Mengenai Saya

Jumat, 05 Mei 2023

ISTRI ISTRI NABI


MARIYAH AL QIBTIYAH

"Mariyah al-Qibthiyah" : Mariyah al-Qibthiyah binti Syama’un. seorang wanita muda berparas cantik, putih, ramah, berpengetahuan luas yang senantiasa menjaga kehormatannya.

Kecantikannya membuat Raja Mesir jatuh hati dan ingin mempersuntingnya. namun ditolak oleh Mariyah saat itu, sehingga membuat murka Raja Mesir. akhirnya mariyah dijadikan budak (pembantu) di istana Raja Mesir. Saat itu Rasulullah mengirim surat untuk menyerukan Raja Mesir memeluk Islam Dan membebaskan budak sahaya. Namun, raja mesir menolak ajakan Rasulullah untuk memeluk Islam. Tetapi, mengabulkan permintaan untuk membebaskan budak-budak, diantaranya Mariyah, dan saempuannya Sirin.

Raja Mesir juga memberi banyak Hadiah-hadiah kepada Rasulullah SAW. Rasulullah telah membebaskan mereka, lalu dibawah ke Madinah kemudian Rasulullah saw menikahi Mariyah al-Qibtiyah. 

Setelah Setahun menikah, Allah menghendaki Mariyah Mengandung. Rasulullah SAW sangat bahagia mendengar kehamilan Mariyah. Mariyah adalah satu-satunya istri Rasulullah SAW, setelah Siti Khadijah yang bisa memberi Rasulullah SAW Keturunan. 

Fatimah Az-Zahra putri serta belahan jiwa Rasulullah SAW juga ikut merasa gembira dan senang mendengar berita kehamilan Mariyah. Kecuali beberapa istri Rasulullah saw yang semakin cemburu atas kehamilan Mariyah. Hal tersebut membuat mereka melakukan konspirasi Serta tindakan yang menyusahkan Nabi, Sehingga turunlah firman Allah dalm Q.s At-Tahrim: 3-4.

Di Bulan Dzulhijjah tahun ke-8 Hijrah, Lahirlah bayi laki-laki yang di beri nama Ibrahim. Jibril datang kepada Nabi Muhammad SAW, dengan mengucapkan salam, "Assalamu alaika yaa Aba Ibrahim' - Salam sejahtera dari kami kepada Anda, wahai Ayah Ibrahim!".

Rasulullah saw pun mengaqiqahkan anak laki-lakinya dengan menyembelih dua ekor domba besar. Ketika berusia sekitar 16 bulan, Ibrahim sakit. Kondisi ini membuat Rasulullah SAW dan Mariyah sedih. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda, “Kami tidak dapat menolongmu dari kehendak Allah, wahai Ibrahim.”  

Nabi Muhammad saw berkata: "Wahai gunung, Apabila yang terjadi padaku juga terjadi padamu, maka kamu pasti akan hancur, namun kami akan berkata sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah swt, "Innalillahi wa’innailaihirajiun”.

Bercucuran air mata Rasulullah saw. kesedihan Rasulullah SAW dan Mariyah saat menghadapi kepergian putra yang di cintainya. Fatimah Azzahra putri Rasulullah ikut bersedih atas kepergian adik laki-laki tercintanya. 

Rasulullah SAW kemudian mengurus Jenazah Ibrahim dan dimakamkan di Baqi, bertepatan dengan terjadinya gerhana matahari. 

Setelah Rasulullah saw wafat, Mariyah menghabiskan hidupnya dengan menyendiri dan beribadah Kepada Allah swt. Allah menghendaki hanya dua Rahim suci yang Mengandung keturunan Rasulullah SAW. yaitu Khadijah Al-Kubra dan mariyah al qibtiyah.

 

**

Shafiyah Binti Huyay

Shafiyah binti Huyay adalah salah satu Isteri Nabi, keturunan Nabi Harun Bin Imran. Ayahnya adalah Pemimpin Bani Nadhir. Syafiyah adalah perempuan Cantik yang menjadi tawanan perang Khaibar. Saat perang Khaibar berkecamuk, ia berusia 17 tahun. Lalu Rosulullah Memerdekakan dan Mempersuntingnya.  

Dalam Nukilam Riwayat disebutkan bahwa suatu Ketika Rosulullah Saw mendapati Syafiyah sendang menangis. Maka Rosulullah menanyakannya, berkatalah syafiyah pada Suaminya : ' wahai Suamiku, Aisyah dan Hafsah datang, mereka berdua mengejekku dengan menyebutku "Yahudi/Bani Israil", saya merasa sedih dengan ejekan itu'.

 Lalu Rosulullah berkata!. 

Wahai Syafiyah!, Tahu kah engkau?. Sesungguhnya, engkau memiliki Kemuliaan tersendiri. Karena Ayahmu dari Harum a.s dan Pamanmu dari Musa a.s dan aku Muhammad adalah suamiMu. Mendengar Ucapan Rosulullah Saw tersebut, Syafiyah pun tersenyum Bahagia 

 

**

Ummu Habibah Puteri Abu Sufyan

Ummu Habibah atau nama Aslinya Ramhlah adalah Puteri Abu Sufyan dengan Syafiyah binti Abi Al-Ash Bjn Umayyah (Bibi ustman). Ummu Habibah bersama suaminya Ubaidullah Bin Jahsy Asadi memeluk Islam dan Ikut dalam rombongan Kaum muslimin yang Hijrah ke Hanasyah, dia adalah perempuan pertama yang pergi kesana bersama suaminya.  

Setelah suaminya meninggal, dia tinggal sendirian di negeri orang. Untuk menjaga kehormatannya, Nabi Melamarnya melalui bantuan Raja Najasyi dan wakil Rosulullah (Amr Bin Umayah Dhamari). Untuk menikahkan denganNya dan membawanya ke Madinah bersama Kaum Muslimin yang lain. 

Abu Sofyan, ayah Ummu Habibah adalah pemimpin Kaum Musyrikin Quraisy yang sangat membenci dan memusuhi Nabi sampai ke tulang Sumsum. Ketika Ayahnya, Hendak membicarakan perjanjian Hudaybiah, ia datang Kerumah Rosulullah Saw. Sambil menunggu kedatangan Nabi Saw, abu Sofyan hendak duduk dibantal Rosulullah.

Ummu Habibah lansung mengambil bangak tersebut dan membuat hati Abu Sofyan menjadi jengkel. Abu Sofyan dengan nada Kesal berkata : "Apakah engkau melarang aku untuk duduk disitu?". Jawab Ummu Habibah : "Ya, bangku ini adalah Bangku duduk Nabi Saw, sementara yang lain bangku untuk tamu dan engkau adalah seorang Musyrik yang Najis. Tak halal bagimu untuk duduk diatas bantalnya. Aku sebagai seorang Istri, tak rela seorang Musyrik dan najis menduduki tempat duduk suamiku, seorang Utusan Allah yang Mulia dan tersuci diantara semua Mahkluk. 

Inilah Ummu Habibah yang teguh keimanannya dan sangat menjaga kesucian barang-barang milik suaminya, juga kehormatan dan Kemulian kesuciaan Nabi Saw dan dirinya. Rujukan riwayat diatas, silahkan lihat kitab-kitab Ulama pakar ahlu sunnah wal jama'ah, seperti : Usud Al-Ghobah Fi tamyisz Shohabah. Jilid 5/425-Al Ishobah Jilid 4/264. Dalam Kitab Syi'ah, lihat dalam Al-Biharul Anwar Al-Majlisi Jilid 22/191-203.

 

*Pustaka Hayat
*Pejalan sunyi
*Rst
*Nalar Pinggiran

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar