1. Mensholati Idul Fitri.
Saudara-Saudara kita yang sedih hatinya. sebab, ditinggalkan Kekasihnya, Ramadhan. Alhamdulillah, segera pulih dari sakitnya. Begitu selesai sebulan berpuasa, tampak lansung wajahnya penuh kecerahan dan keceriaan.
Idul Fitri cukup di sholati bersama-sama, itu pun tidak harus. sebab, tidak wajib hukumnya. Yang utama dan di nanti-nanti adalah hari raya.
Sebulan penuh di paksa menahan makan dan minum. Sekaranglah saatnya menebus dendam lapar dan dahaga.
Sebelas bulan tak ada lagi kewajiban berpuasa, Sebelas bulan tak ada lagi kaitannya dengan Tema berpuasa. Jangan ada lagi yang menyuruh menahan diri. Jangan ada ceramah dengan Tema membatasi. Kuda-kuda Nafsu kita lepas setelah sebulan dalam kendali.
Syukurlah, Negara bertoleransi kepada rakyat yang berPuasa. Tetapi, negara Tidak ada kaitannya dengan puasa dan Puasa tidak memiliki otoritas apa-apa terhadap negara. Pemeliharaan kekuasaan dan perjuangan Menumpuk harta tidak di undang-undangkan untuk di Intervensi oleh Puasa.
Maka, saudara-saudara kita kerap merindukan ramadhan, bulan penuh berkah dan bergelimang ampunan Tuhan. Terutama Lailatul Qodr - malam seribu bulan. Dosa-Dosa dan keserakahan selama sebelas bulan, dihapus Oleh kemurahan Allah dalam Semalam.
(CORETAN IDUL FITRI KE-1, TAHUN 2020).
2. Puasa selezat-lezatnya.
Duhai Dzat yang Maha Pensyukur, atas setiap hamba yang bersyukur, terimakasihku kepadaMu tidaklah terukur.
Setiap tahun, setiap bulan, setiap hari, setiap saat bersama Ibu, ayah, adik-adik dan semua Keluarga. Kami tak pernah menikmati Hari raya.
Duhai, Robb yang terang benderang pantulan Cahaya wajahMu di kegelapan dan betapa indah NyanyianMu di kesenyapan.
Mohon RidhoMu, sebab Telah Ku temukan Idul Fitri adalah Inti puasa hidupku ini sendiri. Puasa adalah nikmat yang tertinggi.
Puasa adalah keselamatan paling sejati, Tatkala kujumpai riuh rendah dunia ini, hanyalah hologram dan simulasi.
(CORETAN IDUL FITRI KE-2 TAHUN 2020).
3. Setiap Idul Fitri Datang.
Setiap Idul Fitri datang, hati was-was kehilangan orang bertaqwa, yang bermunculan khusus saat Ramadhan tiba. Seluruh Mahluk seolah mendadak bertaqwa diseluruh negeri : entah, kota dan desa. Merayakan Tuhan yang Esa.
Semua Tipi, masuk Islam. Mall, Pasar, Restoran, hotel, dan lain sebagainnya, Berwajah Islam selama sebulan. Tuhan Laku keras tak terkirakan, lagu-lagu Qosidah dan Lantunan ayat Suci Al-Qur'an di dengungkan hampir disetiap sudut ruang.
Nabi dan Rosul ditampilkan di Cafe-Cafe. Para Ustadz indah menari dilayar - layar televisi. Lailatul qodr, sangat di nantikan. Kalau bisa berupa limpahan kekayaan, syukur juga kenaikan pangkat dan jabatan dan semoga Korupsi kita di sembunyikan Oleh Tuhan.
(CORETAN IDUL FITRI KE -3 TAHUN 2020).
4. Idul Fitri Tak cukup usia
Sebab Puasa dari Subuh hingga Magrib bukanlah pengorbanan. maka, Idul Fitri bukan pula hari pelampiasan. Puasa pekerjaan biasa-biasa saja, tidak hebat dan bukan jasa.
Allah beri Api, kita mengendalikannya. Hidup di rasuki Nafsu, kita mengelolannya. Puasa itu meneliti sejatinya kenikmatan, yang disembunyikan di balik lapar dan dahaga.
Puasa Niscaya kulaksanakan sepanjang zaman. Rahasia nilainnya, strategi kesehatannya dan kandungan kemuliannya ku genggam sepanjang Hayat.
Adapun Puasa di peruntukkan untuk orang kaya, agar mereka mereka merasakan derita Kemiskinan. Sebab, Kemiskinan bukan Destinasi wisata yang hanya di Tamasyai di bulan Ramadhan.
Pada manusia yang Fuqara di hadapaNya, pahala berlimpah di janjikan melalui puasa. Tetapi, tak cukup untuk bersyukur sepanjang usia, hingga tak sempat kutagih pahala kepadaNya.
(CORET IDUL FITRI KE 4 TAHUN 2020).
#Rst
#Pejalan Sunyi
#Nalar Pinggiran

Tidak ada komentar:
Posting Komentar