Mengenai Saya

Kamis, 20 Mei 2021

SELAIN HAMAS YANG BERHALUAN ISLAM, ADA PFLP, YANG BERHALUAN MARXISME YANG MENJADI BENTENG PERLAWANAN RAKYAT PALESTINA




"Dalam tubuh kita sejarah bersembunyi" -- [ Tatsumi Hijikata ]

Perjuangan rakyat Palestina dalam mewujudkan mimpi mereka untuk membentuk negara berdaulat, adalah perjuangan yang kaya "warna".  Dalam aroma dan detak perjuangan itu, mengalir ragam kontribusi dari berbagai faksi. Secara umum, ada tiga faksi utama, yaitu faksi Islam, faksi Kristen hingga faksi komunis. 

Mari kita buka lembaran-lembaran berita koran tahun 1980 - 1990-an. Memang Palestina kala itu identik dengan PLO. Yasser Arafat sebagai tokoh ikoniknya. Tapi dunia dan catatan sejarah mencatat ada figur lain yang tak kalah terkenalnya dari Yasser Arafat. 

Siapa dia?. Namanya adalah George Habbash, namanya. Seorang Kristen dari (sekte) Gereja Ortodoks Palestina. Habbash merupakan salah satu pendiri Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP). Organisasi perlawanan yang paling ditakuti Israel masa itu.  Dua tokoh ini, Arafat dan Habbash, dikenal sebagai tokoh dengan kadar militansi tinggi dalam melawan Israel. Sebagian besar rakyat Palestina dan tokoh dunia bahkan menganggap Habbash sejajar dengan Yasser Arafat. 

Yasser Arafat terkenal dengan taktik diplomasinya. Jauh lebih moderat. Pada aspek-aspek tertentu, terkadang kompromistis. Habbash justru lebih radikal. Perlawan senjata adalah ciri khasnya. Bahkan kegiatan-kegiatan sabotase terhadap Israel adalah tindakan yang sering dilakukan pasukan Habbash. 

Majalah New York Times bahkan menggelari Habbash sebagai "ahli taktik terorios". Majalah TIME menjulukinya dengan gelar a-la mafioso, "Godfather Terorisme Kristen". 

Habbas yang tanggal  2 Agustus 1926 di Lydda, Palestina ini meninggal di Amman Yordania tahun 2008, dalam usia  81 tahun. Kepergian Habbash ditangisi banyak rakyat Palestina, sebagaimana duka mendalam teramat dalam ketika Yasser Arafat meninggal. Tiga hari ditetapkan sebagai masa berkabung oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Untuk menghormati Habbash. Dalam ucapan dukanya, pemimpin Hamas - Ismail Haniyeh - mengatakan bahwa Habbash adalah pahlawan Palestina seperti yang juga dikatakan oleh kelompok Jihad Islam. Tak salah hingga hari ini, banyak rakyat Palestina yag mneganggap Habbash sebagai salah seorang "Bapak Bangsa". Seorang El-Hakim. 

Dalam memperjuangkan Palestina tersebut, apa "warna" yang digelorakan oleh Habbash ?. " Nasionalisme Arab dan Marxisme-Leninisme (komunisme)". 

Sungguh, berwarna sekali perjuangan rakyat Palestina itu.!

Mengenai faksi perlawanan di Palestina, sebagaimana yang saya sampaikan pada Tulisan sebelumnya, tentang kekacauan memahami peta Politik Di Palestina.

Sebenarnya kebanyakan kita hanya tahu, HAMAS dan FATAH atau secara samar-samar juga Jihadis Islam. Namun perlu juga kita tahu, ada satu faksi lain yang juga cukup lumayan besar dan sering merepotkan Israel. Namanya adalah PFLP (Popular Front for the Liberation of Palestine) Dalam bahasa arabnya, Di sebut : Al-Jabhah al-Sha`biyyah li-Taḥrir Filasṭin. Yang dalam bahasa Indonesianya, disebut Front Rakyat untuk Pembebasan Palestina.

Di PLO, PFLP ini adalah organisasi pergerakan terbesar kedua setelah FATAH. Lahir tahun 1967 jauh sebelum HAMAS dibentuk. Kemungkinan media Indonesia jarang mengangkat mengenai keberadaan faksi ini, karena aliran faksi ini adalah Komunisme (Marxisme-Leninisme). Tujuan berdirinya adalah menentang imperialisme dan anti Zionis.

Partai ini didirikan oleh "George Habash", seorang Arab Palestina beragama Kristen. Namanya juga beraliran kiri, bentuk perlawanannya jauh lebih mengerikan dari HAMAS. PFLP memiliki sebuah sayap paramiliter yang bernama Brigade Abu Ali Mustapha. Brigade ini sangat dikenal di era tahun 70an, karena dalang dalam serangkaian serangan bersenjata dan pembajakan pesawat.


Pasca tahun 2000-an, korban serangan dari brigade ini tidak tanggung-tanggung. Kerap menyasar pejabat penting Israel. Tahun 2001 kepala keamanan Israel "Meir Lixenberg" ditembak dalam mobilnya. Di tahun yang sama, Menteri Pariwisata Israel "Rehavam Zeevi", jadi korban pembunuhan selanjutnya. Tahun 2012 menyerang markas patroli IDF, dan membuat komandan IDF luka parah.

Berbeda dengan FATAH, PFLP terang-terangan menolak perundingan dengan Israel dalam bentuk apapun. Target PFLP hanya satu negara, Yaitu satu negara dengan identitas Arab, di mana orang Yahudi berhak untuk hidup dengan hak yang sama dengan minoritas mana pun. PFLP menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk menciptakan Palestina rakyat yang demokratis, di mana orang Arab dan Orang Yahudi akan hidup tanpa diskriminasi, negara tanpa kelas dan penindasan.

Lantas, kalau dibilang ini partai terbesar kedua di Tepi Barat setelah FATAH, keanggotaannya siapa saja?. Ya, mayoritas muslim Arab. Anggotanya juga ada di Jalur Gaza. Yang kerap berjibaku bersama Brigade Izz ad-Din al-Qassam, sayap militer HAMAS dalam kontak senjata menghadapi Israel. Menariknya adalah partai ini paling populer di kalangan mahasiswa.

Organisasi mahasiswa di Universitas Alquds (Yerusalem Timur), Universitas Bir Zeit (wilayah Ramallah), An-Najah National Universitas (Nablus), dll menyatakan mendukung PFLP. Dan yang mengejutkan, saat partai ini ulang tahun, 70 ribu warga Gaza merayakannya.

Dari semua faksi yang ada di Palestina, aktivis PFLP lah yang paling banyak mendekam di penjara Israel.

Di Palestina, komunisme identik dengan gerakan perlawanan menentang imperialisme. Kalau di Indonesia, agak berbeda. Yang berkembang mengenai komunisme adalah aliran tidak percaya Tuhan atau ateisme, dan tidak mungkin seorang muslim sekaligus seorang komunis.

Inilah akibat kesalahan membaca peta sejarah. Padahal sejarah nasional mencatat, PKI lahir di Indonesia justru oleh aktivis Syarekat Islam yang anti imperialisme dan penjajahan Belanda. karena, dari Syarikat Islam. jadi, jelas mereka muslim. tidak ada satupun bukti otentik Semaun, Muso, Tan Malaka sampai Aidit itu atheis, yang tidak percaya Tuhan.

Perlu juga kita ketahui, bahwa Salah 1 donatur PFLP pasca tumbangnya Uni Soviet adalah Republik Islam Iran.


***


Ihwal diatas, telah membantah sebuah hipotesa bahwa Komunis itu Atheis?.

Komunisme kerap disama artikan dengan atheisme. Penyamaan yang sangat keliru dan serampangan. Memang tidak sedikit komunis itu atheis (apalagi komunis yang di Rusia dan di China). Tetapi, tidak semua komunis itu atheis. Partai komunis di Indonesia justru lahir dari aktivis-aktivis Islam yang sebelumnya tergabung dalam Syarekat Islam (SI). Ada Haji Misbach yang menjadi tokoh PKI yang berasal dari lingkungan santri, serta ada Sayid Fahrul Baraghbah dari kalangan Habaib yang menjadi ketua PKI di Kalimantan Timur. Bahkan Semaun, ketua PKI pertama adalah mantan ketua SI Semarang. Sebagai mantan ketua SI dan murid HOS Cokrominoto, jelas Semaun adalah penganut Islam yang bukan dari kalangan awam.

Partai Komunis di Palestina (PFLP), didirikan Dr. George Habash, seorang Kristiani yang taat, yang partainya menampung anggota yang justru lebih banyak dari muslim. Partai Komunis di India, juga berisi orang-orang yang masih tetap kuat memegang keyakinan Hindunya. Silakan cek sendiri, partai-partai komunis itu marak di negara-negara Arab, di Palestina sendiri partai komunis justru menjadi partai terbesar kedua setelah FATAH, dan komunis-komunis Arab itu tetap agamawan.

Kalau orang-orang PKI itu atheis, logiskah mereka bisa dengan mudah bermain politik dinegara Pancasila yang sila pertamanya Ketuhanan yang Maha Esa selama kurang lebih 20 tahun ditengah-tengah tokoh-tokoh Islam dan ulama yang sama dengan mereka di panggung politik?.

Memang PKI sering konflik dan bersiteru dengan kelompok-kelompok Islam, khususnya dari NU dan Masyumi, tapi itu perseteruan yang dipicu oleh perbedaan ideologi politik dan metode, bukan dipicu oleh sentimen keagamaan. Toh ketiganya: Masyumi, NU dan PKI bisa bergandengan tangan ketika isunya adalah menolak intervensi asing, yang merupakan bagian dari ideologi perjuangan ketiganya yang anti imperialisme.

Tidak bisa dipungkiri, Islam Phobia bisa saja diidap oleh sebagian orang-orang PKI. tapi, tidak bisa digeneralisasi bahwa itu artinya anti agama. Toh, ketika Pemerintah membubarkan HTI bukan berarti pemerintah anti dan membenci Islam.

Yang dibutuhkan adalah kemampuan berbuat adil. PKI kejam dan melakukan pemberontakan yang menelan korban jiwa dari warga sipil, terutama dari umat Islam, Iya. Namun jangan ditutup-tutupi dan digunting dari pita sejarah mengenai pembantaian massal anggota PKI diawal berdirinya ORBA.

Meluruskan kesalahan pandangan: komunis sama dengan atheis, bukan berarti mendukung atau menganut ajaran komunisme, atau meminta ajaran komunisme diizinkan kembali. Sebagaimana halnya seorang ulama Sunni meyakini Syiah adalah juga bagian dari Islam bukan berarti lantas menjadi Syiah atau bisa seenaknya dituding Syiah kemudian dikafir-kafirkan dan dimusuhi.

Sama Ketika seorang Kyai NU memuji Muhammadiyah dan menyebutnya ormas Islam yang langkah-langkahnya terpuji, apa lantas sang Kyai mau disebut anggota Muhammadiyah?. Ketika seseorang mengamankan seorang pencuri yang dikeroyok massa dan meminta massa untuk tidak main hakim sendiri dan sebaiknya si pencuri diserahkan ke polisi, bukan berarti orang itu membela kesalahan si pencuri atau serta merta menjadi komplotannya si pencuri.

Ketika saya meluruskan pandanganmu yang salah mengenai PKI, bukan berarti PKI itu jadi benar dimata saya dan saya tiba-tiba jadi PKI untuk kemudian halal kau gebuk dan caci maki: Habisi, ganyang, tumpas, basmi kayak kecoa!!!.

Memang ada persepsi sebahagian, bahwa komunis Indonesia itu berbeda dengan komunis di negara Arab seperti, Irak, palestina dan negara negara Balkan. Kalau komunis di sana melawan dominasi imprealis kapitalis, sedangkan di Indonesia tidak. 

Inilah sejarah yang di pelintir. Akibatnya yang terbangun adalah sentimen kegamaan. 

Sebearnya Komunisme Indonesia tidak memusuhi islam. Tetapi memusuhi tuan tanah yang tidak bagi hasil secara adil kepada buruh tani. Adil menurut PKI adalah 80:20, 80% untuk buruh tani dan 20% untuk tuan tanah. Dengan cara itu menurut PKI akan memperkecil jurang antara pemilik kapital dan buruh, sehingga nantinya tidak ada kelas dalam masyarakat, semua sama-sama sejahtera. Dan kebanyakan tuan tanah pada saat itu adalah Pak haji dan pemilik pesantren. Nah, isu ini dimanfaatkan oleh orde baru seakan-akan PKI membenci islam. 
Makanya, hanya di Indonesia yang menghubungkan komunisme sama dengan anti agama. Padahal, jika kita baca komunisme internasional, Di India Misalnya, yang mayoritas hindu, justru Komunisme tumbuh subur dan tidak dimusnahkan padahal mereka menentang perbedaan kasta ala Hindu. 

Inilah yang membedakan mazhab KOMUNISME Stalin dan KOMUNISME MAO yang dilanjutkan oleh Deng xio ping, dst.  Contohnya: D.N. Aidit menganggap AGAMA itu laksana opium, adanya REVOLUSI BUDAYA yang dicanangkan Komrad MAO, sehingga terjadi pembantaian terhadap yang tidak sejalan dengan mereka: kamboja dengan polpot-nya, Rohingya dengan pengusiran umat MUSLIM-nya,  RRC dengan etnis Uigur-nya, PKI dengan pembunuhan kyai dan santrinya, bahkan kekuatan terakhir PKI di blitar pun masih melakukan pembunuhan terhadap kyai dan santrinya. Bahkan SUKARNO pun awalnya cukup agamis, karena beliau adalah murid HOS Cokro Aminoto bersama dengan Karto Suwiryo. 

Kongklusinya, jika mau di ulaskan Soal komunisme antar Bangsa, pasti panjang. Yang Pastinya, hampir semua negara-negara Sosialis mendukung kemerdekaan Palestina dan tidak mengakui kedaulatan Israel. 


Demo PFLP, di wilayah tepi barat sambil bawa foto Abdul malik al Houthi, Hassan Nasrullah dan Bashar Al- Assad serta mengibarkan bendera Suriah dan Hizbullah



mahasiswa yang berafiliasi dengan PFLP sambil Mengibarkan bendera iran, suriah dan hizbullah


Referensi :
- Kliping-kliping Majalah Tempo tahun 1988, 1990 dan 1991 [ koleksi pribadi ]. Data-data keterangan tanggal, dikutip dari wikipedia. 
- Di ambil dari berbagai Tulisan Mahasiswa S3 dan Dosen, Salah satunya Adalah Bang Ust. IAP---

 
#Panjang umur perjuangan 🇰🇼🇮🇩
#Long Live Palestina
#Palestina Merdeka
#Hizbullah
#Iran
#Pejalan Sunyi
#Nalar Pinggiran


Tidak ada komentar:

Posting Komentar