Tidak ada yang tidak tahu dengan negara Lebanon. Penyair legendaris dunia Arab yang berasal dari Lebanon, Gibran Kahlil Gibran, pernah dengan bangga mengatakan Lebanon adalah "sekuntum mawar yang diletakkan Tuhan di bumi".
Lebanon, sebuah negara kecil ini merupakan negara yang memiliki panorama indah sehingga dunia (pernah) menggelari negara asal Gibran tersebut sebagai "Paris van Arab". Tapi sayang, sejak timbulnya ketidakstabilan politik yang bermula pada tahun 1970, Lebanon menjadi negara yang hancur, koyak moyak serta merobah pandangan dunia dari negeri mawar menjadi negeri duri yang penuh dengan bom. Perang saudara yang melelahkan.
Selain Kotanya Bak sekuntum Mawar yang jatuh ke bumi, Perempuannya juga cantik-cantik. Yah, gadis-gadis Lebanon disebut salah satu yang tercantik di Timur Tengah. Dalam budaya, perempuan Lebanon cukup terbuka dengan dunia barat. Itu sebabnya banyak gadis Lebanon menjadi model atau bekerja di Hollywood. Negeri ini juga menjadi tempat pelarian para perempuan negeri tetangganya untuk berkarier di dunia catwalk, musik juga modeling.
Masyarakat Lebanon heterogen. Agama asli penduduknya adalah Kristen Maronit. Di negara ini agama Kristen bergaul akrab dengan Islam. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Arab dan Perancis. Tapi belakangan, bahasa Inggris mulai populer dan digandurungi kaum mudanya. Heterogenitas masyarakatnya juga terejawantah dalam sistem politiknya. Ada aturan tidak tertulis, sudah turun temurun bahwa pembagian kekuasaannya dibagi secara equal.
Konsitusi mereka mensyaratkan, Presiden Lebanon haruslah dari kalangan Kristen Katolik Maronit. Perdana Menterinya seorang Muslim Sunni. Wakil Perdana Menterinya seorang Kristen Ortodoks. Ketua Parlemennya seorang Muslim Syi'ah. Bahkan faksi Islam yang sangat ditakuti Israel - Hizbullah, berperan sebagai penjaga kedaulatan negara
Demikian sisi lain negara Lebanon. Negeri yang dijuluki Paris-nya Timur Tengah.
Berkenaan dengan itu Saya Teringat dengan Postingan Facebook saya tentang Hezbollah Land.
Perang saudara pernah berkecamuk di lebanon, Hampir 20 tahun, sejak tahun 1970 hingga 1990. konflik tersebut tidak hanya pertikaian antara orang Islam dan Kristen semata-mata. Ini karena ada orang kristen yang berpihak kepada kelompok islam, dan sebaliknya. Pertikaian ini lebih kepada pertikaian faksi-faksi yang berkuasa yang melibatkan kekuatan-kekuatan lain yang bukan saja di tingkat regional, tetapi juga mempengaruhi konstelasi politik Global.
Konflik sektarian atas nama agama yang kemudian ditunggangi kepentingan politik regional - Global, membuat Masyarakat Lebanon menyadari bahwa mereka telah lelah dalam konflik politik yang berkepanjangan.
Satu generasi hilang. Traumanya justru untuk beberapa generasi ke depan. Rakyat Lebanon sadar, bahwa mereka sendirilah yang bisa menghadirkan kedamaian itu. Bukan negara lain. Sebab orang luar hanya "tukang sorak", para penunggang yang suka menunggangi, serta para sahabat yang bersahabat secara semu dengan mereka.
Lebanon terus mewujudkan penggalan puisi Kahlil Gibran. Seluruh entitas faksi yang selama ini berkonflik, Islam (Syi'ah - Sunni), Kristen (Maronit dan ortodoks) dan kelompok lainnya seperti Druze dan protestan, bersatu padu membangun negeri yang terkoyak menjadi negeri " Kuntum mawar dimuka bumi".
Bahkan untuk pengingat sejarah kelam bagi anak cucu mereka, di sebuah daerah - tepatnya- di Lebanon Selatan (markasnya Hezbollah), didirikanlah Taman Wisata bernama Hezbollah Land. Dari namanya kita mafhum, bahwa taman wisata ini adalah tempat yang mengabadikan nama sebuah kelompok perlawanan Islam pro-Iran di Lebanon dalam melawan Israel. Di sana ada kumpulan tank rusak, bekas rudal serta areal bekas bom yang menjadi karang. Kesannya menyeramkan. Tapi akan menumbuh kembangkan komitmen bagi rakyat Lebanon, "dulu kita pernah berkonflik, perang saudara. harganya mahal. jangan diulangi lagi !".
Kemarin, Lebanon "meledak lagi". Ledakan besar mengguncang Ibu Kota Lebanon - Di gerbang import Beirut. Ada yang menganalisa bahwa Sisa perang masa lalu, belum terkikis habis. Masih ada yang tertinggal. Puing-puing tersebut, mungkin menambah catatan kelam sejarah mereka. Begitu mahalnya harga yang harus dibayar karena konflik masa lalu.
Israel dicurigai berada dibalik ledakan di Beirut. Bahkan ada yang lansung mengambil kesimpulan, "Israel yang melakukan pengeboman"!. Kira-kira begitu beritanya, lebih tepatnya klaim yang beredar diberanda Pesbuk.
kembalikan hak pada empunya dan jangan berlaku zalim Diatasnya, Seumpama kata Buya Hamka : " Bila Tidak berbuat, jangan dituduh. Haknya untuk tidak menerima tuduhan " apalagi hanya untuk menerima simpati dan donasi-materi, sambil menghakimi pihak yang terindikasi kuat tidak melakukan sama sekali.
Sedangkan media mainstream, termasuk Aljazera memberitakan ledakan tersebut, tidak ada campur tangan negara lain. Sebahagian analis menyebutkan bahwa setidaknya 80% Supply Lebanon masuk Via pelabuhan Beirut. Diperkirakan 73 lebih orang meninggal dunia dan hampir 3000 orang luka-luka. Kuat Dugaan sementara ledakan dahsyat karena ammonium nitrat.
Pupuk (Urea), bisa juga sebagai bahan peladak dan salah satu Jenis Ammonium Nitrat. Jika di ikuti dengan tenang beritanya, Di duga ada penyitaan Pupuk (Urea), karena dianggap sebagai bahan peledak dalam jumlah yang banyak dan tidak ditangani dengan baik dan benar, kemudian meledak. Hal itu seperti peledakan BOM I Bali, juga menggunakan pupuk Urea.
Menurut CNN Word, ledakan Beirut menghasilkan gelombang Seismik yang setara dengan gempa berkekuatan 3,3 Magnitude. Sebahagian besar energi ledakannya masuk ke udara dan bangunan. Jika ledakan tersebut terjadi dibawah permukaan bumi, gelombang yang dihasilkan akan lebih besar
Berkenaan dengan itu kita inap-inapkan, mari Dengarkan baik-baik-Nyanyian Jiwa Seorang anak Gadis bernama Ghina Bou Hamdan. Dalam acara "the Voice Kids for Arab 2015", ia menyanyikan lagu ATOUNA TOUFULI (Give Us the Childhood). Tahukah kita, Ghina hampir tidak bisa menyelesaikan nyanyiannya dan banyak orang menangis mendengar ia menyanyi.
Kenapa Ghina dan yang mendengarnya menangis?. Mereka rindu akan nikmat kedamaian. Kedamaian yang seharusnya mereka rasakan sejak kanak-kanak. Lagu ini mengkisahkan kerinduan seorang bocah Lebanon - Remi Bendali - yang merasa kegembiraan kanak-kanaknya tercerabut karena perang pada tahun 1985. Kala itu Remi berusia 5 tahun. Lebanon sedang porak poranda akibat perang sektarian.
[ Konon ] lagu ini adalah lagu wajib anak-anak di dunia Arab. Lagu yang merefleksikan kerinduan kanak-kanak akan kedamaian yang hingga hari ini, tanah para Nabi kita tersebut, tak pernah berhenti bergolak.
BERSYUKURLAH KITA YANG HIDUP DI BONGKAHAN BUMI YANG DAMAI. JAGA DAN PELIHARA !
Pelajaran berharga bagi kita, seluruh ummat manusia. Mungkin "Rakyat lebanon hari ini berkata : Kalian yang memiliki negeri aman, tentram dan damai. RAWATLAH".
*Pustaka hayat
*Pejalan sunyi
*Rst
*Nalar Pinggiran




Tidak ada komentar:
Posting Komentar