Mengenai Saya

Kamis, 16 Maret 2023

PAYUNG - SILOGISME (8)

"Benar kata pepatah," ujar lelaki itu sembari melepaskan asap Tembakaunya. Matanya menembus ke luar jendela. Di luar sana hujan jatuh bercucuran.

"Maksudmu?" tanya perempuan yang duduk di depannya. Mulutnya masih mengunyah irisan apel yang tadi dikupasnya. 

Perempuan itu tinggi semampai. Dengan kebaya yang belum dilepas, serta rambut yang disanggul kecil, sekilas ia mirip para pramugari Garuda.

"Kamu tahu apa pepatah yang sering digunakan orang di musim hujan?" tanya lelaki itu.

"Apa?! Sedia payung sebelum hujan?"

"Bukan!"

"Ihh, terus apa?" tanya perempuan itu, penasaran. Kali ini ia mengambil apel dengan pisau buah. Potongan apel itu digigit-gigit kecil di mulutnya yang mungil.

Ditatapnya lelaki yang duduk di depannya. Cahaya lampu membuat matanya yang coklat jadi terlihat berkilauan.

Lelaki itu menatap balik perempuan di depannya.

"Bukan sedia payung sebelum hujan, Nona," ujarnya, lirih. Hampir berbisik.

"Lantas, apa pale?!"

"Mmm... Sedia kamu sebelum hujan!"

"Ah, Kita itu...."


Hujan turun kian deras. 


*Pejalan sunyi

*Nalar Pinggiran

Tidak ada komentar:

Posting Komentar