sejauh 6 kilometer untuk nelayan.

BENARKAH ITU PADUKA?.

Tidak hanya itu, Konsep Smart City yang diusung pemerintah Kota Makassar kian dikembangkan, menjadi pembangunan jalan tol dalam kota sepanjang 70 kilometer. Tetapi, naas problem Banjir di dalam kota adalah tradisi Rutin setiap musim penghujan menyapa beranda orang pinggiran. Dari 16 kecamatan, setengahnya (8 Kecamatan) adalah kecamatan yang paling kerap berlangganan dengan Banjir.

Begitukah Kota dunia, Padaku?.

Jika menelisik pada keberhasilan kota-kota yang meraih predikat kota dunia, salah satunya keberhasilan mereka mengentaskan banjir. Seperti Di Brazil, kota Curitiba, berhasil mengatasi banjir dengan membuat danau Buatan untuk menampung banjir dan kawasan rawan banjirnya di jadikan sebagai taman Kota, Sedangkan penduduknya di relokasi. Strategi mengatasi banjir di Kota Curitiba, Brazil di sebut sebagai Design with nature (yaitu merangcang kota berdasarkan kondisi alam, bukan melawan alam).

Di Kota Rotterdam, Belanda. Ancaman banjirnya, justru bukan dari air Hujan, melainkan air laut. Sebab, permukaan air laut lebih tinggi dari daratan. Mereka mengatasi ancaman banjir yang kapan saja bisa menenggelamkan kota Rotterdam, dengan membangun tanggul penghalang.

Lalu, pada tahun 1990-an pemerintah Kota Rotterdam membangun Maeslantkering, yaitu dua gerbang besar, yang bisa di buka tutup secara otomatis, jika permukaan air laut naik diatas batas normal. panjangnya gerbang tersebut 600 Meter.

Salah satu kota dunia lainnya adalah Tokyo, jepang. Kota tokyo juga menghadapi persoalan banjir Tahunan, jika intensitas hujan tinggi dan angin Topan.

Dalam menghadapi problem tahunan tersebut, pemerintahnya pada tahun 1992 membangun Drainase Raksasa dan selesai awal tahun 2006. Drainase Raksasa disebut G-Cans. Cara kerja Drainase Raksasa tersebut adalah air dari berbagai sudut kota di alirkan ke dalam 5 Kolam Raksasa, dengan ketinggian 65 Meter dan Lebar 32 Meter. Sistem Drainase Rakasas itu juga terhubung dengan terowongan bawah tanah, selebar 10 meter.

Berbagai sumber menyebutkan, sejak selesai di bangun drainase raksasa ini telah di gunakan sebanyak 70 kali. Selain Metodologi G-Cans, pemerintah kota Tokyo juga membangun kanalisasi, seperti lorong air yang mengikuti aliran sungai, berada 15 meter di bawah sungai.

Selain kota Tokyo, sebagai Kota Dunia. Kuala Lumpur, ibu kota Malaysia juga telah berhasil mengatasi persoalan banjir, dengan membangun terowongan, yang di beri nama Smart Tunnel.

Menariknya metodelogi Pencegahan banjir smart Tunnel, karena berfungsi ganda. Selain bergungsi mencegah banjir, juga di gunakan sebagai lalu lintas (terlarang bagi sepeda motor dan Kendaraan berat). Dalam keadaan normal, maka terowongan tersebut di gunakan sebagai lalu lintas. Tetapi, pada saat banjir maka Terowongan di tutup untuk lalu lintas kendaraan dan berubah menjadi lalu lintas air.

Terowongam Smart Tunnel ini dua lantai, saat hujan normal, maka yang di aliri air adalah lantai pertama sedangkan lantai kedua tetap di jadikan lalu lintas kendaraan. Smart tunnel menggunakan teknologi sangat Canggih, yang di bangun sejak tahun 2003, selesai tahun 2007.

Sejak selesai di bangun, Smart Tunnel telah puluhan kali menyelamatkan Kuala Lumpur dari Banjir Besar.

Menjadi Kota dunia, Memang membutuhkan waktu, biaya, tenaga, komitmen dan yang lebih penting dari semua itu adalah Visi Seorang Leader atau dalam Istilah Rocky Gerung, memimpin dengan Akal sehat. 

Makassar, 09/12/2021


* Green Peace 
* Equilibrium
* Pejalan Sunyi
* Coretan Nalar Pinggiran