Kelak bila engkau sudah dewasa, engkau akan membaca tulisan kakakmu ini. Serasa tulisan ini, tak di tulis dengan jari-jari. tapi, dengan lekuk hati yang setiap bagiannya menorehkan cinta dan rasa sayang padamu.
Maafkanlah kakakmu yang tak bisa memberikan kue tar mewah seperti anak-anak lainnya, meniup lilin dan make a wish, serta segala rupa keinginan dan harapan di depan lilin yang menyembul diatas kue tar berlapis cokelat sambil menyanyi Happy birthday atau sambil bertepuk tangan dan di depanmu bertumpuk-tumpuk hadiah.
Kenapa?. karena ayah, ibu, tidak pernah melakukan hal itu pada kakak-kakakmu dulu. Lilin harapan Ayah dan Ibu, lebih banyak di bawah pada waktu-waktu syahdu bersama Tuhan. Itulah sebabnya, kakakMu seumur-umur tak pernah merayakan hari jadi, Dan pesta ulang tahun bukan budaya ayah, ibu dan kakak-kakakmu.
Biarkan saja semua kemewahan itu tak ada padamu. Kelak kamu besar nanti; kamu tak perlu berkecil hati, begitulah adanya.
Tentang Hari ini 29 Mei 2021, ketika tangismu pecah di langit-langit alam syahada. Kakak teringat dengan 29 Mei 1453 tahun silam, ketika seorang anak muda di nasehati gurunya, karena ingin menyerah pada realitas. Guru sang Jendral tersebut bernama, "Aksamsuddin", mengatakan ; 'Bersihkan pasukanmu dari para Munafik. Sesungguhnya Allah Maha penolong'.
Akhirnya, atas pertolongan dan Izin Allah, Konstantinopel di taklukkan oleh anak muda yang bernama Muhammad Al-Fatih. al-Fatih itu lahir dari Rahim Seorang IBU. Menjadi Ibu adalah Puncak karir seorang wanita, setelah melewati tahap menjadi Perempuan. Engkau niscaya menjadi PEREMPUAN, Dik.
Itulah sebabnya, kakak kerap berpesan pada kakakmu yang lainnya, bahwa pengkhianat tidak datang dari musuh. Makanya, jangan pernah takut mendengar suara tembakan. Karena, suara tembakan yang membunuh tidak terdengar olehmu.
Kelak, bacalah Penanda KakakMu ini ;
Dik, kakak tak bisa menjanjikan banyak hal. Seperti yang kakak sampaikkan diatas. Namun, satu hal yang niscaya engkau pegang sebagai ransum ialah 'Cantiklah, sebelum pensil alis dan gincu tiba'. Sebab, hampir bisa di pastikan, peradaban saat engkau menapki usia dewasa, manusia akan semakin kehilangan orisinalitas dan kesejatian dirinya.
Sedini mungkin, engkau harus tau bahwa Peradaban ini tidaklah di bangun dari seberapa tebal bedak dan gincumu. Peradaban ini, di bangun dari Jalan pikiranMu.
Pikiranmu niscaya berdiri diatas semua sumber mata angin. Lalu, tirulah akhlaq Ummahatul Mukminin Siti Khodijah, yang dari rahimnya terlahir perempuan tangguh Seumapama Fatimah. Serta Cerdaslah, seperti Siti Aisyah.
Dik, Beratus tahun sebelum eropa punya Universitas, seorang Perempuan bernama "Fatimah Al-Fihri" mendirikan Universitas Pertama di dunia, Di Fes (Maroko). Sesuatu yang membuat Eropa tercengang, kala itu. Universitas itu, masih hidup Hingga kini. Di dirikan tahun 859 dan memiliki murid, tidak kurang dari 22.000. Sebuah hal yang memilukan dan salah bahkan Tragis mungkin. Jika hak-hak perempuan, sepertimu untuk belajar di halang-halangi karena alasan Agama. (Baca Buku . William M. Watt, 1994. Terj. Mizan).
Dik, Ada juga Kisah tentang perempuan suci, Cicit Dari Nabi Muhammad Saw. Ia juga seorang Ilmuan Terkemuka dimasannya, Sehingga Imam Syafi’i pun merasa perlu belajar padannya. Sayyidah Nafisah (145-208 H), Itulah Namanya. Makamnya di Cairo-Mesir, Sampai sekarang dipenuhi para peziarah.
Sayyidah Nafisah adalah Fakta sejarah bahwa seorang perempuan bisa menjadi seorang ulama tersohor, bahkan menjadi guru bagi seorang ulama Sekelas Imam Al-Syafi’i, yang jauh lebih dulu tersohor di Baghdad dan fatwa-Fatwanya dikenal sebagai Qoul Qodim.
Ada juga Perempuan Penulis Buku tertebal didunia: tebalnya 10 ribu halaman, dengan berat 45 Kg. Dengan Judul : Kaifa Thufamu Al-Mar'a (Bagaimana memahami perempuan). namanya adalah Nuroh To'allah perempuan asal Al-Jazair.
Itulah sebabnya agama memberikan kearifan pada Perempuan, kata Rosulullah ; " ma akraman nisa a illa karimun waa ma ahannan nisa a illa laimun" (tidak akan menghormati kaum wanita kecuali orang-orang terhormat dan tidak akan merendahkan derajat kaum wanita kecuali orang-orang yang rendah moralnnya).
Dik, Perempuan adalah separuh penduduk dunia, sudah seharusnya dunia mencerahkanMu dan KaumMu. Sebab, dengan mencerahkan perempuan-perempuan. Maka, kita telah menyelamatkan separuh Bumi ini.
Dik, perempuan adalah Madrasah, Ibu Bumi. Tempat Disemainya Bibit-bibit Unggul. Engkau harus menjadi Tanah Unggul, yang tak akan bisa di ukur dengan angka-angka material.
Pendidikan adalah jalan terbaik agar kejayaan perempuan itu muncul. Karena tanpa pengetahuan, manusia sering tidak tau kebodohannya sendiri.
Ibnu Arabi meyakini meskipun derajat perempuan berada di bawah dari laki-laki dalam aspek penciptaan. namun, derajat ini tidak mempengaruhi kesempurnaan yang ada di dalam diri perempuan.
Dalam membuktikan persoalan ini Ibn Arabi mengangkat kisah Hajar, Ibu Nabi Ismail as.
Setelah Allah swt menyaksikan perbuatan Hajar dengan berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah. Allah swt menganggap perbuatan tersebut sebagai bentuk kesempurnaan sehingga menjadikannya sebagai bagian dari syariat manasik haji. Berdasarkan hal ini kesempurnaan perempuan mampu menjadi sebuah hukum dalam syariat.
Semalam Usia perempuan ini bertambah, tetapi sejatinya tidak menjadi banyak. Sebab, waktu selalu menguranginya. Maka terimalah yang cukup, yang telah tiba dini hari.
Dik, Tak ada yang lain selain pelukan dalam kuil doa. hanya doa yang kelak menjaga, menyelematkan dan menuntunmu dalam mengayunkan langkah.
Kelak, Jika Nabila tumbuh. Tumbuhlah seperti nama yang di sematkan Ayah dan Ibu padamu. menjadi mata air kebahagian, kesejukan, kedamaian dan menjaga kemuliaan agama, bangsa, serta martabat keluarga, aamiin.
*Barakallahu Fi Umrik Ad Dunia wal Akhira
*Rst
*nalarPinggira



Tidak ada komentar:
Posting Komentar